Asyfal Dan Ainun

Asyfal Dan Ainun
-Bab 28- Kebaikan Sean


__ADS_3

Ainun tengah sibuk ngobrol ringan dengan sang pujaan hati nya, Asyfal.


Seakan Gadis itu lupa bahwa Ia bahkan hampir akan menjadi milik orang lain, Sean.


Ainun telah bertindak melebihi batas kewajaran.


Ainun bahkan tidak mengetahui satu hal. Yaitu semakin Ia mesra dengan Asyfal maka semakin pula balasan yang akan Ia trima dari Sean semakin berat. Apalagi sekarang Sean mempunyai mata mata profesional, Sista. Yang akan menjadikan posisi Ainun maupun Asyfal menjadi semakin sulit dan terpojok. Para komplotan jahat itu akan terus gencar melaksanakan aksi nya. Agar Asyfal dan Ainun jera melakukan kemesraan yang seharusnya tidak boleh Mereka lakukan.


Ainun bahkan tidak tau sekarang bahwa akibat dari perbuatan nya, Kini Sang Ibu tercinta terkena serangan jantung. Dan harus dilarikan ke Rumah Sakit.


Mungkin jika Ia mengetahui kalau akibat nya akan seburuk itu. Mungkin dari awal Ia tidak akan


pernah menemui Asyfal di bukit itu. Karena pertemuan awal di bukit itu adalah awal dari bencana beruntun yang telah Ia trima dari dulu dan entah sampai kapan pun


**********


Tiba-tiba Sean datang langsung masuk ke ruangan Asyfal.


Asyfal maupun Ainun terkejut bukan kepalang. Seakan mereka merasa telah tertangkap basah telah melakukan perbuatan Zina. Betapa merasa bersalah nya Mereka terhadap Sean.


Ainun salah tingkah melihat kedatangan Sean. Jantung nya berdegup kencang. Ainun merasa sangat bersalah terhadap Sean. Bagaimana tidak, memang Ainun telah bersalah akan hal ini! Secara tidak langsung Ainun telah menghianati Sean, Calon Suami nya sendiri. Dengan bermesraan dengan lelaki lain


Apapun Alasan nya, tetap saja ini adalah kesalahan, sekali pun Asyfal adalah pemuda yang sangat Ia cintai.


Ainun hanya diam tertunduk, Ia merasa sangat bersalah terhadap lelaki yang berdiri di depan pintu itu Di tambah malu sekaligus takut karena Ia telah berduaan dengan Asyfal, dan telah menghianati nya.


"Ainun ,ikut Aku sekarang" Ujar Sean datar.


Ainun segera bangkit dari duduk nya dan mengahmpiri Sean mengikuti arah jalan Sean keluar dari ruangan Asyfal.


Saat ini, jantung Ainun serasa tengah lari maraton. Ia gugup, takut, dengan apa yang akan Sean lakukan. Apa Sean akan memutuskan hubungan nya karena Ia telah menghianati Sean


Atau memarahi Ainun karena telah menemui bahkan bermesraan dengan Asyfal, padahal dirinya telah terikat dengan nya. Ainun sangat was was dengan apa yang akan Ia terima jika sudah berdua dengan Sean


Tapi suatu kata dari Sean telah merubah semua arah pikir Gadis itu terhadap Sean,


"Ainun, Ibu masuk Rumah Sakit" Ujar Sean setelah berdua dengan Ainun


Sebenar nya, saat ini hati Sean sangat panas terbakar api cemburu. Apalagi kini Ia melihat Ainun tengah bermesraan dengan asyfal.


"Brengsek Kalian!! Aku mati matian menyembunyikan cemburu yang membakarku saat ini, jika waktu nya tlah tiba ,Aku akan menghancurkan Kalian seperti menghancurkan kaca berkeping keping" Batin Sean.


Sean sangat pandai menutupi panas hati yang tengah Ia rasakan kini. Padahal 'Dendam Kesumat' kini tengah merajai nya


Tidak ada lelaki yang rela kekasih nya bahkan calon Istri nya bermesraan dengan lelaki lain.


Tapi Sean sangat lah pandai menutupi nya.


DEGG!!!!


Jantung Ainun mencuat keluar dari dalam dada nya. Seketika air mata jatuh membasahi pipi ayu nya.


"Ayo, tolong antar Aku ke Ibu !" Teriak Ainun histeris.


Tanpa pikir panjang Ainun mengikuti Sean menuju Ruangan sang Ibu.


Di tengah perjalanan, di lorong rumah sakit, Ainun terus saja berteriak pada Sean agar mempercepat langkah nya menemui sang Ibu.


Perasaan waktu berjalan sangat lambat saat perjalanan menuju ruangan sang Ibu di rawat kini


Akirnya sampai juga mereka di


ruang ICU.


Ainun sangat terpukul saat mengetahui bahwa sang Ibu masuk ke ruang ICU.


Ada apa dengan sang Ibu sampai harus masuk ruang ICU.


Baru Ainun hendak membuka pintu masuk ke ruangan sang Ibu tangan Sean mencekal tangan Ainun yang hendak memegang gagang pintu agar Ainun menghentikan langkah nya untuk masuk ruang itu.


"Maaf" Ucap Sean sopan sambil melepaskan cekalan tangan nya pada Ainun. Seketika Ainun pun merasa tidak enak terhadap Sean karena baru kali ini Sean memperlakukan Ainun seperti ini, biasanya Sean tidak sungkan memegang tangan Ainun. Dan Ainun slalu saja menolak nya


"Kita harus menunggu di luar Ainun Dokter sedang memeriksa keadaan Ibu .Lebih baik kamu duduk dulu di situ" Terang Sean seraya menunjuk kursi panjang yang di sediakan untuk menunggu pasien.


Kemudian Sean berjalan lebih dulu


menuju kursi tunggu pasien.


Sedang Ainun hanya bungkam. Menunduk gelisah, takut, tertekan dan sesekali terlihat menghapus air mata yang tak mau juga surut.


Lalu Ainun berjalan menuju kursi panjang. Ainun duduk di samping Sean. Karna apa? karena ia menghormati Sean sebagai calon Suami nya.


Setelah sepersekian detik Ainun duduk, Sean bangkit dari duduk nya. Sontak Ainun terkejut dan merasa aneh. Seakan Sean menjauhi nya. Wajar saja Sean bersikap seperti itu, karena Ainun sudah menyakiti dan menghianati nya.


"Ainun, Aku mau beli minuman dulu ya ,Kamu tunggu di sini" Ujar Sean lembut padahal ingin sekali pemuda itu mencekik leher Ainun ketika Ia mengingat betapa mesranya Ainun dengan Asyfal.


Ucapan Sean berhasil membuyarkan lamunan Ainun sekaligus menyadarkan Ainun bahwa Sean mungkin tidak menjauhi nya .


"I iy ya" Jawab Ainun kaget sekaligus gugup tanpa berani memandang wajah Sean.


Kemudian Sean melangkahkan kakinya meninggalkan Ainun yang terduduk gelisah.


Sepeninggal Sean Ainun merasa sangat gelisah, takut, sedih karena terlihat dari gelagat nya.


Ainun bangkit dari duduk nya dan mondar mandir sambil menyeka air mata yang mengalir dari netra indah nya.


Gadis itu slalu saja memikirkan keadaan Sang Ibu. Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan sang Ibu.


Ia gelisah kenapa Sang Dokter sangat lama memeriksa keadaa sang Ibu.


Ainun sangat ingin mengetahui keadaan sang Ibu.

__ADS_1


Kenapa waktu berjalan sangat lambat.


Ainun sudah tidak sabar, hingga tanpa sadar Ia melangkah menuju pintu masuk untuk segera menemui ibu nya


Ainun sudah memegang gagang pintu itu dan "Pintu nya terkunci"


Ainun kembali mondar mandir agar pikiran nya juga ikut kesana kamari seperti diri nya


Di tengah kegelisahan nya pintu terbuka.


CEKLEK


Suara pintu di buka, dan keluarlah Pak Dokter.


Belum sempat Dokter mengeluarkan suara, tapi Ainun sudah lebih dulu mengeluarkan suara nya


"Bagaimana keadaan Ibu Saya Dok? Apa yang terjadi dengan Ibu Saya?" Cecar Ainun pada Dokter seakan tak memberi Dokter itu bernafas .


"Ibu Anda terkena serangan jantung dan Kami harus segera melakukan tindakan oprasi" Tutur sang Dokter .


DEGG


Jantung Ainun terasa berhenti berdetak ,lutut nya tiba -tiba saja lemas seakan tak ada


tulang, mata nya gelap telinga nya seperti tidak berfungsi, Ainun merasa kepala nya di kelilingi oleh kunang -kunang. seketika tubuh ringkih nya jatuh ke lantai Rumah Sakit .


Setelah setengah jam lebih Ainun pingsan, Kini Ia telah mendapatkan kembali kesadaran nya


Ia melihat sekitar ruangan yang tengah Ia tempati dan mendapati Sean sudah berada di samping nya dan duduk di kursi


Tampak jemari lentik Ainun bergerak. Sean terus memperhatikan gerak Ainun sampai gadis itu membuka kedua mata nya.


"Tolong antar aku ke Ibu" Pinta Ainun lirih, namun Sean masih bisa mendengar suara Ainun


"Tapi, Kamu masih lemah Ainun" Ucap Sean terlihat hawatir dengan keadaan Ainun


"Tolonglah Aku Sean, Aku mohon!" Mohon Ainun setengah memaksa.


"Baiklah, Aku akan mengantarkan Kamu kesana ,tapi kamu minum dulu ya" Ucap Sean mengalah sambil menyerahkan botol air mineral yang telah Ia beli.


Dalam hati kecil Ainun merasakan bahwa Sean adalah pemuda yang baik, Ia begitu perhatian.


Padahal Ainun sama sekali tidak mengetahui bahwa Sean melebihi penjahat sadis.


Lalu Sean menempatkan Ainun di kursi roda. Dan membawa nya ke ruangan ibu.


Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di ruang tempat Ibu Ainun berbaring.


Sang Ibu masih juga belum mau membuka kedua mata nya. Hingga membuat Ainun merasa sangat tertekan takut kalau ..... kalau ... Ibu tidak... akan... bangun


Kini Ainun sudah berada di samping Sang Ibu.


"Ibu!" Ucap Ainun lirih sambil terisak.


"Kamu yang sabar ya, Ainun .Ibu pasti akan segera sadar" Ujar Sean menenangkan calon Istri nya itu.


Ainun hanya bungkam sambil terisak sesegukan melihat keadaan sang Ibu yang terbaring lemah di ranjang Rumah sakit.


"Ainun, Aku mau keluar sebentar ya!? Kalau Aku belum sampai sini dan Ibu sudah lebih dulu siuman, Kamu panggil Dokter." Ujar Sean lembut.


Dua puluh menit, Sean kembali dengan dua bungkus plastik kresek hitam kecil ukuran satu kilo.


Sean terlihat mengeluarkan bungkusan coklat dari dalam nya.


"Ainun, Makanlah" Ucap Sean


sambil menyerahkan bungkusan coklat itu.


Seketika wajah gadis yang di penuhi air mata itu mendongak.


Dan tampak memikirkan sesuatu.


"Ternyata Sean begitu perhatian dengan Ku. Kenapa pria ini begitu baik, Kenapa bukan Asyfal saja yang saat ini melakukan itu. Dan kenapa Aku tidak peduli dengan kebaikan nya, cinta nya? Mungkinkah Aku harus benar-benar menerima nya? Tapi Aku tidak ada perasaan cinta pada nya, secuil pun! Aku hanya mencintai Asyfal, Tapi kenapa Sean yang melakukan kebaikan ini!?"Batin Ainun.


"Ainun, makanlah, kenapa kamu malah ngelamun hem?!" Tanya Sean membuyarkan lamunan Ainun.


"Iya, Trima kasih ya Sean, Aku akan memakan nya nanti." Ucap Ainun


dengan suara parau nya setelah itu terbitlah senyum getir dari sudut bibir nya. setelah itu menaruh makanan di meja samping tempat tidur sang Ibu.


"Iya sama-sama Ainun." Jawab Sean sambil tersenyum tulus. Senyum nya mampu menutup kelicikan nya.


Kemudian Gadis itu menunduk kembali dan terus saja menangis terisak meratapi keadaan sang Ibu


Di tengah isakan nya, Datang lah wanita berpakaian putih yang berjuluk 'Suster '


Tampak Suster itu memeriksa infus pasien itu dan memeriksa oksigen yang tengah di gunakan untuk bernafas pasien. Setelah itu Suster menulis di atas kertas yang Ia bawa.


"Ini, biaya administrasi nya. Mohon segera di lunasi agar Kami bisa melaksanakan tindakan oprasi" Ujar suster itu sambil menyerahkan kertas yang telah ia pisahkan dari kertas lain nya.


DEG!!!


Jantung Ainun serasa memborbardir dada nya.


Ainun terhenyak! Astaga! Kenapa nomimal yang tertera di kertas ini begitu banyak?! Ibu nya saja belum sadar! Sekarang Ia sudah menerima tagihan yang begitu besar dan Ia harus segera melunasi nya


Ia merasa seperti telah menerima tamparan keras.


Ainun terdiam kaku, tubuh nya tidak bisa Ia gerakkan. Bernafas pun Ia harus bersusah payah. Dada nya terasa sesak. Nominal itu terasa sangat memenuhi rongga dada nya. Tangisan nya serasa telah di renggut paksa oleh Nominal yang terpampang begitu nyata di depan nya itu


"Bagaimana Aku bisa mendapatkan uang sebanyak ini?!"

__ADS_1


Batin Ainun.


Karena asik memikirkan apa yang terpampang di hadapan nya. Gadis itu tidak menyadari pria yang akan menjadi calon Suami nya itu telah mendekat.


"Boleh Aku melihat nya Ainun?!" Tanya Sean lembut.


Ainun bungkam. Tidak mengiyakan dan tidak juga menolak .


Sean menarik lembut kertas itu Karena tidak mendapat perlawanan dari Ainun, Sean melanjutkan kegiatan nya menarik kertas itu. Sean hanya membaca nya sekilas, setelah itu Ia berpamitan pada Ainun.


"Ainun, Aku pergi dulu ya" Ucap Sean


Ainun tetap bungkam. Lalu Sean pergi keluar ruangan. Setelah beberap detik, Ainun menyadari kalau kertas tagihan masih berada di tangan Sean . Lantas bangkitlah rasa penasaran Ainun.


"Kamu, Mau pergi kemana Sean" Tanya Ainun penasaran.


"Sudah Ainun, Kamu tunggu saja di sini ya"


Ucap Sean sambil tersenyum tulus.


Kemudian lelaki itu pergi keluar.


Setelah kepergian Sean. Ainun hanya ber jangan-jangan, kalau Sean akan membayar tagihan Rumah Sakit.


Jika itu benar ,Lengkaplah sudah perasaan tidak enak nya pada Sean


Kenapa waktu berjalan begitu lambat. Dan sampai sekarang, Sang Ibu belum sadar dari masa kritis nya itu dan semakin membuat pikiran Ainun pergi kemana-mana.


Setelah beberapa menit, Sean datang dan kertas tagihan sudah tidak berada di tangan nya


Jangan bilang kalau Sean telah membayar tagihan itu !


Ainun tidak tahan untuk tidak bertanya tentang ini.


"Emb.. Kertas yang tadi kamu bawa mana? " Tanya Ainun penasaran.


"Sudah lah Ainun kamu tidak perlu memikirkan tagihan itu" Ujar Sean lembut.


"Apa kamu membayarnya? "Tanya Ainun lembut penuh rasa sungkan.


"Dengar Aku Ainun, Ibumu itu Ibuku juga" Ujar Sean meyakinkan calon Istri nya itu


Ainun terhenyak! Mata nya terbelalak.


"Maafkan Aku Sean , Aku terlalu banyak merepotkan mu! Aku janji suatu saat nanti Aku akan mengganti nya" Ujar Ainun


"Kamu tidak perlu memikirkan itu. Aku tidak akan pernah mengharap balasan dari mu! Aku iklas! Aku hanya ingin membantumu! Lagipula Aku akan menjadi Suamimu. Jadi Aku harus bertanggung jawab atas semua tentangmu dan keluargamu" ujar sean lembut penuh penghayatan.


Dengan penekanan intonasi di kata 'Calon Istri' menandakan bahwa Ainun sudah menjadi milik Sean


JLEBB


Perasaan Ainun seperti terkoyak dengan ucapan Sean


Ia merasa sangat bodoh, menyesal karena telah menghianati Sean tepat di depan mata nya, Tapi apa pembalasan lelaki yang telah ia hianati? Bahkan Gadis itu tidak menyangka Justru balasan kebaikan yang mungkin Ainun sangat sulit atau bahkan tidak mampu untuk membalas nya


Ainun tidak bisa berkutik. Bagaimana bisa Ia menolak pria yang sangat bertanggung jawab serta mempunyai kebaikan serta ketulusan yang begitu mendalam pada Ainun


Dan sekarang posisi Ainun menjadi sangat terpojok. Ia tidak mempunyai pilihan lain, selain menerima kebaikan yang di berikan oleh Sean.


Dengan kebaikan yang telah Ia berikan pada Ainun. Sekarang pemuda itu sudah bisa membuat Ainun merasa berhutang budi pada nya. Walau Sean bersikap seolah tidak ingin Ainun merasa berhutang budi pada nya


Di sisi lain Ainun tidak mencintai Sean tapi Sean telah membantu nya ,apa Ainun akan sanggup menolak Sean atas apa yang telah Sean lakukan terhadap keluarga nya selama ini?!


Kalau Ainun sampai menolak Sean itu berarti Ainun tidak menghargai kebaikan Sean, dan telah menginjak harga diri Sean


Dan Ainun sangatlah egois.


Tak lama kemudian datang Dokter dan para perawat untuk membawa sang Ibu ke ruang oprasi.


Keringat dingin berukuran cukup besar bertengger di dahi Ainun


Jemari Ainun bertautan.


Kedua tangan nya pun ikut menggetarkan ketegangan.


Muka sang Gadis tegang menjuram. Jantung enggan untuk berdenyut. Semua menanti, menanti, dan menanti.


Doa sudah terlebih dulu Ainun ucapkan dalan hati nya .


Air mata pun kali ini enggan untuk keluar.


Ainun sudah tidak memakai kursi roda lagi. Karena Ia merasa lebih baik, walau masih terasa lemah.


Satu jam sudah oprasi jantung Sang Ibu .


Kemudian Sang Ibu di pindahkan dari ruang oprasi menuju ruang VIP. Sebenarnya itu bukan kemauan Ainun tapi kemauan Sean


Setelah Dua jam menunggu kesadaran sang Ibu ahirnya sang Ibu pun sadar.


Raut wajah Ainun yang suram kini telah berganti dengan keceriaan, kebahagiaan jelas terpancar seperti lampu senter di kegelapan.


Senyum lebar penuh kegirangan ia terbitkan. Air mata kebahagiaan mengalir di pipi gadis ayu itu .


"Alhamdulillah, Ibu sudah sadar"


Ucap Ainun girang.


Ia segera menghambur ke pelukan Sang Ibu.


Namun apa reaksi sang Ibu pada nya sekarang?

__ADS_1


__ADS_2