
Walaupun Asyfal sudah hidup di Jakarta selama kurang lebih Dua tahun. Tapi ia tetaplah 'Asyfal Mubarak' yang dulu. Pemuda yang sopan santun dan lemah lembut.
Ia pemuda yang ber pendirian teguh. Tidak mudah goyah. Apalagi dengan pergaulan yang salah.
Ia pemuda yang sangat 'Paham Agama'. Ia tidak mungkin salah jalan yang hanya akan membawa hidup sengsara.
Hanya saja penampilan nya berubah menjadi semakin 'Cool'
Dan modis seperti orang kota.
Ia sekarang mengenakan celana jeans hitam. Serta kemeja merah lengan pendek. Dengan tatanan rambut lebih rapi.
Berbeda dengan Asyfal yang dulu mempunyai kulit sawo matang serta rambut yang gondrong. Tapi tetap saja Asyfal pemuda yang tampan.
Oh iya kulit nya pun menjadi semakin putih. Semakin membuat sinar wajah nya semakin ber binar-binar.
Tubuh tinggi tegap. Dengan jam tangan melingkar di tangan yang ber otot. Menambah kesan 'Cool' pemuda itu.
Asyfal yang dulu aja sudah sangat di gemari pada gadis. Apalagi sekarang, mungkin para gadis akan pingsan setelah melihat Asyfal yang sekarang.
Asyfal sedang berada di angkot terakhir sebelum ia benar-benar sampai ke Desa tercinta.
Tapi di tengah perjalanan ia melihat seorang gadis yang tengah berlari kecil mengejar angkot yang sedang ia tumpangi.
Tapi tunggu dulu! Ainun? apa itu benar-benar Ainun? kekasih kecil nya dulu?
Asyfal mempehatikan dengan sangat teliti gadis yang tengah berlari itu. Seperti nya ia tidak salah lihat. Mungkin itu benar-benar Ainun.
"Bang, itu Ada penumpang kenapa abang nggak berenti?" Tanya Asyfal.
"Ah tadi aja pas gue lewat nggak Ada tanda-tanda mau numpang. Sekarang udah klewat jauh baru ngejar. Males gue mundurin angkot gue. Masih banyak penumpang laen di sono" Jawab supir angkot itu dengan acuhnya.
"Ya sudah bang saya berhenti di sini saja" Pinta Asyfal dengan nada datarnya.
"Iye iye sono turun lo" Usir supir angkot dengan angkuh nya.
Asyfal segera turun dan membayar ongkos angkot nya. Untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat.
Ia yakin bahwa yang ia lihat itu Ainun. Kekasih kecil yang sangat ia rindukan.
----------
Beberapa menit yang lalu.
Ainun segera pulang setelah aktifitas belanja di pasar telah usai.
Gadis itu tengah menunggu angkot yang akan ia tumpangi. Ia ingin cepat pulang ke rumah nya.
Belanjaan Yang ia bawa lumayan banyak. Hingga ia sedikit kesulitan.
Entah apa Yang sedang di pikirkan Gadis itu sehingga ia tidak tau bahwa angkot Yang ia tungu sedari tadi telah melewatinya.
Menyadari angkutan Yang di tunngu telah melewati nya. Gadis itu berlari mengejarnya. Tapi sayang, supir angkut tidak menyadari Ainun Yang sedang berlari mengejar Angkot nya.
Di tengah pelarian nya mengejar supir angkot Yang tidak peka akan Gadis itu.
__ADS_1
Angkot sudah berjalan terlalu jauh. Kini langkah Ainun sedikit lamban.
Tanpa sadar ia menunduk
Dan....
BRUK!!
Tiba-tiba gadis itu menubruk tubuh seseorang. Dan semua belanjaan nya terjatuh ke tanah.
Mendapati belanjaan jatuh bercecer di tanah. Gadis itu segera berjongkok untuk mengambil belanjaan nya.
"Ma'af saya tidak sengaja" Ucap lelaki Yang tadi sudah membuat semua belanjaan Ainun jatuh berceceran.
Tunggu, Suara itu? Ainun kenal suara itu. Suara yang sangat ia rindukan selama Dua tahun terakhir. Suara yang sudah sangat membuat nya hampir gila. Suara yang sangat ingin ia dengar walau hanya di dalam mimpi nya.
Gadis itu sedang memunguti belanjaan nya. Tanpa ia sadari pemuda itu telah berjongkok membantu nya memunguti belanjaan yang jatuh.
"Ainun?! " Suara Asyfal berhasil membuat wajah ayu di hadapan nya mendongak menatap wajah tampan nya
Kedua pasang mata sailing memandang. seakan memuaskan pandangan seperti tidak bertemu ber puluh-puluh tahun. Melepas rindu yang telah menyiksa mereka selama Dua tahun terakhir.
"A- a- asy -syfal?" Tanya Gadis itu terbata-bata.
"Iya, aku Asyfal Ainun" Jawab pemuda tampan di hadapan nya.
Dengan ekspresi cool nya.
Setelah mendengar jawaban dari pemuda tampan itu Gadis itu kaget. Kedua bola mata indah nya membulat. Dengan mulut sedikit terbuka.
Gadis itu tidak menyangka bahwa Kekasih kecilnya sekarang sangat berubah menjadi semakin tampan.
Otomatis rasa cinta nya semakin bertambah. Juga semakin menyiksa nya.
Sudah di pastikan bahwa jantung mereka berdegup kencang. Serta berlarian tak karuan. Karna tak kuasa menahan rasa bahagia saat bertatap muka dengan kekasih kecil yang sangat di rindukan.
Asyfal terkekeh melihat ekspresi kaget Ainun yang menatapnya tanpa berkedip.
Asyfal berusaha menetral kan getar jantung yang sudah berlarian tak karuan. Ia tak ingin melepaskan pandangan pada Gadis yang telah menyiksa ia dengan rindu selama Dua tahun terakhir.
Tapi Ainun lah yang cepat tersadar. Bahwa yang telah mereka lahkukan adalah sebuah 'Dosa' dengan memandang lawan jenis terlalu lama termasuk 'Zina mata' Dan ia telah melupakan "Gadhul bashar" (Menundukkan Pandangan)
"Eh Astaghfirullah, ma'af" Jawab Ainun dengan suara yang sedikit bergetar.
Segera Gadis itu menunduk untuk menghindari tatapan rindu seseorang Yang semakin menyiksa nya. Serta menambah daftar Dosa Zina yang akan ia peroleh.
"Ma'af aku harus segera pulang" Ucap Ainun suaranya sedikit bergetar. Gadis itu mati-matian menahan tangis.
Ainun segera beranjak karna belanjaan nya sudah masuk ke dalam kantong belanjaan nya.
Ia segara meninggalkan Asyfal.
"Ainun tunggu, kenapa kamu menghindari ku. Aku sangat merindukan mu. Apa kamu tidak merindukan aku?!" Ucap Asyfal sedikit mengiba.
Asyfal secara spontan mengatakan itu. Tanpa sadar Asyfal berbicara seperti itu. Ucapan itu di luar kendali diri nya.
__ADS_1
Ucapan Asyfal berhasil membuat gadis itu membeku. Ainun Diam di tempat. ia harus merasakan perih di hatinya. Seketika gadis itu menangis.
"Ya Allah kenapa Engkau mempertemukan aku dengan Asyfal?! kenapa Engkau menguji hamba seberat ini dengan mencintakan hamba dengan seseorang seperti Asyfal? " Batin Ainun.
Air mata Ainun akhirnya jatuh juga..
"Iya Aku sangat merindukan mu " Suara Ainun bergetar karna ia sedang menangis.
Ainun ber Ucap tanpa menoleh pada Asyfal.
"Tapi maaf aku harus pergi" Ucap Ainun tegas. Ia melangkah kan kakinya yang sempat terhenti karna ucapan Asyfal.
"Tunggu dulu Ainun! "Pinta Asyfal
Yang berlari mengejar Ainun.
Setelah jarak mereka sudah dekat. Tanpa sadar Asyfal memegang pergelangan tangan Ainun.
Menyadari apa yang sudah Asyfal lakukan adalah kesalahan.
"Sudahlah Asyfal jangan ganggu aku" Ucap Ainun tegas sembari menghempaskan pegangan tangan Asyfal.
Kini tangisan itu pecah. Gadis itu tak peduli dengan tatapan dari orang-orang Yang berlalu lalang. Ia tetap saja menangis.
"Iya Ainun aku sudah tahu kamu sudah... " Jawab Asyfal. Suara pemuda tampan itu tertahan.
Ia berusaha berbicara tapi hatinya sangat lah perih untuk melanjutkan kata-katanya.
"Iya aku sudah di Lamar Sean" Ucap Ainun tegas singkat padat dan lancar tanpa hambatan.
Gadis itu berlari sambil menangis.
Kini Asyfal yang diam membeku.
Ia terdiam begitu lama. Ia tersadar dari pikiran nya.
Ia baru akan mengejar langkah Gadis yang sangat ia cintai. Tapi gadis itu sudah jauh pergi . Meninggalkan pemuda yang sedang merasakan perih yang begitu hebat.
Asyfal terduduk lemas. Mengetahui Ainun juga merindukan nya. Ainun juga telah menangis karna merindukan nya.
"Ainun mengapa aku sangat tersiksa karna telah mencintai mu" Batin Asyfal.
Andai tadi dia tidak turun dari angkot yang sedang ia tumpangi sebelum sampai rumah.
Mungkin ia tidak akan membuat Ainun menangis. Dan berlari meninggalkannya.
Tapi setidak nya ia telah menyampaikan rasa rindu nya. Dan ia mengetahui Ainun juga merindukan nya.
Kemudian pemuda itu memilih pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki .
Ia enggan menunggu angkot.
Langkah nya gontai. Ia berjalan seperti seorang yang sedang kelaparan. Ia terlihat seperti seorang yang kehilangan arah hidup nya.
Di dalam perjalanan nya Asyfal selalu saja memikirkan Ainun.
__ADS_1
Ia berjalan sambil melamun.