
Setelah diusir secara tidak terhormat oleh istrinya. Ayah sista menuju kamar Asyfal.
Tok tok tok
Ayah sista mengetuk pintu kamar Asyfal.
"Iya masuk" Seru Asyfal yang tengah sibuk mengemasi barang-barang yang akan di bawa pulang ke Desa.
"Loh, Asyfal kamu mau kemana? kok barang-barang kamu masukin tas? " Cecar Ayah Sista yang bingung melihat ponakannya mengemasi barang-barangnya.
Asyfal menoleh pada suara yang datang. Ternyata pakdhe nya.
Asyfal segera berhenti dari kegiatannya demi menghormati Orang Tua di hadapannya.
"Iya pakdhe ada apa pakdhe menemui Asyfal?" jawab Asyfal.
Segera pakdhe duduk di sisi Asyfal
"Kamu mau pergi kemana? apa ini semua karna sista?" Tanya pakdhe dengan nada halusnya.
"Maksud pakdhe? "Tanya Asyfal yang bingung dengan pertanyaan pakdhenya sembari menampakkan raut wajah gelisahnya.
"Sebenernya Sista itu suka sama kamu Asyfal" Jelas pakdhe to the point.
Pakdhe Asyfal tipe seorang yang tidak berbelilt-belit.
"Iya pakdhe aku tau, tapi ma..."
Suara Asyfal lirih. Belum sempat Asyfal melanjutkan ucapannya. Pakdhenya menimpali.
"Iya, pakdhe tau nak. Pakdhe juga tidak setuju kalau kamu sama sista. Apa kamu sudah punya kekasih?" Potong Lelaki setengah baya ini.
"I iya pakdhe" Sahut Asyfal yang terlihat gugup.
(Padahal Asyfal belum memiliki kekasih. Cintanya pada Ainun terlalu besar. Sehingga ia merasa telah memilikinya)
"Oh. Iya, pakdhe akan membantu kamu jauh dari sista" Saran pakdhe sembari menepuk pundak lelaki tampan di hadapannya itu.
"Tapi.. Kenapa pakdhe? " cecar Asyfal. Yang penasaran kenapa pakdhe melarang Sista mendapatkan Asyfal.
"Sudahlah.. Sista itu tidak cocok dengan kamu" Sahut pakdhe. Setelah itu ia terlihat menunduk.
Bagaimanapun ia tidak mau jika ponakannya mendapatkan pasangan yang salah. Karna ia tau Asyfal adalah pemuda yang baik. Sekalipun itu akan lebih menyakitkan untuk anak kandungnya sendiri.
"Iya.. Trima kasih pakdhe" ucap Asyfal lirih.
Asyfal yang tidak banyak bicara. Segera menyudahi percakapan ini.
"Asyf besok mau pulang beberapa hari pakdhe. Ada masalah yang harus Asyfal selesaikan. Asyfal juga rindu pada Abi dan Umi" Terang Asyfal .Ia tidak sepenuhnya berbohong. Kan memang benar ia rindu dengan Abi dan Umi nya. Terlebih rindu pada Ainun.
"Iya nak, kamu tidak usah memikirkan apapun tentang sista ya nak? " Mohon pakdhe pada Asyfal.
"Iya pakdhe, Asyfal faham pakdhe
sekali lagi trima kasih pakdhe" Ucap Asyfal. Sambil membuang nafas halus. Ia merasa lega atas ucapan pakdhe.
"Iya, yaudah pakdhe keluar dulu. Kamu lanjutkan saja berkemasnya"
Pamit pakdhe pada Asyfal.
"Iya pakdhe" ucap Asyfal sambil mengangguk kan kepalanya.
Setelah itu Asyfal melanjutkan kegiatan mengemasi barang yang sempat tertunda.
Setelah selesai berkemas. Asyfal beranjak dari tempat ia berkemas kemudian ia menuju kasur untuk merebahkan diri .
Ia sudah tidak sabar untuk pulang ke Desa. Mengobati rasa Rindunya pada Ainun. Dan kedua Orang Tuanya.
Ia sangat ingin segera bertemu Ainun. Kekasih kecilnya.
"Bagaimana kabar kamu Ainun? Sudah Dua tahun aku menanggung rindu. Apa kamu sudah berubah? Besok aku akan pulang. Aku rindu padamu Ainun. Maafkan aku Ainun. Aku slalu ber Do'a kita ber jodoh. Aku sangat mencintaimu Ainun. Aku slalu mendoakanmu"
Ucap Asyfal lirih.
Ucapan itu seakan mantra yang menenangkan hati Asyfal.
Ia terlelap bersama rindu yang tak pernah ber ujung.
---------
__ADS_1
Ainun tengah merebahkan diri di tempat tidurnya.
"Asyfal, Rindu ini slalu menyiksaku. Kapan kamu pulang Asyfal? Ya Allah aku sangat mencintainya. Aku tidak mencintai Sean. Aku sangat tersiksa dengan semua perlakuan Sean pada Hamba Ya Allah. "
Ucap Ainun lirih penuh penekanan dalam hatinya.
Gadis itu tidur bersama Rindu yang tengah menyiksa nya selama Dua tahun terakhir.
-------
Di sebuah Bukit hijau tempat bermain Ainun dan Asyfal kecil dulu.
Ainun dan Asyfal terlihat sedang duduk di atas rerumputan hijau. Di depan mereka terdapat aliran sungai yang begitu jernih mengalir. Terdengar bunyi gemercik air. Menambah suasana menjadi semakin segar. Sesegar hati mereka.
Di atas sungai tersebut terdapat jembatan kayu.
Terlihat Asyfal sedang berbicara pada Ainun. Sembari merangkul pundak Gadis di sampingnya .
Asyfal Tengah menatap wajah Ainun sangat mesra membuat siapapun yang melihatnya merasa iri.
Sedang Ainun hanya bisa menunduk sedari tadi. Menyembunyikan rasa malu yang entahlah itu malu atau gerogi.
Di sana jelas terlihat Ainun hanya menunduk sambil meremas tangannya. Sesekali terlihat gemetar.
Asyfal berbicara dengan Ainun sembari mengusap puncak kepala yang tertutup kerudung milik gadis di hadapan nya itu.
"Sayang, kamu ingat nggak dulu waktu kita kecil? aku ingin kembali kecil ,dimana aku slalu mendapat kasih sayang darimu"
Tanya Asyfal pada Gadis yang sangat ia cintai di hadapan nya dengan lembut.
Suara Asyfal terdengar sangat merdu. Membuat siapapun yang mendengar suara pria itu akan meleleh mendengarnya. Atau merekamnya lalu memutar kembali suara rekaman Asyfal.
"Iya kak, aku akan slalu mengingat nya sampai kapanpun? Trima kasih karna kakak dulu sangat menyayangiku"
Jawab gadis itu. Lirih hampir tak terdengar. Tetap dengan posisi menunduk.
Membuat pria itu tak sabar. Lalu jemari hangat nya mendongak kan wajah gadis tersebut agar memandang ke wajahnya.
Gadis itu kaget. Karna reflek ia tanpa sadar telah menutup matanya. Melarang sepasang matanya memandang wajah tampan di hadapan nya itu.
Malu memandang wajah yang menurutnya sangat tampan. Sekaligus ia sangat minder.
Hanya memandang pun ia sangat malu.
Titah pria tersebut. Dengan intonasi suara yang di buat buat. Seolah mengundang gairah siapapun yang mendengar nya.
Ia sengaja tidak meneruskan ucapannya. Hanya untuk menggoda Gadis itu.
Mendengar ucapan pria tampan di hadapan nya. Membuat hati gadis itu melayang di udara.
Segera Gadis cantik itu membuka matanya sebelum insiden indah itu di lahkukan pria tampan yang berada tepat di hadapan nya itu.
Segera ia menunduk lagi.
"I iya maaf. Aku malu"
Jawab Gadis itu. Suaranya bergetar karna malu sekaligus gerogi.
"Kenapa harus malu sayang. Tatap mataku Ainun. Maka kamu akan menemukan cinta di dalamnya."
Suara pria tampan itu terdengar syahdu di telinga perempuan itu.
Segera tangan nya memegang kedua pipi Ainun. Agar memandang wajahnya.
"Liat lah wajahku kekasih ku sayang Apakah wajahku terlihat buruk, sehingga kamu tidak mau memandangku?"
Suara pria tampan itu sambil tersenyum genit memandang wajah perempuan itu.
Wajah pria tersebut ber binar. Seakan meneriak kan ketampanan yang ia miliki.
Karna pipi gadis ini di pegang erat oleh pria tampan ini. Wajah nya tidak bisa bergerak.
Kedua pasang mata gadis itu memandang wajah pria tampan di hadapan nya tanpa berkedip.
Mulut Gadis itu sedikit terbuka serta bola mata nya membulat saking takjub nya atas ketampanan pria di hadapan nya.
"Oh bu bukan ti tidak begitu kak. Wajahmu sangat tampan. Aku hanya malu memandangmu" Ucap Gadis itu terbata-bata saking gugupnya.
Ia berbicara sambil mengatur detak jantungnya.
__ADS_1
Jantung gadis itu bergetar hebat.
Karna tak kuasa menahan rasa bahagia di saat matanya di tatap oleh pria tampan di hadapan nya itu.
Kedua nya saling berpandangan.
Ada rasa berdesir di hati saat mereka berpandangan.
Getaran getaran hati terasa kencang di rasakan mereka.
Ritme getaran yang mereka rasakan pun sama.
Hanya butuh waktu beberapa detik saja tatapan pria tampan itu membekas di hati gadis nya.
Asyfal melanjutkan dialog nya dengan Ainun.
"Ainun sayang, aku sangat merindukanmu, aku tidak bisa hidup tanpamu" Ucap Asyfal serasa memasang wajah melasnya.
"Iya kak, aku juga sangat mencintai kakak" Ucap Ainun dengan wajah polosnya.
"Ainun, apa kamu tidak merindukanku? "
"Aku slalu merindukan kakak. Setiap hari aku slalu mendoakan kakak. aku slalu menangis jika rindu itu semakin berat. Kenapa kakak baru bilang sekarang! kenapa kakak nyiksa aku?!" Protes Ainun. Gadis itu tersenyum getir. Tubuhnya bergetar. Tak sadar air mata gadis itu jatuh.
"Kak? Tolong Ainun" Ainun bersuara lagi. Kini suaranya parau kana ia berbicara sambil menangis
"Ainun kakak janji .Kakak akan memperjuangkan cinta kita" Janji Asyfal pada Ainun.
-----
"Astagfirullah... " Seru Ainun ketika ia bangun dari tidurnya.
Gadis itu terbangun di tengah malam.
"Ya Allah apa maksud mimpi itu? Dan kenapa kenyataan hidup ku begitu pahit? "
Ucap Ainun putus asa.
"Asyfal aku memang merindukanmu. Aku sudah sangat bahagia bertemu dengan mu walau hanya dalam mimpi. Tapi mimpi itu membuat rindu padamu malah semakin menyiksaku" ucap Ainun tertahan.
Air matanya meluruh berjatuhan.
Menahan sesak dan rindu.
Jika bunuh diri tidak dosa, mungkin ia lebih memilih melakukannya. Dari pada ia harus menanggung rindu yang amat sangat menyiksanya.
Segera ia beranjak untuk menunaikan 'Sepertiga malam'
Ainun mengadukan semua beban di hatinya hanya pada Allah SWT.
Ia berharap Di berikan yang terbaik.
------------
"Ainun! " Seru Asyfal ketika mimpinya telah usai.
"Astagfirullah Ainun kakak sangat merindukanmu. kakak sangat merindukan masa kecil kita. Tunggu kakak Ainun. Kakak akan menemui mu. "
Batin Asyfal.
-----
Drama Zina macam apaan coba. Untung cuma mimpi.
Ainun dan Asyfal ber mimpi tentang mimpi yang sama. Mimpi itu seperti sebuah kenyataan.
Andai mimpi itu sebuah kenyataan. Mungkin Ainun dan Asyfal tidak akan terpisahkan.
Tapi jika mimpi itu adalah kenyataan. Maka perjuangan cinta tak akan pernah ada diantara 'Asyfal' dan 'Ainun'.
Segala sesuatu butuh perjuangan. Termasuk cinta. Cinta takkan semudah apa yang di bayangkan.
Semakin berat perjuangan. maka semakin besarlah kebahagiaan yang akan di dapatkan.
Ya, itu menurut saya sih hahaha.
Semoga kalian suka crita ini ya 😍
Salam manis dari saya Author yang lagi belajar nulis dan belajar mencari cinta ✌✌. hahaha
__ADS_1
Salam cinta saya 'Umi Hafidloh'
Trima Kasih.