
Selamat hari raya Idul Fitri 1441 H.
Saya "Umi Hafidloh" selaku penulis "Asyfal dan Ainun" mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Maafkan semua kesalahan saya ya wahai para Readers maupun Author yang telah singgah dan membaca karya saya ini. Dan kalian semua telah Saya Maafkan 😍😍
Maaf telat 🙏🙏
********
Di saat indah berdua, tiba-tiba datanglah Abi dan Umi Asyfal.
Mereka terkejut setelah membuka pintu, karena Asyfal sudah sadar.
"Asyfal Kamu sudah sadar Nak?" Seru sang Ibu girang, dan langsung menghampiri Sang Anak.
Sedang Sang Ayah kini telah terlihat senyum bahagia terpancar kala melihat sang Anak sudah sadar.
"Iya Mi" Jawab Asyfal lembut.
"Apa Ada Yang sakit sayang?" Tanya sang Ibu dengan raut wajah sendu dan hawatir. Seraya membelai wajah anak kesayangan nya.
"Asyfal sembuh karena kedatangan Ainun Mi" Jawab Asyfal dengan senyum merekah nya.
Mendengar jawaban sang Anak, kini raut wajah Yang mula nya sendu dan sumringah kini perlahan tapi pasti sudah berubah Tiga Ratus Enam Puluh Derajat menjadi masam dan pahit.
Setelah Umi berbicara dengan Asyfal, kini Ia menoleh pada Gadis Yang tidak Ia harapkan kedatangan nya, Ainun. Cara berbicara dan menatap pun sangat kontras dan jauh berbeda dengan Asyfal.
"Kamu! Kamu kenapa nggak bilang kalau Asyfal sudah sadar!" Ujar Ibu Asyfal sinis Yang setelah berbicara lalu secepat kilat membuang muka.
"Iya Bu, maafkan Saya" Jawab Ainun takut setelah itu menunduk.
"Asyfal Yang nglarang Ainun Mi. Ainun tidak bersalah Mi, jangan terus terusan menyalahkan Ainun Mi" Sela Asyfal di tengah omelan sang Ibu pada Ainun.
"Terus saja Bela Gadis itu" Ujar Umi sinis .
"Sudah, sudah Umi, Asyfal. Sekarang Abi akan memanggil Dokter" Ucap Abi .
Kemudian Abi pergi keluar ruangan untuk memberitahu Dokter, bahwa Asyfal sudah sadar.
Setelah Abi keluar, datanglah Dua Orang yang tidak Asyfal harapkan. Si "Duo Racun" Alias Sista dan Sang Ibu.
"Loh, Nak Asyfal sudah sadar to?" Tanya Ibu Sista yang tiba-tiba nongol.
"Iya Budhe" Jawab Asyfal sopan seraya tersenyum manis.
"Kamu dari mana Nak Sista, kok baru kesini, kasian Asyfal sendirian dari tadi loh, nggak Ada yang nemenin?" Ujar Umi dengan senyum manis yang Ia tujukan pada Sista.
Umi berbicara dengan lembut dan sangat manis pada Sista dan sesekali melihat Ainun dengan taatapan tidak suka.
Seakan memperlihatkan bahwa Umi tidak menganggap Ada kehadiran Ainun.
Hanya kepada Ainun ucapan Umi terdengar sakit di telinga maupun di hati. Sungguh Ainun, Gadis yang malang. Akibat tidak di sukai oleh Ibu dari sang kekasih, kini cinta nya harus Ia perjuangkan. Dan Ia harus menghadapi ujian cinta yang semakin lama semakin rumit saja.
Oiyha! Eh tunggu dulu! Apa Umi bilang tadi?! Sendirian? memang nya Ainun Dia Anggap apa? patung?! Dan yang telah menunggu Asyfal hingga sadar Siapa? Malaikat? Oiya! yang telah berjasa mendoakan Asyfal supaya secepat nya tersadar dari ketidak sadaran nya Siapa? Dokter?. Yang menangisi Asyfal Siapa? Legenda Batu menangis? . Apa Ibu Asyfal buta atau tuli? Heran Aku!
"Umi! Kan tadi yang menemani Asyfal, Ainun Mi!?" Bantah Asyfal tetap lembut tanpa menyakiti perasaan Sang Ibu.
Mendengar bantahan Sang Anak, Umi hanya mengkomat kamitkan bibirnya tanda tidak trima atas ucapan sang Anak karena Ia membela Gadis yang sangat tidak Ia sukai. Dasar kek bocah!
"Iya Tante, kan sudah Ada Mbak Ainun yang jagain Mas Asyfal" Ucap Sista lembut. Di balik kelembutan ucapan nya, terdapat kemunafikan yang dapat menghancurkan segala nya.
Sista adalah wujud dari seeekor betina Srigala berbulu Domba.
Sama seperti Sean.
"Iya Sayang" Jawab Umi lembut seraya tersenyum manis.
Umi telah bersikap tidak adil terhadap Ainun dan Sista.
Tidak lama kemudian , Abi pun datang dengan Dokter laki-laki Yang tadi memeriksa Asyfal.
"Subhanallah, Saya tidak menyangka! Dan ini adalah sebuah mukjizat dari Yang Maha Kuasa" Ucap Dokter kagum setelah memeriksa Dada Asyfal dengan Stetoskop milik nya.
__ADS_1
"Maaf, maksud Dokter bagaimana?" Tanya Abi dengan kening berkerut.
"Sebenarnya keadaan pasien tadi sudah termasuk dalam kategori kritis, dan Saya perkirakan akan sadar dalam waktu Yang cukup lama, tapi sekarang Anak Bapak dan Ibu sudah sadar, bahkan dalam waktu yang sangat singkat" Ucap Sang Dokter sembari menampakkan senyum nya.
"Oiya maaf Saya tadi tidak bilang pada Bapak dan Ibu bahwa Asyfal mengalami kritis, tapi tenang Kritis dalam artian masih dalam kategori rendah, jadi Saya tidak mengatakan kritis" Ucap sang Dokter.
"Tidak masalah Dok, yang pending Anak saya sudah sadar" Jawab Abi tersenyum lega.
"Dan wajah Anak Bapak dan Ibu ini terlihat sangat gembira dan tidak seperti seseorang yang sedang sakit, apalagi tadi saat pasien masuk dan waktu saya priksa keadaan pasien sangat lemah. Tapi kini keadaan pasien sudah berubah secara signifikan. Dan baru Kali ini saya menangani Pasien seperti anak Bapak dan Ibu" Lanjut sang Dokter yang tak henti-henti nya kagum dengan perubahan drastis Asyfal.
Jujur dari ungkapan sang Dokter, rasa sakit kian menjalar di hati Tiga Orang yaitu Umi, Sista dan Ibu Sista. Yang sama sekali tidak mengharapkan Dokter mengatakan kalimat seperti itu.
Kalimat sang Dokter seperti membakar telinga juga hati mereka. Tapi apalah daya, sebab ucapan sang Dokter memang benar adanya.
Tiga Orang yang tak menyukai lain lagi dengan Tiga Orang yang sangat bahagia dengan ungkapan sang dokter, yaitu Ainun ,Asyfal, dan Abi. Justru mereka terlihat bahagia, tidak seperti 'Duo Racun' Dan Umi Asyfal.
Dan setelah itu, tatapan sang Dokter kini beralih pada Ainun, yang berada tepat di samping Asyfal.
"Oh iya! Apa Gadis ini yang bernama Ainun?" Tanya Sang Dokter sambil tersenyum. Dan menatap Ainun kagum.
"Iya Dok Saya Ainun" Jawab Ainun seraya menunduk menyembunyikan sang senyuman yang tidak bisa Ia tunda kedatangan nya.
Rasa bahagia itu seketika menyeruak memenuhi relung hati.
"Ngomong ngomong, Mbak Ainun ini calon Istri nya mas Asyfal ya?" Tanya sang Dokter menerka.
Baru Ainun akan mengucap sesuatu yang Ia sendiri juga bingung akan menguluarkan kata seperti apa, tapi malah Asyfal yang menjawab pertanyaan sang Dokter.
"Iya Dok" Jawab Asyfal spontan seraya tersenyum ceria.
Sontak Ainun menatap Asyfal dengan tatapan seperti tadi, tatapan yang sulit di artikan.
"Oh, Wah bagus kalau begitu selamat ya untuk kalian. Kalian adalah pasangan yang cocok sekali" Ucap sang Dokter seraya tersenyum.
"Iya, Doakan agar Kami secepatnya menikah ya Dok" Ucap Asyfal sembari menampakkan wajah sendu.
"Iya, Saya Doakan semoga Kalian adalah pasangan yang sejati, hidup bahagia sampai maut memisahkan" Ucap Sang Dokter seraya tersenyum gembira seakan dapat merasakan kebahagiaan Ainun dan Asyfal.
Dari saat mendengar jawaban Asyfal yang mengatakan bahwa Ainun adalah calon Istrinya, Ainun hanya melongo dan Meng Aminkan setiap ucapan Asyfal dan terlihat senyuman Ainun menggambarkan kebahagiaan hati nya.
"Aduh, kok malah Saya jadi kelamaan di sini ya? Maaf ya Saya harus pamit, Pasien saya menunggu" Ucap Sang Dokter sopan, dan mengakhiri dialog mesra dengan pasangan sejati itu.
"Iya Dok, trima kasih ya?" Ucap Asyfal tersenyum.
"Iya, sama-sama, Oiya jaga dengan baik calon Suami nya agar cepat sembuh, dan Kalian akan segera melangsungkan pernikahan Kalian" Goda Sang Dokter.
Sudah kepalaang basah, Ahirnya Ainun nyebur sungai juga.
"Baik Dok, trima kasih ya sudah merawat Kak Asyfal dengan baik" Ucap Ainun tersenyum.
"Baik, Kalau begitu Saya permisi dulu, Mari semuanya" Pamit sang Dokter seraya tersenyum. Dan meninggalkan ruangan.
Tiba-tiba datang perawat membawa makanan untuk pasien.
"Ini, silahkan. Makanan nya harus di habiskan dan Ini obat nya juga harus habis " Ucap perawat ramah sambil menaruh makanan dan obat untuk Asyfal tersebut di nakas sampling tempat tidur pasien.
"Iya Trima kasih ya Mbak" Ucap Asyfal .
"Kalau begitu saya permisi dulu" Mari" Ucap perawat sambil tersenyum manis.
"Iya Mbak" Jawab Ainun.
Kemudian Perawat itu berlalu meninggalkan Keluarga Asyfal.
"Umi, Ayo kita makan Yu! Dari tadi Umi belum makan kan?" Ajak Abi.
"Tapi Asyfal gimana, Kan waktu nya Asyfal makan!" Elak Umi.
"Sudah Mi, kan Asyfal bisa makan sendiri" Ujar Abi.
"Tapi Bi! " Jawab Umi tertahan.
__ADS_1
"Udah Mi, ayo ikut Abi saja" Pinta Abi sambil menarik tangan Sang Istri.
Karena lapar dan tidak kuasa menolak keinginan sang Suami ahirnya Umi mengalah dan menuruti keinginan Abi.
Kemudian Abi dan Umi meninggalkan Asyfal dan Ainun.
Abi dan Umi hilang di balik pintu.
Oiya masih Ada Duo racun, masa Kalean lupa si?!
"Ayo Mah, Kita pergi saja! Suasana di sini gak enak! panas! bisa-bisa kebakar Kita nanti" Ujar Sista Sinis.
"Iya Ayok Sayang, Mamah juga males di sini" Seru Mamah Sista yang tak kalah Sinis dari sang Putri
Emak sama Anak sama-sama sinis! Pantes hidup nya nggak Ada bahagia-bahagia nya, selalu rumit saja semua urusan yang menimpa mereka.
Setelah kepergian Si Duo racun. Kini tinggallah Asyfal dan Ainun lagi. Entah dosa macam apa yang akan mereka perbuat lagi.
"Ainun?" Ucap Asyfal tiba-tiba saat Ainun terlihat melamun.
"Eh eng i iya" Jawab Ainun gugup. slalu saja begitu.
"Aku lapar Ainun" Rengek Asyfal manja.
"Apa?!" Tukas Ainun terkejut dengan ungkapan Asyfal.
"Iya, Aku lapar Ainun!" Ulang Asyfal manja.
"Iya, terus kenapa Asyfal" Jawab Ainun lembut.
"Suapin Aku ya" Pinta Asyfal dengan raut wajah melas dan manja, seperti seorang anak kecil yang ingin di belikan es krim.
Karena permintaan Asyfal, Ainun menjadi gerogi dan salah tingkah. Pasalnya Ia harus menuruti permintaan Asyfal.
"Maaf, Aku nggak bisa Fal" Tolak Ainun halus.
"Aku minta tolong Ainun" Ucap Asyfal dengan raut muka sedih.
"Baiklah, Aku akan .....menyuapi mu" Jawab Ainun gugup.
Kemudian Ainun mengambil makanam untuk Asyfal yang terletak di nakas.
"Kamu duduk di sini ya?" Pinta Asyfal seraya menepuk sisi kasur pasien. Dan meminta Ainun duduk di situ.
Jantung Ainun semakin berdegup kencang tak karuan. Karena permintaan Asyfal semakin menjadi-jadi alias nglunjak hihihi.
Saat ini Ainun duduk di hadapan Asyfal dan harus merasakan getaran-getaran hebat saat berdekatan dengan Asyfa.
Satu suapan pertama hampir berhasil. Dan Ainun mau tidak mau harus menatap wajah Asyfal, kalau Ia tidak mama suapan itu akan berakhir menjadi sebuah ceceran di lantai.
Dan saya selaku penulis kisah ini tidak pernah melihat seseorang yang tengah menyuapi orang lain tanpa melihat orang yang di suapi nya tersebut.
"Ainun kenapa tangan mu bergetar?" Goda Asyfal tersenyum manis pada Ainun.
DEG!
Ucapan Asyfal telah membuat Jantung Ainun yang mula nya memang bergetar kencang, kini malah semakin cepat dan tak karuan.
"Eh! eng anu em nggak kok Fal" Jawab Ainun gugup.
"Nggak papa kok, kalau kamu gerogi, kan memang Aku tampan" Ucap Asyfal cool.
"..." Telah habis kosa kata yang Ainun miliki selain hanya menebar senyum bahagia nya.
Suapan demi suapan telah berhasil masuk ke dalam mulut Asyfal.
Yang tentunya dengan tangan halus Ainun yang bergetar dan jantung yang semakin kencang tanpa mau berdetak seperti biasa.
Kini Asyfal dan Ainun telah merasakan kebahagiaan yang sesungguh nya.
Semoga kalian bahagia Asyfal dan Ainun. Dan kuat dan berhasil menghadapi ujian cinta berasama.
__ADS_1