
POV ASYFAL.
Matahari Senja kini telah hilang. Berganti Rembulan malam yang bersinar .
Dan Senja pun akan kembali besok jika waktu nya telah tiba. Kini Malam tlah tiba menggantikan senja yang indah.
Seperti biasa Asyfal sholat Magrib dan Isya' berjamaah di masjid dengan teman-temannya.
Setelah berjama'ah para pemuda tampan pulang ke rumah masing-masing.
Asyfal telah sampai di rumahnya.
Lalu Ia naik tangga menuju kamar. Sebenarnya Asyfal sudah tau tentang kedatangan Sista dan telah menginap di rumahnya. Tapi tetap saja Asyfal selalu mengabaikan Sista. Dan Sista pun sudah biasa di abaikan oleh Asyfal.
Ia langsung masuk ke kamarnya. Asyfal tengah merebahkan diri di kasur king size miliknya dan memikirkan Ainun. Slalu saja Ainun yang memenuhi pikirannya. Bagi nya memikirkan Ainun adalah pengantar tidur nyenyak dan pengobat rindu serta mendamaikan hatinya.
Entah bagaimana caranya Ia bisa memejamkan kedua matanya.
Ia terbangun di sepertiga malam untuk mendoakan Ainun. Pujaan hati yang slalu Ia harapkan menjadi pendamping hidupnya.
Asyfal berdoa, Air matanya terjatuh mengiringi Do'anya. Ia selalu menangis ketika mendoakan Ainun.
Begitu tulus cintanya pada Ainun. Hingga air mata nya rela Ia jatuhkan. Asyfal selalu mendoakan Ainun, walau Ainun bukan jodohnya sekalipun. Asyfal tetap saja mendoakan Ainun. Sungguh beruntung Gadis yang slalu Ia Do'akan.
Setelah Ia menunaikan Sholat Tahajjud ,Ia melanjutkan sholat Istikhoroh.
Setelah Ia menunaikan "Qiyamul Lail" Hatinya pun tenang. Jiwa raga terasa Damai. Ia kemudian melanjutkan Tidur malamnya dengan Damai. Berharap hari esok Ia akan mendapat kabar baik tentang kisah cintanya dengan Ainun.
******
POV AINUN.
Ainun telah sampai di rumahnya setelah acara pengajian rutin yang di gelar setiap malam jum'at dan tempatnya bergilir dari setiap anggota pengajian.
"Assalamu'alaikum" Ucap Ainun seraya melangkahkan kaki ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam. Eh kamu sudah pulang Nak?" Jawab Ibu.
Dan ternyata ada Sean yang sedang bertamu di rumahnya.
"Ainun" Sapa Sean. Ia kagum dengan calon Istrinya yang semakim canti saja.
"Iya" Jawab Ainun menunduk.
Untuk menghormati tamu sekaligus Calon Suaminya. Ia duduk untuk sekedar menemui Sean, tidak lebih.
Sebenarnya Sean sangat dendam dengan Gadis yang sebentar lagi akan menjadi Istrinya, tapi Ia menahan diri dulu. Ia menunggu waktu yang tepat untuk membalas Ainun dan Asyfal.
__ADS_1
Dan sebenarnya Ainun pun merasa bersalah dengan Sean karna telah menemui Asyfal apalagi Ia telah berani memeluk lelaki lain. Dan Ainun pun dapat di katakan telah 'Menyelingkuhi' Sean.
Tapi Ainun sangat mencintai Asyfal. Jadi Ia lebih memilih seakan tidak terjadi apa-apa. Toh menurutnya Sean juga tidak tau akan hal ini. Padahal Ainun tidak tau kalau Sean telah mengetahuinya, bahkan Sean dan Sista telah merencanakan 'Suatu Kejahatan' Untuknya dan Asyfal.
Sungguh malang Ainun dan Asyfal Akibat pelukan berdosa itu.Sampai membuat mereka harus merasakan sakitnya 'Dendam' Seorang Sista dan Sean.
"Ainun Ainun! Apa Kau pikir aku tidak tau? Ha! Aku tau semuanya! Aku akan membalasmu dengan hal yang tak akan pernah Kamu lupakan! Kali ini Kamu bisa tenang! Tapi tunggu saja Besok! Tunggu pembalasanku Ainun" Batin Sean.
Setelah lama terjadi keheningan antara Sean dan Ainun terjalin begitu lama. Maka Sean memilih untuk meninggalkan tempat ini alias pamit pulang.
Setelah berpamitan akhirnya Sean pulang juga. Kepulangan Sean adalah ketidak beruntingan baginya karna Ia sudah tidak bisa lagi memandang wajah Ayu calon Istrinya itu.
Tapi sebaliknya, Bagi Ainun adalah sebuah keberuntungan karna Ia sudah tidak melihat orang yang sama sekali tidak Ia sukai.
Setelah kepulangan Sean dari rumahnya. Ainun pun bergegas masuk ke kamar nya.
Kali ini Ia memilih mengunci kamarnya, takut kalau Ibunya masuk dan mendapati dirinya sedang menangis.
Iya! Setiap malam Ainun menangis Menagisi kisah cinta nya dengan Asyfal. walaupun tidak sedang beribadah, Tapi mulutnya tak pernah berhenti mendoakan Asyfal.
Sebelum tidur Gadis sholeha itu memilih Sholat Shunnah Dua Rokaat sebelum tidur. Berharap ketenangan dari Allah SWT.
Benar saja! ketenangan dengan sangat mudah Ia dapatkan setelah menunaikan Sholat Sunnah Dua Rokaat.
Kemudian Ia tidur. Sama seperti Asyfal ,Ia terbangun di sepertiga malam untuk Sholat Sunnah Dua rokaat, Sholat Tahajud, Serta Sholat Istikhoroh.
Setiap waktu Ia mendoakan agar Asyfal menjadi jodohnya. Sekali pun Asyfal bukan jodohnya sekalipun. Ainun tetap saja mendoakan Pemuda yang sangat Ia cintai.
Setelah Selesai menunaikan "Qiyamul Lail" Ainun pun tidur.
******
POV SISTA
Berkat jasa Seorang Ibu yang telah salah mendidik Anak Gadisnya dengan baik. Kini jadilah Sista Gadis yang jahat.
Sista menelfon Sang Ibu.
"Halo! Mamah, Sista punya kabar gembira Mah!" Ucap Sista
"Kabar gembira apa Sayang?!" Tanya Sang Ibu .Sudah di pastikan bagaimana gembira nya wajah di sebrang sana.
"Tau gak Mah! Ternyata Asyfal menyukai Gadis bernama Ainun" Ucap Sista.
"Itu namanya kabar buruk bodoh!" Ejek Sang Mamah.
"Eh tunggu dulu Mah! Iya memang, Tapi ada yang berniat memisahkan mereka Mah! Dan Mamah juga harus tau, Kalau orang yang mau memisahkan Asyfal dan Ainun telah memberi uang Sista " Ucap Sista Antusias.
__ADS_1
"Bagus dong! Siapa Nak? Jelaskan sama Mamah! Mamah mau denger berita bagus ini. Dan emang Kamu di kasih uang berapa?" Ucap Sang Mamah yang tak kalah antusias nya.
"Iiih Mamah... Ntar aja kalau Sista pulang. Ntar Sista ceritain ya. Oiya uang nya ada Sepuluh juta Mah! Gimana Banyak kan?" Ucap Sista.
"Waw! Banyak banget Sis! Mamah mau dong! " Ucap Mamah .
"Ih Mamah tuh ya, kalau urusan duit aja matanya langsung ijo! " Ucap Sista ketus.
"ih Kamu ya! Cerita ke mamah sekarang gak siapa yang kasih uang itu! Mamah penasaran tau!" Ucap Sang Ibu yang berhasil di buat penasaran oleh anaknya.
"Oiya Mah! besok adalah rencana Dia untuk memisahkan Asyfal dan Ainun Mamah! " Ucap Sista dengan girangnya.
"Waah Bagus dong! " Jawab Mamah Sista yang tak kalah girangnya.
Lalu mereka mengobrol dari barat ke timur, dari utara ke selatan. Sampai ponsel mati karna kehabisan bateray. Akibat bicara yang tak tentu arah.
******
Entah bagaimana ceritanya Asyfal dan Ainun bisa bersama dalam sebuah keadaan.
Asyfal dan Ainun terbangun akibat kebakaran hebat di sebuah ruangan. Seluruh tubuh Asyfal maupun Ainun telah terbakar.
Merek berteriak histeris. Setelah sekian lama terbakar, ahirnya mereka dapat memadamkan api yang membakar mereka.
Tapi nahas, Seseorang datang dan membakar Asyfal lagi. Dan Seorang itu memakai topeng. Hingga Asyfal maupun Ainun tidak mengetahui Siapa orang tersebut.
Tapi dalam peristiwa pembakaran Asyfal, Ainun sama sekali tidak menyalahkan seorang bertopeng yang telah membakar Asyfal.
Yang Ainun rasakan adalah, Asyfal terbakar atas ulahnya sendiri, padahal jelas-jelas Seorang bertopeng itulah yang telah menyebabkan Asyfal terbakar.
Asyfal berteriak minta tolong pun Ainun, tetap tidak bergeming. Karna Ainun pikir itu adalah kesalahan Asyfal sendiri.
"Ainun tolong Aku! " Pinta Asyfal.
"Tidak! ini semua salahmu Asyfal!" Ucap Ainun.
"Tidak Ainun! Dia yang salah, Dia yang telah membakarku! Bukan aku yang membakar diriku Sendiri!" Ucap Asyfal membela diri.
Saat ini, Ainun sangat bingung, mengapa bisa Ia tidak mempercayai Seorang Asyfal. Pemuda tampan yang sangat Ia cintai.
Mengapa begitu sulit untuk Ainun percaya dengan Asyfal. Padahal Ia sangat mengetahui bagaimana Asyfal bahkan sejak kecil. Sejak ikatan cinta itu mulai terjalin.
(Ternyata tadi itu adalah mimpi. )
Asyfal maupun Ainun terbangun dari mimpi yang sama dan waktu yang sama pula. Mereka terbangun saat Adzan Subuh.
Mimpi yang sangat buruk untuk mereka. Dan mimpi tersebut adalah pertanda kejadian yang akan terjadi hari ini.
__ADS_1