
Ainun terbangun saat Ia merasa bahwa saat ini tubuhnya sedikit terguncang seakan seperti sedang berada di dalam sebuah kendaraan. Dan Ainun juga mendengar suara kendaraan lain yang bersahutan seperti di jalan raya.
Perlahan Ia membuka kedua kelopak matanya. Ia menerjap bebepara kali sampai ahirnya Ia benar-benar mendapatkan kesadarannya.
Dyar!!! Bak di sambar petir!
DEG..... DEG.... DEG
Bunyi detak jantung Ainun yang terdengar tak betaturan. Berdegup kencang berantakan seperi jantungnya tidak waras yang sedang mengamuk. Ketakutan sudah lebih dulu singgah.
Benar saja! Kini Ia sedang berada dalam sebuah mobil dan.
Gadis itu terkejut bukan kepalang!
Ia sedang bersama dua orang lelaki berpakaian serba hitam tentunya tampak rapi, serta berbadan besar dan kekar. Dan mereka berada di depan kemudi. Sedang Ainun berada di kursi belakang kemudi.
Karena Ainun pikir sangat tidak mungkin bagi dirinya akan terjebak di dalam situasi semencekam ini!
Ia malah berfikir kalau Ia sedang bermimpi. Tapi sayang ini adalah kenyataan yang harus Ainun hadapi sekarang.
"Sean?! "Guman Ainun dalam hati.
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi ? Dimana Sean?! Perasaan tadi Ia bersama Sean dan Ia pingsan. Dan sekarang Ia sedang tidak bersama Sean.
Ainun tidak bisa berfikir sekarang.
Pikirannya seakan telah di buntu oleh ketakutan. Tapi jantungnya Yang bertindak cepat semakin lama semakin cepat berpacu. Keringat dingin mulai mengucur deras keluar dari pori kulitnya.
Keadaan yang Ia rasakan sangat mencekam. Takut sungguh sangat menakutkan bagi seorang Gadis Yang hanya bersama dengan dua lelaki garang menakutkan berada di dalam Mobil Yang sedang melaju kencang dan telah melewati beberapa belokan yang tidak sempat Ainun hitung disebabkan Ia pingsan tadi.
Ainun merasa telah di culik? iya! di culik lelaki bringas itu!
Ainun tidak pernah merasa di culik waktu di desa karena di desanya belum pernah atau lebih tepatnya tidak pernah ada kasus penculikan terjadi di desa tempat Ainun tinggal.
Wajar bahkan sangat wajar kalau Ainun merasa sangat ketakutan yang sangat mencekam sekarang!
Gadis itu terlonjak kaget setelah melihat keluar dari kaca mobil yang gelap, seketika terpaku juga tercengang saat Ia melihat dari luar kaca mobil ke arah jalanan.
Oh tidak! Itu jalanan beraspal dan terlihat jauh lebih besar dari yang pernah Ia lihat (JALAN TOL) yang bahkan Ainun tidak pernah melihat nya apalagi melewati nya. Sebab Ia tidak pernah ada sesuatu atau pun keperluan yang mengharuskan Ia melewaati jalan itu. Kalau pun Ia ke pasar, jalanan tidak sebesar ini.
Mau di bawa kemana Aku?! pikir nya dalam hati.
Susah payah Ainun menelan salivanya. Seketika bulu kuduk Ainun meremang. Ia bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi padanya.
ia merasa seakan kematian sudah berada sangat dekat bahkan di depan mata nya sekarang.
Keringat sebiji jagung mengalir berdesakan di pelipis Ainun.
Telapak tangan sangat dingin dan sudah basah seperti habis Ia cuci.
Jantung nya semakin berdebar kencang.
Bahkan bersuara pun Ia tidak sanggup sebab ketakutan itu membuatnya sangat tertekan.
Salah seorang lelaki itu menyadari bahwa Ainun telah sadar.
__ADS_1
"Hey lihat gadis itu sudah sadar" Ucap salah satu lelaki berbicara pada temannya Yang sedang mengemudi.
Sedang yang di ajak bicara hanya membalas dengan senyuman sinis.
Ketakutan gadis itu semakin terasa saat lelaki yang tampak bengis itu mengeluarkan suara yang sangat menakutkan.
"Sis si apa ka li an?" Cicit Ainun dengan suara yang terdengar bergetar.
"Diam!!!!" Teriak Lelaki tadi dengan suara menggelegar serta dengan wajah Yang amat sangat menakutkan bagi siapa pun Yang mendengar.
DEG!
Begitulah bunyi jantung Ainun sekarang.
Mendengar bentakan lelaki tadi menambah jantung Ainun berpacu lebih cepat. Keringat dingin semakin deras mengucur membasahi wajah ayu nya.
Ia menangis ketakutan. Suasana mencekam semakin menyiksanya.
Seakan Ia akan mati karena nya.
"To too long lepaskan saya.. sa sa ya ma u pu..."
Ainun bersuara lagi dengan getaran di bibirnya. Belum selesai bibirnya berucap, suara lelaki bringas tadi memotong nya.
"DIIIAAAMM!!!" Teriakan itu kembali terucap malah terdengar semakin menggelegar dan menakutkan dari teriakan yang sebelum nya.
Nyali gadis itu ciut seketika!
Ia merasa sudah sangat tak sanggup berada di situasi seperti ini!
Jari tangan nya bertautan saling meremas sampai basah karena keringat yang keluar dari telapak tangannya.
Nafas nya tersengal sengal! Dada nya naik turun menahan ketakutan yang sangat mencekam!
Degub jantung nya semakin bergemuruh merasakan ketakutan yang belum pernah Ia rasakan seumur hidupnya.
Tubuh Ainun bergetar hebat. Menggigil ketakutan. Seketika tubuh nya lemas tak berdaya akibat bentakan menggelegar Lelaki bringas nan kejam yang telah membawanya entah kemana.
Gadis itu seolah merasa bagai sapi Yang sedang menunggu saat akan di sembalih saat Hari Raya Idul Adha alias kurban.
Entah kemana kedua lelaki bengis itu akan membawanya! Tubuh Ainun panas dingin karena memikirkan hal menegangkan itu.
Semakin lama badan nya bringsut mendekat ke pojok. Entah seperti apa ketakutannya sekarang.
Sepanjang perjalanan gadis itu hanya bisa menangis sesegukan meratapi nasib nya sekarang ini.
Semakin lama tangisan nya terdengar sangat memilukan.
Ainun terus berdoa tanpa putus walaupun sesekali terdengar isakan memilukan nya sambil mulutnya berkomat kamit mengeluarkan doa yang Ia bisa.
Setidaknya Ia meminta pertolongan dari Allah SWT. Karena saat ini manusia saja tidak ada yang bisa menyelamatkannya. Karena mobil ini. sudah sangat jauh keluar dari desa Ia tinggal.
Bahkan Ia tidak lagi berani berbicara, karena Ia takut kalau harus mendengar bentakan dari lelaki yang menurut Ainun itu seperti preman yang ada di tivi. Bahkan lebih menakutkan dari itu.
Dulu Gadis itu hanya berfikir bahwa preman hanya ada di tivi. Tapi nyatanya preman itu malah sedang melalukan kejahatan kepadanya.
__ADS_1
Tapi kenapa preman yang ada bersama nya itu sangat rapi?! pikir Gadis itu
.
Dan jujur saja, andai kalian tau. Sebenarnya Ainun belum pernah naik mobil bagus yang ada AC nya seperti ini!!
Andai Ainun tau bagaimana cara membuka pintu mobil itu mungkin Ia akan lebih memilih membuka pintu itu dan langsung melompat atau mati saja daripada harus merasakan keadaan semencekam dan ketakutan akan nasib nya saat ini dan yang akan datang.
Itulah mengapa sejak tadi Ia sangat ketakutan memikirkan bagaimana caranya Ia keluar dari mobil ini.
Dan hanya satu keberuntungan gadis itu, Iya Ainun tidak mabuk perjalanan, jadi setidaknya penderitaannya berkurang satu. Tapi tetap saja nasib nya sangat tragis kali ini.
Tak lama berselang, ahirnya Mobil yang di tumpangi Ainun dan kedua lelaki bengis itu berhenti.
"Kenapa berhenti?" Tanya salah satu preman yang tidak memegang kemudi stir itu.
"Gue mau buang air dulu!" Kata preman yang tadi menyupir itu.
"Sial! yaudah sana cepetan pergi! Awas kelamaan! " Ucap preman itu mengancam.
Kemudian preman yang berniat buang air tadi itu keluar dan menuju toilet.
Lalu Ainun mendapatkan cara untuk kabur, Ia berharap bisa lolos dari preman ini dan berhasil lalu minta bantuan pada warga yang baik hati dan tidak sombong agar mau mengantarkan ke kantor polisi untuk mengantarkan Ia pulang ke desa nya. Begitulah pemikiran Ainun.
Ia tidak tau daerah kota. Ya kalau Ia bertemu dengan orang baik. Ya kalau bertemau orang yang lebih jahat bisa bisa Ia bisa menjadi mangsa empuk, mengingat betapa suci dan polosnya Gadis ini.
"Pak, ssa sa yaa ma uu ke .." Cicit Ainun tertahan sambil mulutnya bergetar dan ahirnya terpotong lagi oleh auman srigala preman itu.
Pak? iya pak! Ainun bingung harus panggil apa? masa mau panggil mas?.
"Cepetan! ngomong aja lelet amat!" Sentak preman tadi dengan mata melotot tajam seakan ingin menerkam Ainun.
Padahal sebenarnya preman itu tau kalau Ainun ingin ke kamar mandi. Preman itu hanya menakut-nakuti Ainun saja. Menurunua sangat lucu jika melihat wajah ketakutan Ainun.
Ainun semakin ketakutan mendengar suara menggelegar itu.
Tapi kali ini Ia harus berani! Ia harus menepis rada takut itu agar bisa kabur. Pikirnya dalam hati.
"Ke ka mar mandi! " Lanjut Ainun berhasil walau masih dengan bibir yang bergetar dan keringat sebesar biji jagung semakin deras mengucur dari dahinya.
"Ah sialan! Nyusahin aja nih orang! Kalo nggak cantik dan bukan milik tuan udah pasti akan gue 'ituin' setelah gue puas baru gue buang ke semak semak " Ujar preman itu dengan menekankan kata 'itu' sambil tersenyum miring dan senyuman itu terlihat seperti lelaki yang betnafsu saja.
DEG!!
Ainun seakan membeku!
Ainun semakin bergidik ngeri. Dan ketakutannya semakin membuncah saat mendengar kata 'itu' yang terucap dari mulut preman itu. Ia berpikir apakah Ia akan di jual oleh preman ini?!
Saking terpaku dan ketakutannya Ainun, sampai Ia tidak menyadari bahwa pintu sudah di buka oleh preman itu.
"Heh! Jadi ke kamar mandi nggak!! " Bentak preman tadi.
Melihat preman itu berdiri semakin menambah ketakutan nya Gadis ini. Apakah Ia bisa kabur mengingat betapa besar, kekar dan kuatnya preman yang telah menculiknya ini. Tapi setidaknya Ia berusaha untuk kabur dari preman bengis ini.
Lantas Gadis itu melangkahkan kaki turun dari mobil ini dan.
__ADS_1
Kabuuuuurrrrr!!!