
Sista menempuh perjalanan dari Jakarta ke Desa selama kurang lebih Dua belas jam.
Ia hanya berangkat dengan 'Om Andi' (Adik kandung Mamah Sista) Atas anjuran Mamah nya.
Serta tanpa sepengetahuan Ayah nya. Mungkin jika Ayah Sista tahu kalau ia pergi ke Desa sudah pasti Beliau tak akan mengijinkan.
Sista dan Paman nya telah sampai di Desa Asyfal.
Mereka sampai di Desa Pukul Empat pagi.
Kebetulan Abi dan Umi Asyfal belum pulang dari masjid usai sholat subuh. Mereka masih Wiridan (Dzikir setelah Sholat Lima waktu) Di masjid Pondok pesantren milik Ayah Asyfal.
Tok Tok Tok
Sista mengetuk pintu rumah Asyfal.
Gadis itu mengetuk pintu lama sekali . Sista terus saja mengetuk pintu di depan nya karna belum Ada tanda-tanda pintu itu akan di buka .
Setelah lama ia ketuk pintu di depan nya itu ahirnya pintu itu pun di buka. Dan seorang wanita hampir tua umur nya tiba-tiba saja muncul dari balik pintu.
Dan ternyata Bi Iroh yang membuka pintu nya. Bi Iroh memakai daster oblong dan terlihat sedikit semrawut.
"Eh Mbak Sista sudah sampai to, Mari silahkan masuk" Sambut Bi iroh dengan senyum manis nya. Sembari bergeser sedikit memberi Jalan untuk Gadis itu supaya masuk ke dalam rumah.
Sista segera menyimpulkan bahwa wanita hampir tua di hadapan nya pasti pembantu rumah Asyfal.
"Lama amat sih buka pintu nya! Pakaian kamu kucel banget sih! Kamu pasti pembantu ya?! " Ucap Sista spontan. sembari menampakkan senyum menghina nya.
Bi Iroh terlekejut mendengar hinaan Gadis sombong di hadapan nya ini.
Bi Iroh hanya tersenyum getir menanggapi hinaan Sista.
"Iya Mbak Sista maaf tadi saya masak. Jadi maafkan saya karna terlambat buka pintu" Ucap Bi Iroh sopan. Bi Iroh hanya menghormati tamu.
Bukan takut dengan Sista.
"Ya Allah apa Gadis ini tidak pernah di ajari sopan santun sama Orang Tua nya? Memang sih Mamah nya orang yang sombong. Tapi Ayah nya adalah seorang yang baik. Sama seperti Tuan (Ayah Asyfal). Ya Mungkin ikut sifat Mamah nya Kali ya" Batin Bi Iroh. Matanya memandang Gadis itu dari atas sampai bawah.
Sista yang merasa dirinya sedang diperhatikan Bi Iroh. Ia merasa tidak nyaman.
"Hey kamu ngapain ngelamun?!" Sentak Sista. Mata nya melotot bibir nya maju Lima senti.
Kaki nya melangkah maju untuk memasuki rumah yang sangat mewah.
"Eh enggak kok Mbak Sista. Tuan dan Nyonya masih di masjid. Oh iya tadi Nyonya Bilang kalau mbak sudah datang. Mbak langsung di suruh istirahat di kamar aja" Ucap Bi Iroh. Beliau tetap sopan walaupun dalam hati berteriak ingin memukul Gadis sombong di hadapan nya ini.
"Iya iya bawel banget. Eh kak Asyfal mana Bik? " Tanya Sista Gadis itu tersenyum sembari menengok kanan kiri.
"Den Asyfal sedang pergi mbak ke rumah temen nya dari kemarin" Ucap Bi Iroh.
"Oh, kapan Kak Asyfal pulang Bik?" Tanya Sista Sembari melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah menuju sofa.
"Saya tidak tau Mbak kapan Den Asyfal pulang" Ucap Bi Iroh.
Sista sudah duduk di sofa berwarna putih itu.
"Bi bikinin Aku minum gih sana" Perintah Sista pada Bi Iroh sembari mengisyaratkan tangan seperti mengusir.
"Baik Mbak" Ucap Bi Iroh. Beliau membalik kan tubuh nya dan berjalan menuju dapur.
Baru dapat tiga langkah. Sista sudah memanggil nya lagi.
"Eh Bik tunggu dulu" Sentak Sista pada Bi Iroh.
"Iya, Ada apa Mbak Sista?" Tanya Bi Iroh setelah berbalik ke tempat Sista.
"Emang Bibik tau aku mau minta minum apa?! " Ucap sista Sambil tersenyum jahat.
"Iya Mbak maaf, Mbak Sista mau minum apa?" Tanya Bi Iroh tetap sangat sopan menghadapi monster itu.
"Aku mau minum susu hangat. Susu nya yang kental ya bik. Sama gula nya sedikit aja" Perintah Sista. Gadis itu memerintah seperti seorang ratu yang seenak jidad nya pada pembantu nya.
__ADS_1
"Iya Mbak akan Saya buat kan, tunggu sebentar ya?" Jawab Bi Iroh.
"Ya yasudah sana cepetan aku udah haus" Usir Sista dengan menggunakan tangan nya sebagai kode bahwa ia mengusir Bi Iroh dari hadapan nya.
Kemudian Bi Iroh berjalan menuju dapur untuk membuat minuman pesanan dari Gadis Angkuh dan Sombong seperti Sista.
"Enak ya punya Babu, bisa nyuruh-nyuruh seenak nya. Mamah sama Ayah kenpa sih nggak ambil pembantu aja. Pokoknya kalau aku pulang. Aku akan minta sama Ayah buat ambil pembantu! "Batin Sista dalam hati.
Gadis itu beranjak dari sofa nya dan berjalan melihat lihat apa yang berada di dalam rumah Asyfal.
Sista mengedar kan pandangan ke segala arah. Ia terkesiap akan kemewahan rumah Asyfal.
Ia tengah melihat foto Asyfal beserta Abi dan Umi. Saat Asyfal yang saat itu kira kira ber umur Delapan belas tahun itu sedang menunaikan 'Haji' bersama Abi dan Umi nya.
"Asyfal Kamu sangat tampan .Kaya lagi. Aku harus bisa menjadi Istrimu. Kalau aku bisa menjadi Istri Asyfal kan aku bisa menikmati Harta nya juga. Aku juga akan kaya. Hidup enak, foya-foya, dan.
Ah! begitu bahagian nya diriku ini Haaha "Batin Sista dalam hati. Sembari senyam senyum sendiri
Bi Iroh baru akan memanggil Sista kalau Susu yang ia minta sudah jadi. Tapi Bi Iroh mengurung kan niat nya dulu. Ia memperhatikan Sista yang dari tadi melihat foto Asyfal lama sekali.
Dan Gadis itu juga tersenyum sendiri. Seakan sedang menunjukkan kalau diri nya menyukai Asyfal.
"Apa Mbak Sista menyukai Den Asyfal?. Ah! Semoga saja Den Asyfal tidak mendapat kan jodoh seperti Mbak Sista. Den Asyfal itu orang yang baik . Mbak Sista itu tidak cocok untuk Den Asyfal .
Kasian kalau Den Asyfal menikah dengan Mbak Sista. Ya Allah, semoga Mbak Sista tidak menjadi Istri Den Asyfal kelak. Amin" Batin Bi Iroh. Ia masih berdiri di tempat serta menyaksikan gerak gerik Sista.
Sista menoleh dan mendapati Bi Iroh berdiri mematung karna memperhatikan dirinya.
"Taruh di atas meja aja Bi" Perintah Sista .Jari telunjuk nya menunjuk meja yang Ada di tengah sofa.
"Iya Mbak, silahkan di minum dulu, kalau gitu Saya permisi ke belakang dulu ya mbak" Ucap Bi Iroh sembari meletakkan Susu yang Sista minta.
"Ya Yaudah kalau mau pergi ya pergi aja" Ucap Sista dengan sinisnya.
Sista menuju sofa untuk mengairi tenggorokan nya yang sudah sangat kering. Ialu ia duduk di atas sofa menunggu Abi dan Umi pulang dari masjid. Dan yang paling di tunggu kepulangan nya adalah Asyfal .
Kemudian Bi Iroh pergi ke dapur untuk melanjutkan kegiatan memasak nya yang tertunda karna harus melayani Gadis angkuh nan sombong macam Sista.
"Assalamu'alaikum" Ucap salam Abi dan Umi Asyfal bersamaan.
Karna mendengar ucapan salam Sista menoleh ke arah suara itu. Dan mendapati bahwa Abi dan Umi sudah pulang dari wirid nya di masjid.
"Tante sudah pulang" Jawab Sista seraya menghambur ke pelukan Ibu nya Asyfal.
Ibu Asyfal lebih suka di panggil 'Tante' Dari pada harus di panggil 'Bibi'.
Karna menurut nya panggilan 'Bibi' Itu lebih pantas untuk seorang pembantu. Ya sebenar nya Ibu Asyfal adalah seorang wanita yang sedikit tidak baik. Berbeda dengan Suami nya. Sedang Suami nya adalah Seorang yang sangat baik.
"Iya sayang, Kamu kapan sampai di sini?" Tanya Ibu Asyfal sembari mengeratkan pelukan nya pada Sista.
"Tadi Tante, jam Empat" Jawab Sista girang.
Acara peluk memeluk tlah usai. Segera Sista mengajak Ibu Asyfal untuk berbincang di sofa.
Sista tidak mengucap salam atau pun bersalaman tangan dengan Ayah Asyfal. Jangan kan bersalaman .Menyapa nya pun tidak. Sista mengacuh kan Paman nya. Sama sekali tidak Ada hormat-hormat nya pada Orang Tua.
"Sungguh Gadis yang tidak baik, Jangan sampai Ia mengganggu Anak ku" Batin Ayah Asyfal.
Ia sangat kuatir jika sampai Asyfal mendapatkan pasangan seperti Sista.
Kemudian Ayah Asyfal melanjutkan perjalanan menuju kamar nya. Dan bersiap untuk pergi ke pesantren milik nya.
Sista dan Ibu Asyfal tengah berbincang di sofa.
Di tengah perbincangan mereka.
"Kamu nggak cape nak? Kalau kamu cape istirahat aja dulu di kamar. Kamar kamu udah siap kok" Ucap Ibu Asyfal.
"Iya Tante Trima kasih Sista nggak cape kok. Nanti aja Sista ke kamar" Ucap Sista menolak halus tawaran Tante nya.
"Oh, yaudah kalau gitu, Kamar kamu ada di atas ya Nak, sebelah kamar Asyfal" Terang Umi Asyfal.
__ADS_1
Sista kaget sekaligus bahagia. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya.
"Bener Tante?" Ucap Sista sumringah.
"Iya Sista, Maaf ya Tante ada urusan hari ini. Tante harus pergi sekarang. Kalau kamu cape istirahat aja ya nak" Ucap Ibu Asyfal. Beliau beranjak dari tempat yang telah ia duduki bersama Sista.
"Iya Tante nggak papa kok" Ucap Sista tersenyum .
"Yauda Tante pamit dulu ya" Pamit Tante meninggalkan Sista yang maaih anteng di sofa.
"Kalau kayak gini Aku mau banget tinggal selama nya disini" Batin Sista . Gadis itu menyeringai dan setelah itu ia tersenyum miring .
Karna lelah Sista memutuskan untuk ke kamar saja. Walaupun ia tidak sedang mengantuk. Ia sangat ingim bertemu dengan Asyfal. Ia sangat merindukan Asyfal. Itu lah mengapa rindu menggantikan rasa kantuk nya.
Ia berjalan menuju kamar nya.
Tapi sebelum ia sampai.
Ia melihat sebuah pintu yang terdapat bingkai indah bertuliskan
"Asyfal Mubarak".
Entahlah! Gadis itu sangat lancang, tidak tau aturan, tidak punya sopan santun, tidak punya malu, tidak punya harga diri dan masih banyak lagi.
Tanpa rasa takut sedikit pun Sista menuju kamar Asyfal dan berniat membuka kamar Asyfal. Entahlah! Dimana coba pikiran Gadis itu.
Tapi sayang, nasib baik tak berpihak pada nya. Pintu kamar Asyfal dalam keadaan terkunci.
(Haha kasian deh lu!)
"Ah! sial kamar nya dikunci lagi!" Umpat sista. Ia mendengus kesal.
Niat buruk nya gagal total.
Kemudian Ia menuju kamar nya dan menutup pintu dengan kencang. Gadis yang tidak bisa menutupi aib sendiri.
Ia segera menghempas kan diri di kasur king size milik keluarga Asyfal.
Baru juga Lima menit Sista merebah kan diri. Suara Dua orang lelaki terdengar nyaring di telinga nya.
"Wah, selamat ya fal semoga pertemuan mu dengan nya berjalan lancar. Aku doakan semoga Ainun adalah jodoh kamu" Ucap Andre sembari menampakkan senyum bahagia nya.
"Amin. Makasih ya Ndre, Kamu memang sahabat yang paling ngertiin aku" Jawab Asyfal sembari menepuk pundak Andre.
"Hehe iya Fal sama-sama. Oh iya mau aku temenin nggak? " Tawar Andre pada Asyfal.
"Eh, nggak usah Ndre, Aku malu lah" Tolak halus Asyfal.
"Oke, Jangan grogi ya he he" Goda Andre .Ia tersenyum konyol.
"Doa in yang terbaik aja ya Ndre"
Ucap Asyfal.
"Ya pasti lah! oh iya kamu ntar jam sembilan kan?" Balas Andre sembari menepuk pundak Asyfal.
" Iya Ndre aku nanti akan menemui Ainun jam sembilan"
Kemudian mereka masuk ke dalam kamar untuk melanjutkan perbincangan mereka.
***
DEGGG!
Seketika sakit menjalar dari hati ke seluruh tubuh. Panas membakar semua yang hidup dalam tubuh nya. Air mata terasa panas membasahi pipi.
Seketika ia jatuh terduduk di lantai berbahan marmer itu.
"Ainun! Kau tidak akan mendapat kan Asyfal! Dan kau Asyfal kau takkan bisa mendapat kan Ainu! Aku janji itu! " Ucap Sista dalam hati.
Sekarang pukul setengah sembilan pagi.
__ADS_1
"Aku harus siap-siap sekarang dan mengikuti kemana pergi nya Asyfal Akan aku hancur kan mereka" Ucap Sista.