
Adel semakin mempercepat langkah kakinya, dia melihat ke sekeliling, ke kiri dan ke kanan. Memastikan dia benar-benar aman.
Drrrtttt..
Getar Hp nya menandakan sebuah panggilan masuk lagi.
"Andre." Eja Adel pada sebuah nama yang muncul dari layar Hp.
Adel nampak ragu untuk menjawab telpon, dengan begitu dia memilih untuk menarik tombol akhiri telpon.
Tak lama setelah berjalan beberapa langkah dia sudah berada di jalanan utama tempat biasanya sebuah taxi lewat. Dia berdiri dan mengamati sepanjang arah jalan namun masih tidak nampak sebuah taxi juga. Saat bosan menunggu dan hampir saja dia akan meminta Andre untuk menjemputnya, tiba-tiba sebuah mobil berwarna silver berhenti tepat dimana dia berdiri.
Sebuah mobil mewah, Adel penasaran siapa pemiliknya dan sampai kebetulan berhenti di depan matanya.
Adel terus saja mengamati mobil karena pemilik tidak juga kunjung keluar.
"ANDRE!" Hampir tak bisa percaya ternyata orang yang keluar dari mobil adalah Andre.
Dengan senyuman tanpa bertanya ataupun membiarkan kesempatan pada Adel untuk berbicara, seolah tak sabar sekali Andre langsung menarik lengan Adel hingga tak lama tanpa sebuah penolakan Adel sudah masuk ke dalam mobil.
Adel cukup terkejut saat memasuki mobil ternyata ada seorang supir yang mengantar.
"Kita senang-senang sekarang!" Teriak Andre begitu senangnya. Padahal Adel masih belum bisa membiasakan dirinya di luar rumah setelah beberapa kejadian yang tidak bisa dia sebutkan.
Tanpa ragu Andre menyambut wanita yang dia tunggu dengan sebuah ciuman yang langsung mendarat di bibir, beberapa detik sedikit memanas hingga dengan tak sabarnya bibir dan lidah yang dia mainkan sangat dominan. Adel tak begitu nyaman saat dia harus berciuman di dalam mobil sedangkan di depannya ada seorang supir, sedikit menolak Adel berusaha mendorong tubuh Andre yang sedikit condong padanya.
"Pak! berhenti!" Pinta Andre seketika.
Supir yang bingung segera memberhentikan mobil dengan memarkirkan mobilnya di samping jalan.
__ADS_1
"Sekarang aku mau ke hotel di depan!" Ucap Andre. Padahal dia tidak perlu sampai menghentikan mobil juga.
Supir mulai gugup apalagi diusianya kini harus menyaksikan dua anak muda yang memanaskan suasana.
Tak lama setelah pertigaan, jalur kiri adalah jalan menuju hotel terdekat.
Andre sangat tak sabar dan segera menarik Adel keluar dari mobil, meminta sebuah kunci lalu masuk ke dalam ruangan yang sudah biasa dia kunjungi dengan Adel. Sudah lama sekali hubungan ini berlangsung, entah karena alasan apa Adel maupun Andre tak mengakhirinya meski keduanya mempunyai pacar lain.
Andre segera meraba bagian atas tubuh Adel, adalah sesuatu kesenangan baginya. Kembali mencumbu bibir ranum Adel dan terus mendorong tubuhnya hingga terjatuh di atas kasur empuk. Seterusnya Andre tak menahan diri lagi, langsung membuka seluruh pakaian yang melekat pada tubuh Adel, hingga tak tersisa. Siang ini akan menjadi hari yang panjang, bagi Andre maupun Adel yang akan tenggelam dalam kebahagiaan mereka berdua.
Saat dunia terasa milik berdua, tidak ada apapun alasan yang akan menghentikan sedikit waktu untuk keduanya.
Adel tak begitu setia, dia masih memiliki seorang suami dulu, dan tanpa Andre ketahui jika Viona adalah miliknya berdua tidak ada yang tahu selain dirinya yang setelah hamil dan melahirkan Viona.
#####
Saat begitu masuk untuk pertama kalinya nampak sorot mata satpam yang kebingungan dengan situasi di dalam rumah. Bukan hanya berantakan tapi juga kotor ada tanah dan bekas sandal atau sepatu di lantai.
Tak lama setelah masuk tiba-tiba Oma mendekat. "Ambil ini dan tolong bersihkan, silahkan periksa ruangan. Saya mau pamit istirahat!" Ucap Oma. Raut wajahnya tampak lelah membuat Sarah bertanya-tanya, namun seperti biasa dia tidak berani untuk menanyakan langsung pada Oma.
"Sarah! Kau antar Pak Satpam dan tunjukkan beberapa tempat." Perintahnya lagi yang langsung disetujui Oma.
"Oma, bisa saya periksa CCTV?" Tanya satpam.
"Tidak perlu." Jawab Oma singkat.
Jawaban Oma membuat Sarah menaikkan alisnya, merasa heran dan tak percaya. Harusnya Oma menyerahkan permasalahan CCTV pada satpam untuk saat ini, hak itu akan mempermudah kan? Tapi Oma menolaknya.
Sesaat satpam menoleh pada Sarah. "Sepertinya tidak perlu, CCTV nya sudah lama tidak berfungsi." Jawab Sarah beralasan.
__ADS_1
Seperti yang diminta, Satpam segera melakukan banyak kegiatan di ruangan itu, semua yang hanya diizinkan oleh Oma.
####n
Di dalam kamar Oma tampak resah, raut wajahnya cukup jelaskan memperlihatkan situasi hati Oma saat ini.
Cukup menguras tenaga, kali ini Oma harus berurusan lagi dengan masalah turun temurun keluarga. Kemunculan koin pertama langsung membuat Oma mengerti dan tahu apa yang sedang terjadi dengan kutukan masalalu yang sudah sangat lama dia sembunyikan dari siapapun. Dan mengapa sekarang harus muncul lagi? Saat di usia senjanya membuat Oma khawatir tidak dapat menyelesaikan masalah itu.
Oma duduk di kursi yang menghadap ke arah jendela, matanya terpejam dan tampak napas dari dadanya yang naik turun. Oma hanya merenung sendirian memikirkan segala hal dari sekarang, setelah suaminya tiada ketakutan terbesarnya malah terjadi. Dan tidak ada yang tahu selain dirinya atas semua masalah yang dilakukan oleh Arin dan anak cucunya yang lain di villa, Oma menyesal tidak menceritakan pada menantu anak semata wayangnya yaitu Sarah. Jika untuk sekarang tidak mungkin dia berbicara tiba-tiba, yang ada Sarah akan hancur dengan masalah yang tidak dia ketahui banyak.
Berat rasanya, beban usia tidak sebanding dengan ancaman di kemudian hari. Bagaimanapun menyegel iblis pada Arin tidak akan bertahan lama. Suatu waktu roh itu akan membuat Arin lemah hingga kejadian terburuk mungkin saja terjadi.
Lama Oma berpikir, tanpa dia tahu Rendra sudah berdiri di dekatnya cukup lama.
"Aku kembali." Ucap Rendra.
Spontan mata Oma terperanjat dia segera berdiri dari tempat duduknya dengan susah payah.
Bagaimanapun Oma tak bisa menyembunyikan rasa rindu yang begitu dalam pada anak semata wayangnya yang sudah tiada, menyesal sekali karena anak laki-laki dari keturunannya akan menjadi sosok roh vampir yang gentayangan.
Tak lama mata Oma sudah berkaca-kaca melihat Rendra.
"Aku tidak menyesal Bu, aku bisa kembali dan menemui keluargaku." Ucap Rendra dan mendekat ke arah ibunya.
Oma tak menjawabnya.
"Aku akan menjaga keluarga kita dan mengembalikan keadaan." Terang Rendra dalam pelukan Ibunya. Sudah 5 tahun berlalu dia harus menjadi roh, dan karena ketidaksengajaan pintunya terbuka dan bisa masuk kembali ke dimensi manusia dengan sosok seperti sekarang, orang mengatakannya adalah vampir.
Oma segera mengusap tangisannya. Dia langsung berjalan menuju lemari kaca di kamarnya itu. Mengambil beberapa buku dan beberapa kunci. Entah apa tapi Rendra hanya terus memperhatikannya.
__ADS_1