Beda Dunia

Beda Dunia
Arin koma


__ADS_3

Suasana rumah seperti biasa sangat menenangkan, hanya semilir angin kecil yang beberapa kali menerpa kulit.


Key masih duduk di atas kasur sendirian. Setelah mendapatkan suatu respon yang tidak pernah dia harapkan dan akhirnya Key menjadi kecewa. Mau bagaimana lagi tidak ada pilihan jalan yang bisa dia tempuh untuk memecahkan teka-teki tentang keluarganya, atau mungkin akan ada momennya nanti entah kapan.


Setelah pikirannya benar-benar buntu, dia harus menyusun rencana lain di luar yang bisa diperkirakan nya. Dia akan mencari tahu segalanya sendiri, lagipula tidak sulit dia terbiasa sendiri dalam keluarganya.


Key berjalan keluar rumah dia tahu di rumah mungkin sudah tidak ada siapapun termasuk ayah. Sekilas memikirkan Ayahnya Key pasti membayangkan wanita yang selalu mendatangi Ayah. Kadang seperti sekarang yang terjadi, Key akan merasa penasaran tapi dia masih belum berani mengambil langkah keputusannya. Alhasil dia hanya bisa menyerahkannya pada waktu, menunggu momen yang benar-benar bisa ada satu jalan dengan sendirinya.


Tidak ada tempat yang dituju, setelah keluar rumah Key sudah bosan melakukan banyak hal di luar nalarnya. Meski 5 tahun hidup sebagai identitasnya yang sekarang tapi semua hal yang bisa dilakukannya masih membuat dia merasa janggal. Perasaan dulu seperti di masa lalunya tetap membayangi kehidupan Key.


Belum jauh berjalan Key langsung teringat lagi dengan seorang wanita yang dia tinggalkan di rumah sakit. Kali ini hal itu mulai mengganggunya, dia penasaran dan ingin pergi ke rumah sakit mencari tahu tentang wanita itu. Meski ragu dan masih bertanya-tanya dengan bingung apakah sesuatu yang dilakukannya salah atau tidak? Tapi Key tidak bisa terus menahan rasa penasarannya lagi, sedikit demi sedikit dia akan mencoba sesuatu yang baru. Seperti pergi ke rumah sakit dan memastikan wanita itu baik-baik saja.


Tidak seperti yang dilakukan oleh banyak orang normal pada umumnya. Harus menaiki kendaraan, melewati jalanan, berpapasan dengan orang-orang. Key tidak terbiasa dengan hal itu, dia lebih senang menentang semua pepatah uang pernah diperingatkan oleh Ayahnya agar dia bisa hidup sesuai aturan. Key menganggap tidak salah karena menggunakan kemampuannya sendiri seperti pergi dengan cepat ke satu tempat yang dia tuju.


Memang benar tidak memakan waktu dan hanya membutuhkan sedikit tenaga. Beruntung sekali dia memiliki kemampuan yang tidak normal seperti itu alhasil Key hanya butuh sekejap mata untuk sampai di depan gedung rumah sakit yang sudah dia bayangkan.


Key berdiri dari kejauhan, membagikan tatapannya dengan teliti bahkan bersamaan indera penciumannya berfungsi baik. Dari banyaknya orang dengan indera penciumannya Key bisa menentukan apakah wanita itu masih ada di dalam ruangan? Tidak perlu pergi ke dalam rumah sakit dan langsung mendatangi ruangan untuk mencarinya.


Ekspresinya sangat tenang dan mulai menunjukkan hasil yang diharapkan. Key langsung berpindah tempat lagi, sekarang dia berada di depan ruangan wanita itu, Key tahu jika wanita itu masih dalam perawatan di dalam ruangan sana namun kondisinya tidak baik. Darii detak jantungnya wanita itu tampak lemah.

__ADS_1


Tak lama raut wajahnya berubah lagi, Key langsung bersembunyi menyembunyikan kehadirannya hingga dia harus pergi ke tempat yang cukup jauh dari tempat itu. Ada seseorang yang datang namun bukan manusia. Dia cukup terperanjat kaget setelah mengetahuinya, Key mulai berpikir jika makhluk sepertinya mungkin banyak tidak hanya keluarganya sendiri.


#####


"Kita harus membunuh wanita itu sebelum waktu terus berlalu dan sosok aslinya muncul kemudian hubungan yang sudah kita jaga di dunia ini tidak ada apa-apanya." Seorang wanita berdiri dengan tatapan dingin, raut wajah serius ketika mengatakannya dengan yakin.


Sepasang mata dari tadi menatap heran, namun tidak ingin mengakuinya jika omong kosong atau gurauan yang biasa dilakukan akan mengganggu perasaan seorang wanita di hadapannya.


"Aku serius. Sejak kapan aku berbohong?" Suara lantang terdengar membuat lelaki sebagai teman bicaranya terperanjat kaget.


"Bukan itu maksud ku." Elaknya segera menepis pendapat sepihak wanita. "Kita akan melakukannya, aku pikir itu rencana yang bagus." Jelasnya lagi.


"Baiklah jika kau sudah mengerti aku ingin rencana ini tak pernah gagal, apapun alasannya." Ucapnya mengakhiri percakapan keduanya.


"Ayah!" Seru suara yang terdengar familiar. Suara itu menarik matanya dan mendapati anak lelakinya berdiri canggung.


"Kau sudah pulang lagi, duduklah dan sebaiknya kau tunggu kakak mu." Sambil beranjak pergi bermaksud untuk menghindari perkataan yang akan diucapkan puteranya itu.


"Siapa wanita itu ayah?" Pertanyaan ketus. Singkat namun jelas membuat jiwanya terguncang, tak ingin membahas apa artinya perkataan itu.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu tidak lebih." Ucapnya terdengar pasrah karena tak mendapati jawaban yang dia inginkan dari ayahnya.


Sepasang mata yang melihat puteranya pergi tanpa memberikan penjelasan yang harusnya dia bagikan saja, apapun itu lebih baik kan. Namun perasaan ragu masih tetap membuatnya bungkam saja.


Key hanya bisa pasrah membalas tatapan Ayahnya. Sejauh ini mungkin sudah berapa kali dia merasa tidak puas, entah tentang hidupnya atau tentang keberadaan dia dalam keluarganya.


#####


Karena kecelakaan itu Arin harus koma, mendapati luka yang dalam dan sampai detik itu dia masih tidak menunjukkan baik-baik saja.


Seorang ibu yang memandangi kosong ke arah jendela ruangan dengan pintu tertutup. Sorot matanya benar-benar pasrah, dalam hati yang dia rasakan hanya perasaan yang sangat bersalah.


Andai saja ini tidak terjadi, andai saja Arin tak dibiarkan sendiri karena keegoisan sesaat. Harusnya Arin tetap sehat dan kehidupan keluarganya tetap baik-baik saja.


Yang dirasakan seorang ibu dalam kondisi itu mungkin tidak dapat membuat banyak orang paham, apa artinya itu penyesalan bagi seorang ibu, karena sikapnya seseorang harus terbaring lemah melawan maut.


Tak terasa air mata langsung membanjiri kedua pipi. Tangan kanannya langsung enteng menyeka air mata itu, dengan tatapan yang masih kosong.


Ketika bola matanya bergerak ke arah sisi lain, pemandangan di sana semakin membuat hati teriris. Tidak seperti keluarga pada umumnya, dia harus membagi kasih sayangnya pada dua orang anak, tapi keputusan itu malah membuat anaknya sendiri menanggung beban. Tidak adil.

__ADS_1


Dalam kondisi buruk ini dia harus menerima balasan yang tidak baik. Anak lain yang dia banggakan, dia besarkan sama halnya ketika dia menjaga dan membesarkan anak kandungnya sendiri, namun didikannya sebagai ibu tiri membuat hubungan itu memperlihatkan perbedaan yang menyakitkan.


Tak lama dalam lamunan seorang dokter singgah dalam perhatian matanya, tampak baru saja keluar Darii ruangan Arin. Secara sadar dia berlari memburu dokter berharap dia bisa berada di dekat Arin.


__ADS_2