Beda Dunia

Beda Dunia
Pencari jejak


__ADS_3

Malam belum datang, masih hitungan jam sejak kematian Oma. Di rumah yang kini semua orang juga sudah pergi entah kemana, suasana sepi langsung menyelimuti suasana yang masih berduka. Biasanya rumah akan selalu membuat siapa saja yang tinggal merasa hangat karena kehadiran orang-orangnya. Sekarang sebaliknya, seperti tinggal cerita rumah yang sudah belasan tahun lamanya Oma tinggali terbengkalai dalam hitungan jam.


Seorang lelaki yang dari tadi mengendap, menyembunyikan diri dari orang-orang dan tidak pernah berani keluar dari tempat itu. Gelap nyaris tidak ada sedikit terang dari lampu maupun cahaya yang menembus melalui jendela.


Rendra masih bisa mengatur kewarasannya, selama yang dia mampu. Namun pikirannya bukan lagi tentang kematian Oma yang tidak bisa lagi ditawar, melainkan tentang orang-orang yang ditinggalkan. Bagaimana dengan Adel, Arin, Ibu, dan Viona? Masih menjadi tanya dibenak Rendra. Tapi dia tidak bisa menyelinap keluar rumah menembus bebas cahaya dari pantulan matahari yang kontras dengan warna kulitnya.


Statusnya yang sekarang tidak membuat Rendra bisa bebas, dia tidak tahan terbakar di bawah sinar mentari. Benar yang dikatakan mitos dari orang-orang bahwa vampir tidak bisa hidup di siang hari, benar seperti keadaannya.


Rendra masih diam saja, dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya sekarang? Dia tidak bisa memilih jalannya ke depan setelah kematian Oma. Bahkan teka-teki buku itu masih misteri dan dia yakin tidak bisa membuka tabir di dalamnya sendirian tanpa Oma. Mengapa harus secepat itu? Oma tidak memberitahu banyak alasan dan sesuatu yang harus dia ketahui tentang perempuan yang membuat hidup Oma selesai.


Sosok perempuan yang sama sepertinya, bahkan Rendra tidak menyimpan rasa curiga sedikitpun karena perempuan itu yang juga mengikuti ritual Oma, dan perempuan itu sudah ada. Namun pertanyaannya siapa dia?


Pikiran Rendra tertahan pada sosok perempuan yang menjadi tanda tanya terbesar kini. Yang pasti tujuan perempuan itu adalah buku yang ditinggalkan Oma. Buku itu masih ada di suatu tempat yang terjaga dan semoga saja masih bertahan tidak ada siapapun yang bisa ke sana. Jika buku itu sebuah ancaman baginya, tentu saja menjadi misi Rendra untuk menjaga buku itu.


Mata Rendra mengintip ke dalam sedikit celah yang tampak oleh matanya. Keadaan di luar sudah hampir malam, sedikit lagi dia akan segera pergi dari rumah ini. Entah kemana tujuannya sekarang karena masalah baginya bukan hanya tertinggal 1 melainkan beberapa banyak.


Rendra harus memastikan keluarganya aman, kemana pergi mereka dia juga harus tahu. Tidak ada yang bisa menjaga keluarganya selain dia yang mampu menghadapi vampir lain. Dan tujuan lain adalah tempat itu, Rendra harus kembali ke sana memastikan buku peninggalan Oma.


Rendra segera memalingkan penglihatannya. Baginya semua sulit, tidak ada yang bisa dilakukan sendirian, tapi siapa yang bisa membantunya dan menyampaikan peringatan pada keluarganya bahwa ada suatu bahaya yang tidak bisa dihindari. Dan pikirannya melayang pada sosok Arin, alasannya karena Rendra pernah menemuinya kan tentu Arin akan sedikit mendengarkan ucapannya. Tapi bagaimana jika dengan Adel? Rendra tampak ragu, bahkan sampai saat ini dia tidak berani menemui Adel dalam waktu yang disengaja.

__ADS_1


Berarti keputusannya sudah dia pikirkan bahwa pertama dia harus menemui Arin, mencari dan memberitahukan tentang rencananya.


Lama berpikir Rendra merasa pikirannya mentok, bagaimanapun hatinya sakit kehilangan Oma bukanlah sesuatu yang biasa.


Teringat dengan Oma pikiran Rendra spontan memberitahunya untuk mencari sesuatu, seperti surat, catatan, atau apapun yang disimpan Oma. Semua bisa dia temukan di kamar Oma.


Beruntung sekali Rendra masih di rumah dan bisa segera mengecek nya tanpa kesulitan.


Secepat kilat bagaikan tiupan angin yang merambah masuk ke dalam ruangan secepat itu menyebar, Rendra sudah berada di kamar Oma dan cukup berantakan. Pasti polisi sudah melakukan tugasnya. Rendra harus mencari tanpa menyentuh setiap benda milik Oma. Tapi dia harus melakukannya dengan cepat, bagaimanapun caranya yang terpenting dia bisa menemukan petunjuk itu.


Pertama Rendra melihat lemari, dia teringat jika kebanyakan orang akan menyimpan sesuatu yang berharga di dalam lemari. Dia putuskan mencari benda atau apapun yang tampak tak biasa di sana.


Rendra masih membuka kedua pintu lemari yang dia tahan menggunakan sepatunya sampai pintu itu tetap terbuka lebar.


Satu persatu dia ulangi lagi mencari alur pencariannya hingga akhirnya dia tidak menemukan apapun. Percuma saja jika terus diawali lagi pencarian itu tidak akan membuahkan hasil.


Pintu lemari pun dibiarkannya tertutup lagi. Selain lemari orang kebanyakan kaan menyimpan sesuatu di bawah kasur. Tanpa berpikir panjang Rendra segera mengangkat kasur dan melihat dengan cermat di dalamnya. Namun tidak ada apapun.


Perhatiannya teralihkan lagi dengan sebuah lampu gantung di kamar Oma. Entah mengapa Rendra merasa lampu itu saja seperti tempat yang ideal untuk menyimpan sesuatu. Bodoh sekali, Rendra sampai merutuk dirinya sudah bodoh.

__ADS_1


Dia diam sebentar dan memikirkan kembali apa yang bisa dia cari dari suatu tempat dimana pun selain beberapa yang sudah dilakukannya.


Dan dimana tempat Oma menyimpan sesuatu?


Teka-teki sekali, Rendra seperti berharap pada sesuatu yang beluk pasti. Beruntung sekali jika Oma memang menyimpan sesuatu, namun bagaimana jika tidak sama sekali?


Dia harus mencarinya di tempat lain, atau bahkan sampai seisi rumah setiap jengkalnya dia harus pastikan.


Rendra menggelengkan kepala, jika dia seorang manusia mungkin akan cepat menyerah karena lelah, tapi keadaannya sekarang membuat dia putus asa karena bosan. Mungkin seperti itu.


Belum melanjutkan pencariannya pikiran Rendra sudah mengingatkannya lagi pada dua rencana yang sudah dipikirkan tadi. Masalahnya dia tidak memiliki waktu yang banyak, dia tidak bisa terus-terusan di rumah ini dan menghabiskan waktu sampai sesuatu terjadi dan membuatnya menyesal. Apa yang harus dilakukannya? Apakah kali ini pilihannya tidak akan salah lagi?


Belum lama berdiam diri, sebuah suara tak asing membuat dia terjaga dan segera bersembunyi di tempat lain yang tak bisa ditemukan.


Seseorang sedang masuk ke dalam rumah, langkah 2 pasang kaki mendekat namun anehnya Rendra merasa salah satu dari mereka bukanlah manusia.


Tanpa ragu lagi Rendra segera menampakkan diri di hadapan keduanya.


Seorang berpakaian polisi dan satu orang lagi tidak dia temukan.

__ADS_1


Rendra sempat tercengang kaget karena melihat seorang polisi, dia gugup dan langsung membalikan tubuhnya hingga dia hanya bisa membelakangi polisi dengan punggungnya.


__ADS_2