
Ketika Melinda yang sudah mengetahui jika Putri Belinda yang masih hidup dia pun memilih untuk mengabaikan panggilan telephone dari Elisabeth.
Melinda memperhatikan Putri Belinda yang masuk ke dalam mobil Omah Regina, walaupun masih dalam keadaan gemetaran. Melinda masuk kembali ke dalam mobil nya dia hendak mengikuti mobil Omah Regina dan juga Putri Belinda.
"Mereka berdua akan pergi ke mana yaa, Astaga Putri Belinda sayang. Mama rindu kamu Nak, Mama ingin memeluk kamu sayaaaaang. Kenapa ini bisa terjadi dan kenapa Mama tidak memberitahu aku."
Setelah mengikuti mobil Omah Regina dan ternyata ini adalah jalan menuju ke Rumah, Melinda pun memilih untuk menunggu mobil Omah Regina masuk gerbang.
"Lebih baik aku tunggu di sini dan aku masuk tidak menggunakan mobil saja agar lebih tidak ketahuan kedatangan ku ini."
Memilih mobil Omah Regina yang sudah masuk dan gerbang yang sudah tertutup baru lah Melinda turun dari mobil dia pun berjalan menuju ke pintu gerbang.
Dia meminta kepada Satpam untuk membukakan pintu gerbang nya agar dia bisa masuk tapi satpam tersebut mengingat perkataan Regina.
"Maafkan Ibu Melinda tapi sebelum nya Ibu Regina yang pernah berkata acara ini jangan sampai Ibu Melinda mengetahui nya jika sampai salah satu dari kami mengatakan hal tersebut kepada Ibu Melindungi maka kami akan langsung di pecat."
Mendengar perkataan tersebut Melinda pun seketika langsung berpikir bagaimana caranya dia bisa masuk ke dalam tapi Ibu nya tidak sampai memecat para pegawai nya.
__ADS_1
"Buka saja gerbang ini aku akan masuk lewat belakang, aku ingin sekali bisa melihat Putri Belinda. Putri kesayangan ku ini, aku mohon kalian semua pasti akan aman."
Satpam tersebut akhirnya mengikuti apa yang di katakan oleh Melinda dan dia pun membuka gerbang nya, setelah masuk Melinda berlari menuju ke belakang Melinda akan masuk lewat dapur rumah nya.
"Aku harus menonaktifkan handphone ku, jangan sampai berdering dan membuat kacau semuanya."
Melinda dengan perlahan-lahan masuk dia pun melihat rumah nya yang seperti di ubah menjadi dekorasi di negeri dongeng.
"Putri Belinda, apakah kamu suka sayaaaaang. Nanti ketika kamu ulang tahun kita akan merayakan seperti ini yaa, mungkin lebih mewah dari pada ini."
Hati Melinda merasa sangat sakit sekali ketika dia melihat Putri Belinda yang di berikan kebahagiaan oleh Omah nya bukan oleh ibu nya.
"Nak, Mama rindu Nak. Mama ingin sekali bisa memeluk mu."
Melinda terus saja memandangi wajah cantik Putri Belinda.
"Sebenarnya yaa sayaaaaang, ada sesuatu yang ingin Mama berikan untuk kamu yaa. Kamu di sini dulu yaa."
__ADS_1
Melihat Ibu pergi ini adalah kesempatan Melinda untuk bisa memeluk Putri Belinda, Melinda pun langsung berlari menghampiri Putri Belinda dan dia langsung memeluk Putri Belinda dengan sangat erat sekali membuat Putri Belinda pun merasa sangat terkejut sekali.
"Putri Belinda anak ku sayaaaaang."
Regina melihat nya dan dia langsung berlari menghampiri Putri Belinda.
Putri Belinda hanya bisa terdiam ketika akhirnya dia mendapatkan pelukan hangat dari Mama nya.
"Melinda, lepaskan Putri Belinda."
Regina meminta Melinda untuk melepaskan pelukan nya tapi Melinda yang tetap ingin memeluk Putri Belinda.
"Aku tidak akan pernah melepaskan kembali Putri Belinda, dia adalah anak ku."
Putri Belinda mencoba untuk melepaskan pelukan erat Mama nya, dia sampai mendorong tubuh Mama nya sehingga Melinda dengan sangat terpaksa dia pun langsung melepaskan pelukan erat nya tersebut.
"Anak Mama yang sekarang adalah Elisabeth, aku sekarang tinggal bersama dengan Papa. Mama jangan pernah menggangu aku lagi."
__ADS_1
Putri Belinda pun langsung berlari menghampiri Omah Regina dan Omah Regina langsung membawa Putri Belinda pergi dari rumah nya.
Melinda merasa sangat sakit sekali ketika dia mendengar perkataan Putri Belinda. Melinda pun akhirnya membiarkan Putri Belinda untuk pergi begitu saja dia mengetahui jika Putri Belinda pasti akan membahas tentang Elisabeth.