
Regina bersiap untuk menjemput Putri Belinda, dia merasa jika Melinda yang menjemput nya akan membuat pertengkaran lagi antara Putri Belinda dan juga Elisabeth.
"Aku harus secepatnya menjemput Putri Belinda."
Regina terlihat sangat terburu-buru sekali dia pun ingin secepatnya sampai di sekolah. Dia berharap tidak ada pertengkaran lagi diantara Elisabeth dan Putri Belinda.
Ketika Regina sampai di sekolah Putri Belinda dia melihat Suster Diana yang sedang menagis.
"Astaga apa yang sudah terjadi dengan mereka berdua, sampai Suster Diana menangis seperti ini."
Regina langsung menghampiri Suster Diana, dan Suster Diana pun menghapus air mata nya.
"Kenapa kamu sampai menangis seperti ini,? apa yang sudah terjadi dengan Putri Belinda dan Elisabeth."
Suster Diana mencoba untuk menenangkan diri nya agar bisa berbicara dengan tenang.
"Saya menagis melihat Bu Melinda yang mengabaikan Elisabeth dan membuat Elisabeth selalu bersedih, sikap Bu Melinda benar-benar membuat Elisabeth jadi tidak mau sekolah."
Regina mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Suster Diana.
"Maksud Melinda dia ingin Elisabeth dan Putri Belinda itu bisa bersama, terutama Elisabeth kenapa dia begitu sangat benci sekali dengan Putri Belinda padahal Putri Belinda itu adalah anak kandung Melinda. Dia yang di sebut meninggal dunia dan akhirnya dia kembali, bagaimana hati seorang ibu ketika melihat anak nya kembali dia pasti sangat merindukan nya."
Suster Diana pun terdiam tapi dia tetap saja merasa kasihan dengan Elisabeth rasa sayang Suster Diana yang lebih kepada Elisabeth.
__ADS_1
Akhirnya jam pulang pun tiba, Putri Belinda langsung berlari menghampiri Regina. Dan begitu juga dengan Elisabeth yang langsung memeluk Suster Diana.
"Omah, aku ingin makan siang di luar tadi aku kan tidak membawa bekal makanan."
Suster Diana menundukkan kepalanya karena memang dia sengaja tidak membuatkan bekal untuk Putri Belinda.
Putri Belinda sudah merasakan jika Suster Diana yang sekarang lebih berpihak kepada Elisabeth.
"Kasihan sekali cucu omah, nanti Omah akan pesankan bekal makanan untuk kamu yaa sayang. Sekarang ayo kita pergi."
Putri Belinda memandangi wajah Elisabeth dia sekarang mempunyai rasa keberanian untuk bisa melawan Elisabeth.
Putri Belinda dan Regina pun masuk ke dalam mobil mereka yang menuju ke Restoran.
Regina memberikan handphone nya kepada Putri Belinda yang sudah terhubung dengan Ronny.
*Hallo Papa*
*Hallo Sayang*
*Papa, aku pulang sekolah pergi makan siang bersama dengan Omah yaa. Karena tadi aku yang tidak mendapatkan bekal makanan dari Suster Diana*
*Astaga, kasihan sekali anak Papa*
__ADS_1
*Yasudah tidak apa-apa Papa, Papa juga jangan lupa makan siang yaa*
*Iya Putri Belinda sayang*
Putri Belinda memberikan handphone nya kepada Omah Regina.
"Sudah Omah Regina, aku sudah kelaparan sekali sekarang."
Regina pun akhirnya mencari tempat makan yang dekat karena dia merasa sangat kasihan sekali melihat Putri Belinda yang kelaparan.
Mereka berdua pun akhirnya sampai Putri Belinda yang pernah mempermasalahkan dia makan di mana saja.
"Tidak apa-apa kan sayaaaaang, kita makan di sini."
Rumah makan yang sangat sederhana.
"Tidak apa-apa Omah, aku makan apapun suka. Karena di saat dulu aku sakit aku yang hanya bisa makan makanan sesuai dengan yang Dokter berikan. Sekarang aku merasa sangat bersyukur sekali karena aku yang bisa makan apapun."
Rasa bersyukur Putri Belinda membuat Regina merasa sangat bahagia sekali, mereka berdua pun mulai memesan makanan yang ada.
Regina melihat Putri Belinda yang begitu sangat lahap sekali makan nya, dia pun merasa sangat bersyukur Putri Belinda yang bisa sehat kembali.
"Makanya enak sekali Omah, makanan sederhana itu memang enak yaa Omah. Beruntung sekali aku yang pernah hidup di panti asuhan sehingga aku bisa merasa bersyukur dengan apa yang kita nikmati."
__ADS_1
Regina tersenyum tipis kepada Putri Belinda dan mereka pun makan sambil menikmati pemandangan yang ada, karena di tempat tersebut banyak pepohonan hijau yang membuat udara semakin segar.