
Melinda masuk ke dalam kamar nya sambil mengambil buku merah milik Putri Belinda, dia memeluk erat buku merah tersebut.
Melinda duduk di atas tempat tidur nya, pandangan mata yang kosong membuat Regina lagi menghampiri Melinda.
"Aku ingin bisa bersama dengan Putri Belinda, aku ingin Putri Belinda tinggal bersama dengan ku bersama-sama dengan Elisabeth."
Regina memeluk erat Melinda dia merasa kasihan dengan Melinda.
"Kamu harus kuat yaa Nak, nanti juga akan ada waktu nya kamu bisa berkumpul bersama keluarga mu."
Melinda melirikan mata nya kepada Ibu nya.
"Berkumpul bersama keluarga,? maksudnya aku bersama dengan Ronny. Aku tidak mungkin bersama dengan nya lagi Buu, Ronny pernah menghianati hubungan rumah tangga kita."
Melinda masih belum bisa melupakan apa yang sudah di lakukan Ronny.
"Ibu hanya ingin kamu bisa kembali seperti dulu lagi bersama dengan Ronny. Sekarang Ronny yang sudah berubah menjadi lebih baik, dia yang sebelumnya jahat kepada Belinda sekarang dia cinta dengan Belinda."
Melinda hanya terdiam saja dia membuka buku merah tersebut dan menutup nya kembali dia menyimpan buku merah nya ke dalam lemari.
"Yasudah, kamu istirahat yaa."
Regina pergi dari kamar Melinda dia ingin membiarkan Melinda untuk beristirahat.
__ADS_1
Melinda membaringkan tubuh dia memejamkan mata sambil mematikan lampu kamar nya.
***
Keesokan harinya Elisabeth bangun lebih pagi awal, dia mengetuk pintu kamar Melinda. Elisabeth ingin meminta maaf kepada Melinda.
Elisabeth terus saja mengetuk pintu kamar nya, dan akhirnya Melinda pun terbangun dari tidurnya.
"Siapa pagi-pagi sekali yang membangunkan ku."
Melinda pun beranjak dari tempat tidur nya, dia berjalan menuju pintu kamar nya dan membuka nya.
Melinda begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Elisabeth yang menundukkan kepalanya.
Elisabeth memeluk erat Melinda dia pun menangis.
"Mommy aku ingin minta maaf atas perilaku aku selama ini, aku ingin Mommy Melinda tidak berubah sikap nya kepada ku."
Melinda melepaskan pelukan erat Elisabeth.
"Kembali ke tempat tidur yaa, Mommy mau melihat nya langsung. Bukan hanya bicara saja seperti ini."
Elisabeth pergi dari kamar Melinda dan Suster Diana melihat nya. Melinda kembali menutup rapat pintu kamar, Suster Diana pun langsung menghampiri Elisabeth.
__ADS_1
"Kenapa kamu menagis seperti ini, apakah Mommy Melinda memarahi mu."
Elisabeth tidak menjawab pertanyaan dari Suster Diana dia berjalan menuju ke kamar nya.
"Kasihan sekali dia, aku harus selalu ada di samping nya."
Suster Diana masuk ke dalam kamar Elisabeth, dia pun melihat Elisabeth yang menangis sambil memeluk erat boneka Teddy bear yang pernah di belikan oleh Mommy Melinda.
Suster Diana pun mencoba untuk mendekati Elisabeth.
"Kamu kenapa menangis ini masih sangat pagi sekali, ayo coba ceritakan kepada Suster Diana."
Elisabeth pun langsung memeluk erat Suster Diana.
"Aku minta maaf kepada Mommy Melinda, tapi Mommy Melinda tidak mau menjawab permintaan maaf ku. Dia malah menyuruh aku untuk masuk ke dalam kamar."
Suster Diana pun mengelus rambut panjang Elisabeth.
"Yang sabar yaa sayaaaaang, mungkin sekarang Mommy Melinda masih sedih. Kamu harus bisa sabar yaa selalu bersikap manis kepada Mommy Melinda jangan membuat sesuatu yang membuat Mommy Melinda marah-marah yaa."
Elisabeth pun menganggukkan kepalanya,dan Suster Diana langsung menyuruh Elisabeth untuk mandi.
"Sekarang mandi yaa, kamu harus cantik dan wangi nya supaya Mommy Melinda suka melihat kamu."
__ADS_1
Elisabeth pun langsung pergi ke kamar mandi dan Suster Diana menyiapkan baju untuk Elisabeth.