
Melinda pun melepaskan genggaman tangan Febrian.
"Sekarang silahkan pergi dan fokus untuk berkerja di ruangan masing-masing. Kita profesional dalam bekerja yaa, sana pergi yaa."
Febrian kembali ke ruangan nya dia mengikuti perkataan Melinda.
Tapi diam-diam Febrian mengeluarkan handphone nya dia mengirimkan pesan kepada salah seorang sahabat nya.
*Tolong diam di pemakaman itu yaa karena pasti akan ada salah satu hari wanita itu kembali ke makam yang di beri nama Putri Belinda*
*Baiklah Febrian*
Febrian merasa sangat puas sekali karena sebenar lagi dia akan hidup bahagia bersama dengan Melinda dan Ronny akan menikmati hari-hari nya di penjara.
***
Susana di rumah antara Suster Diana dan juga Elisabeth. Suster Diana merasa sangat binggung sekali ketika melihat Elisabeth yang hanya duduk sambil memainkan handphone nya.
"Elisabeth, kenapa kamu hanya bermain handphone saja. Memang nya kamu tidak mempunyai PR di sekolah, kita bisa kerjaan bersama-sama sekarang."
__ADS_1
Elisabeth pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menyimpan handphone nya.
"Aku bosan Suster Diana, aku ingin keluar berjalan-jalan tidak suka aku diam di rumah seperti ini."
Suster Diana pun memikirkan dia akan mengajak Elisabeth ke mana.
"Hmmmm, bagaimana jika kita berdua pergi ke taman kota. Di sana sangat ramai sekali kita bisa minta antar supir pribadi."
Elisabeth merasa sangat setuju dan akhirnya mereka berdua pun pergi. Elisabeth sekarang merasa lebih nyaman bersama dengan Suster Diana, bahkan dia lebih memilih Suster Diana daripada Mommy Melinda yang sudah tidak lagi baik kepada nya.
Taman tersebut tidak terlalu jauh dari rumah mereka sehingga tidak perlu memakan waktu yang lama untuk sampai.
Sebelum turun dari mobil Suster Diana memberikan perkataan kepada Elisabeth.
Elisabeth tersenyum dan dia pun memegang erat tangan Suster Diana.
Elisabeth merasa sangat terkejut sekali ketika melihat banyak orang-orang dan juga ada banyak yang jualan.
"Banyak sekali yang jualan aku bisa beli banyak makanan."
__ADS_1
Elisabeth dan Suster Diana memesan makanan dan juga minuman untuk mereka berdua dengan menggunakan tikar yang sudah merasa sewa.
Mereka berdua duduk santai sambil menikmati makanan dan minuman yang sudah mereka beli.
"Luar biasa sekali yaa, aku seperti nya lebih suka ke tempat seperti ini dari pada yang mewah-mewah."
Suster Diana merasa sangat senang sekali ketika melihat Elisabeth bahagia, akhirnya Suster Diana yang bisa melihat Elisabeth tersenyum.
"Elisabeth, apakah kamu sejak lahir sudah tinggal di panti asuhan?."
Suster Diana mulai ingin mengetahui kehidupan Elisabeth.
"Aku masuk ke pantai asuhan pada saat usia ku 4 tahun, karena Papa ku yang tidak bisa membahagiakan ku. Sehingga dia memutuskan aku untuk masuk ke panti asuhan, kata Papa aku yang suka tidak bisa mempunyai keluarga."
Suster Diana pun merasa kasihan ketika mendengar cerita kehidupan Elisabeth.
"Lalu Mama kemana Elisabeth,? apakah dia sudah meninggal dunia?."
Suster Diana semakin penasaran sekali dengan kehidupan Elisabeth.
__ADS_1
"Kata Papa, Mama masih hidup tapi tidak tahu sekarang Mama ke mana. Kadang aku juga ingin sekali bisa melihat wajah Mama ku seperti apa, sebuah keajaiban aku bisa bertemu dengan Mama ku."
Elisabeth menahan rasa sedihnya ketika dia mengingat Mama nya.