
Febrian keluar dari kamar tersebut dia bahkan mengunci nya.
"Jika terdengar suara teriakan langsung beritahu saya ya, saya ada di luar."
Ucap Febrian kepada salah satu satpam yang ada di rumah nya, Febrian meminta satpam tersebut untuk berjaga di depan pintu kamar.
Febrian benar-benar tidak bisa mengerti bagaimana untuk mengembalikan Melinda seperti semula.
"Jika Melinda terus seperti ini dia bisa masuk ke rumah sakit kejiwaan dan aku tidak mau hal tersebut terjadi kepada Melinda."
Febrian duduk sambil menenangkan pikiran nya dia pun seketika memikirkan Putri Belinda yang kembali hidup padahal di nyatakan sudah meninggal dunia.
"Jika Putri Belinda masih hidup, lalu jasad siapa yang di kuburkan. Dan apakah tidak ada dari pihak keluarga yang melihat Putri Belinda untuk yang terakhir kalinya."
Febrian merasa ada sesuatu di balik ini semuanya.
"Apakah ini semua ada hubungannya dengan Rizal dan Ronny karena sebelumnya Melinda pernah curiga terhadap Ronny jika dia yang membuat Putri Belinda meninggal dunia."
Febrian pun memilih untuk pergi dari rumah nya dia ingin langsung datang ke tempat pemakaman Putri Belinda.
__ADS_1
Sebelum pergi Febrian menghampiri satpam yang menjaga kamar Melinda, Febrian membuka kunci kamar nya.
"Aku akan pergi dan kamar ini tidak aku kunci yaa, jika terjadi sesuatu dengan Melinda langsung hubungi saya."
Satpam tersebut menganggukkan kepalanya dia Febrian pun langsung pergi dia benar-benar ingin mengetahui apa maksud dari semua ini.
Handphone Febrian terus menerus bergetar dia melihat ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Regina.
"Bu Regina pasti mencari Melinda, lebih baik aku abaikan saja karena aku yang ingin fokus dengan masalah ini."
Febrian bersikap seperti biasanya dia membeli bucket bunga dan tidak ada sesuatu yang aneh di sekitar nya.
Tapi di saat Febrian berada di makam Putri Belinda dia melihat bunga yang masih sangat segar sekali seperti sehari sebelum nya.
Febrian menyimpan bucket bunga mawar putih nya di dekat batu nisan tersebut dia pun langsung menghampiri salah satu pihak kebersihan.
"Maaf Pak boleh tanya, apakah kemarin ada yang datang ke makam ponakan saya. Karena sodara saya bilang nya mau datang ke sini."
Pihak kebersihan pun langsung mengingat-ingat kembali dan dia pun seperti mengingat ada wanita yang datang.
__ADS_1
"Seperti nya wanita yang datang Pak."
Febrian pun mulai mengeluarkan caranya agar bisa mendapatkan informasi tentang siapa wanita tersebut.
"Seperti apa ciri fisik boleh saya tahu Pak."
Pihak kebersihan itu pun mengingat nya kembali.
"Tinggi putih rambut pirang Pak."
Febrian pun langsung tersenyum kepada bapak tersebut.
"Oh itu sepertinya kakak saya Pak yang datang, terimakasih ya Pak atas informasinya."
Febrian pun memberikan uang kepada bapak tersebut dan langsung pergi.
"Akhirnya walaupun sedikit dapat informasi tentang siapa yang datang ke makam itu, itu bukan Melinda atau orang-orang yang dekat dengan Putri Belinda. Seperti wanita tersebut adalah kunci dari semua nya."
Febrian pun kembali ke dalam mobil dia yang merasa sangat menghawatirkan Melinda.
__ADS_1
"Ronny dan Rizal apakah kalian berdua juga ada hubungannya dengan wanita itu."
Febrian merasa tidak sabar dia yang ingin mengetahui semuanya.