
Regina yang merasa masih lemas dia pun langsung menghampiri Ronny dan Dokter Robby.
"Ada apa ini suara kalian berdua terdengar jelas sampai ke dalam."
Dokter Robby pun langsung terdiam.
"Saya berniat ke sini untuk melihat kondisi Melinda, dan juga saya tidak tahu jika Melinda kabur dari Rumah Sakit. Jangan ada yang mempunyai pikiran jika Melinda datang ke toko. Melinda tidak ada di toko."
Ronny menyimpan buah-buahan yang dia ingin berikan kepada Melinda dia pun memilih untuk pergi.
Tapi Dokter Robby merasa tidak percaya dengan perkataan Ronny.
"Aku rasa dia berbohong Bu, dia yang pasti menyembunyikan Melinda di toko nya."
Tatapan mata penuh kebencian Dokter Robby kepada Ronny.
"Tidak aku merasa jika Ronny tidak menyembunyikan Melinda, untuk apa Ronny menyembunyikan Melinda sedangkan dia yang sudah tidak mempunyai perasaan terhadap Melinda."
Regina yang sudah mulai membaik dia pun mengambil buah-buahan yang sudah di belikan Ronny kepada nya.
__ADS_1
"Sekarang Ronny sudah bisa mengambil perhatian semua orang, baiklah aku akan berusaha untuk membuktikan semuanya."
Dokter Robby pun memilih untuk fokus pada pekerjaan nya, dia tidak mencoba untuk tidak memikirkan lagi tentang Ronny.
Ronny seketika merasa sangat hawatir dengan Melinda.
"Kenapa aku harus merasa hawatir dengan nya, tapi Melinda yang dalam keadaan despresi seperti ini aku hawatir ada sampai melecehkan nya."
Ronny pun terdiam dia tidak masuk ke dalam mobil nya dan ternyata Regina yang sudah bisa pulang dia melihat Ronny dan langsung menghampiri nya.
Regina duduk di samping Ronny sambil memegang buah-buahan.
Seketika Ronny pun merasa dirinya menjadi tersangka karena hanya dia yang mempunyai masalah dengan Melinda.
"Aku tidak menyembunyikan Melinda, aku tidak mungkin melakukan itu semua. Karena sekarang apa yang aku inginkan sudah aku dapatkan yaitu Putri Belinda."
Regina pun percaya dengan Ronny dan ini yang membuat Regina merasa binggung.
"Jika sudah dalam waktu 24 jam, kita laporkan kepada polisi. Jika Melinda yang sampai di culik oleh seorang, tapi lebih menyeramkan lagi jika dia berada di jalanan."
__ADS_1
Ronny pun berniat untuk membantu Regina.
"Baiklah Bu, besok kita laporkan kehilangan Melinda ke polisi. Sekarang lebih baik saya antarkan ibu pulang ke rumah, karena saya yang merasa hawatir jika ibu pulang dalam keadaan seperti ini. Biarkan mobil ibu di simpan di parkiran rumah sakit saja."
Ronny pun menggenggam tangan Regina yang kelihatan sangat lemas tidak berdaya.
Regina melihat kebaikan Ronny kepada nya ketika seperti ini, mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.
"Lebih baik Elisabeth tidak mengetahui ini, karena jika dia mengetahui nya Elisabeth pasti langsung mengincar Putri Belinda dia pasti menyalakan Putri Belinda penyebab nya."
Regina pun mengerti apa yang di maksud dengan Ronny dan mereka berdua pun akhirnya sampai di depan gerbang rumah Regina.
"Bu, maafkan saya yang tidak bisa mengantarkan ibu sampai dalam."
Regina pun turun dari mobil dan di bantu oleh satpam.
"Tolong antarkan Bu Regina sampai kamar nya yaa, karena kondisi Ibu Regina yang sedang tidak sehat."
Satpam tersebut pun langsung membawa Regina masuk ke dalam dan langsung di bantu oleh pegawai wanita yang ada di rumah.
__ADS_1