Belinda Sayang Belinda Malang Season 2

Belinda Sayang Belinda Malang Season 2
Episode 22.


__ADS_3

Regina sampai di depan toko nya dia pun langsung masuk ke toko dan berjalan menuju ke ruangan Melinda.


Melihat Regina yang sudah berada di dalam ruangan Melinda membuat Febrian langsung masuk ke dalam ruangan Melinda.


Febrian mengetuk pintu dan Regina pun menyuruh Febrian masuk ke dalam ruangan nya.


"Bu Regina, bagaimana jika kita melaporkan Pak Ronny untuk di periksa ke kantor polisi."


Regina tersenyum tipis kepada Febrian.


"Kenapa kamu melarang saya untuk melaporkan ke pihak kepolisian, dan sekarang kamu meminta saya melaporkan Ronny ke pihak kepolisian tanpa ada bukti nya. Ada apa dengan kamu Febrian, jika menginginkan Melinda tidak usah sampai melakukan hal seperti ini karena Ronny yang sudah tidak punya perasaan terhadap Melinda."


Regina menatap wajah Febrian dengan sangat serius sekali.


"Sekarang lebih baik kamu fokus dengan pekerjaan kamu yaa, karena ternyata niat Melinda mempromosikan produk Parfume nya dengan cara membuat iklan itu tidak ada hasilnya sama sekali."


Febrian pun menunduk kepala dia pun langsung pergi dari ruangan Melinda.


Febrian pun merasa sangat emosional sekali ketika mendengar perkataan Melinda dia merasa Regina yang lebih memihak kepada Ronny.

__ADS_1


"Kenapa aku jadi mencurigai dia yaa, dia yang sebenarnya menyembunyikan Melinda."


Regina pun fokus kembali pada pekerjaan Melinda.


***


Rizal mengantar Putri Belinda dan dia pun bertemu dengan Suster Diana. Rizal memilih untuk masuk ke dalam mobil nya karena dia takut Suster Diana merasa tidak nyaman dengan nya.


Putri Belinda sudah duduk di kelas di temani oleh Veronica.


Elisabeth pun langsung menatap wajah Putri Belinda dengan tatapan yang tajam.


"Semua karena kamu Putri Belinda, Mommy Melinda menjadi masuk ke rumah sakit dan aku tidak bisa melihat nya."


"Mama Melinda dia adalah wanita yang melahirkan ku yaa dan aku adalah anak kandung nya, walaupun sekarang aku mengiklankan dia bersama dengan mu."


Putri Belinda memegang baju seragam Elisabeth dan Veronica pun tidak menyangka jika Putri Belinda bisa melakukan itu semua kepada Elisabeth.


"Jika kamu sampai kamu terus saja menyalakan aku dengan apapun yang terjadi dengan Mama Melinda, aku pun tidak akan pernah bisa diam. Mengerti kamu Elisabeth."

__ADS_1


Putri Belinda melepaskan genggaman tangan pada seragam Elisabeth tapi ternyata Elisabeth yang tidak tinggal diam dia pun langsung mendorong Putri Belinda sampai terjatuh.


"Haha, rasakan itu Putri Belinda."


Elisabeth pun pergi dan Putri Belinda dia bantu bangun oleh Veronica.


"Putri Belinda kamu baik-baik saja kan?."


Putri Belinda berlari menghampiri Elisabeth dia pun menarik rambut panjang Elisabeth sehingga membuat Elisabeth merasa kesakitan.


Pertarungan mereka berdua pun terjadi dan membuat anak-anak di dalam kelas mendukung Putri Belinda.


Keributan pun sampai terdengar ke luar kelas dan Ibu guru pun langsung masuk dan mencoba untuk memisahkan mereka berdua.


"Ahhhhhh, rambut ku Ibu guru bisa botak di tarik oleh Putri Belinda."


Mereka berdua pun langsung di bawa ke ruangan guru dan Suster Diana dan Rizal pun di panggil ke ruangan guru.


Mereka berdua begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Putri Belinda yang lebih kasar kepada Elisabeth.

__ADS_1


"Suster Diana, dia menjambak rambut panjang ku. Jika rambut ku sampai botak bagaimana."


Putri Belinda hanya terdiam saja karena dia memang merasa bersalah.


__ADS_2