
Ronny keluar dari kamar Putri Belinda dan Rizal memberitahu tentang Melinda.
"Melinda sudah ada di Jakarta, dia sedang berada di rumah sakit Permata Elisabeth sakit dan besok dia pulang dari rumah sakit."
Ini kesempatan Ronny untuk memberikan berkas-berkas perceraian kepada Melinda.
"Malam ini aku akan menemui nya di Rumah Sakit, aku ingin sekali cepat selesai permasalahan ini dan hak asuh Putri Belinda jatuh ke tangan aku."
Ronny begitu sangat bersemangat sekali dia ingin secepatnya bertemu dengan Melinda.
Di tempat yang berbeda Melinda di rumah sakit dia terus saja memikirkan Putri Belinda, bayangan adalah Putri Belinda membuat Melinda sampai mengabaikan Elisabeth.
"Mommy Melinda kenapa yaa, melamun seperti itu. Apa yang dia pikirkan nya."
Suster membawa makanan untuk Elisabeth tapi Melinda yang masih melamun saja.
"Mommy, bisakah bantu aku. Aku ingin di suapi oleh Mommy."
Melinda langsung menghampiri Elisabeth dan dia menyuapi Elisabeth.
"Maafkan Mommy yaa sayang."
Melinda mencoba untuk fokus pada Elisabeth, dia tidak mau Elisabeth sampai mencurigai nya.
Melinda tidak mau Elisabeth mengetahui jika dirinya yang sudah melihat Putri Belinda.
"Mommy, aku sayang Mommy. Mommy jangan pernah pergi meninggalkan aku yaa."
Melinda seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Elisabeth, ketika dirinya yang sekarang sedang memikirkan Putri Belinda.
__ADS_1
Elisabeth memeluk Mommy Melinda dia merasa ada yang berubah dari Mommy nya.
"Aku merasa Mommy sekarang berubah, Mommy tidak akan mengembalikan aku ke panti asuhan lagi kan."
Melinda benar-benar merasakan jika Elisabeth melihat dirinya yang tidak seperti biasa nya.
"Sayang, kamu jangan berpikiran negatif yaa. Sekarang kamu minum obat yaa besok kita pulang."
Elisabeth mengingat janji Mommy Melinda yang akan pindah dari rumah Omah Regina.
"Mommy bilang, kita yang akan pindah dari rumah Omah Regina. Apakah Mommy masih mengingat nya "
Melinda pun sempat merasa kesabaran habis ketika Elisabeth yang banyak sekali permintaan kepada nya.
"Mommy lapar, Mommy nya ingin mencari makanan di luar."
"Mommy kenapa dia menjadi seperti ini, tidak seperti biasa nya. Apakah Mommy Melinda yang sudah bertemu dengan Putri Belinda."
Elisabeth pun mulai merasa ketakutan Mommy Melinda yang lebih memilih Putri Belinda dari pada dirinya.
Melinda duduk di depan rumah sakit dia membeli kopi dan merasakan udara segar.
"Aku mulai tidak bisa mengatur emosi ku sekarang, pikiran ku fokus pada Putri Belinda saja."
Handphone Melinda berdering dia melihat itu adalah panggilan telephone masuk dari Febrian.
"Febrian, aku merasa sangat bersalah sekali dengan Febrian dia yang harus menyelesaikan semuanya di Bali."
Leticia pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
__ADS_1
*Hallo Febrian*
*Semuanya sudah selesai besok seperti sudah pulang ke Jakarta*
*Febrian aku bertemu dengan Putri Belinda*
*Bertemu dengan Putri Belinda di mana*
*Ternyata anak perempuan adopsi Ibu adalah Putri Belinda, tapi dia tidak ingin memeluk aku dia bilang jika aku bukan lagi Mama nya*
Melinda menangis di telephone dan Febrian yang putra-putri tidak tahu.
*Sudahlah jangan menagis mungkin Putri Belinda yang masih merasa sakit hati karena kamu yang mengaspal Elisabeth*
"Putri Belinda yang lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Papa, sebenarnya apa yang terjadi. Jika Putri Belinda masih hidup siapa yang ada di makam Putri Belinda*
*Nanti setelah aku pulang kita cari tahu semuanya, baik-baik di sana juga emosi jangan sampai membuat Elisabeth merasa perbedaan antara kamu dan dirinya*
*Baiklah*
Melinda pun mengakhiri panggilan telephone dan Febrian pun mulai memikirkan Melinda.
"Bagaimana dengan kondisi Melinda jika sudah mengetahui Putri Belinda yang masih hidup. Ronny pasti tidak pernah mengijinkan Putri Belinda untuk bisa bertemu dengan Melinda."
Febrian menghawatirkan jika Melinda despresi kembali.
"Semoga saja Melinda kuat dia tidak mengalami despresi kembali dan sekarang dia lupa dengan niat nya yang ingin bercerai dengan suaminya."
Febrian seperti sudah menebak apa yang akan terjadi.
__ADS_1