
Setelah berdebat dengan Ronny, Febrian pun masuk ke dalam mobil nya untuk menuju ke rumah nya.
"Bagaimana dengan kondisi Melinda sekarang yaa, aku berharap Melinda semakin membaik dari despresi nya dan seperti nya aku juga perlu Dokter Psikologis untuk Melinda agar membantu Melinda menjadi cepat sembuh."
Febrian kembali ke rumah nya dan dia mendengar suara teriakkan kencang dari kamar nya.
"Melinda kenapa dengan nya lagi yaa, seperti nya Melinda yang harus di berikan obat penenang."
Febrian pun langsung masuk ke dalam kamar dia melihat Melinda yang sangat gelisah sekali dia pun membuka tali pengikat di tangan dan kaki Melinda.
"Dimana Putri Belinda,?? kenapa kamu tidak membawa Putri Belinda pulang."
Melinda memegang tangan Febrian dan Febrian pun membelai rambut panjang Melinda.
"Aku tidak menemukan Putri Belinda malam ini, tapi besok aku akan mencari nya."
Melinda menagis ketika mendengar perkataan Febrian.
"Apakah kamu tidak membohongi ku,? kamu pasti akan membawa Putri Belinda kepada ku."
__ADS_1
Melinda menagis histeris di hadapan Febrian dan membuat Febrian merasa kasihan dengan Melinda.
"Aku tidak bisa berjanji tapi aku berusaha untuk bisa mempertemukan kamu dengan Putri Belinda, sekarang lebih baik kamu istirahat yaa jangan menagis terus yaa."
Febrian menghapus air mata Melinda dan Febrian pun memeluk erat Melinda.
"Aku tidak tega melihat kamu seperti ini Melinda, aku ingin melihat kamu bahagia bersama dengan Putri Belinda tapi bagaimana dengan Elisabeth."
Mendengar kata Elisabeth, Melinda pun langsung melepaskan pelukan erat nya.
"Elisabeth dia bukan anak ku, Putri Belinda dia adalah anak ku."
"Iya Putri Belinda adalah anak kandung kamu. Dia sangat cantik, baik dan pintar. Dia sama seperti kamu."
Melinda pun seketika langsung tersenyum ketika mendengar nya.
"Iya dia akan aku sekolah kan sampai bisa lebih baik dari aku, karena hanya dia yang aku punya sekarang."
Febrian merasa Melinda yang tidak mengingat Elisabeth, Melinda yang hanya fokus pada Putri Belinda.
__ADS_1
"Iya Melinda sekarang kamu tidur yaa, besok kita mencoba untuk kembali mencari Putri Belinda."
Melinda pun seketika dia luluh pada perkataan Febrian, Febrian membaringkan tubuh Melinda dan menarik selimut.
"Selamat tidur sayang semoga mimpi indah."
Febrian mencium kening Melinda dan mematikan lampu kamar nya, Febrian memilih untuk tidur di sofa yang ada di kamar nya.
Febrian terdiam sambil memikirkan rencana sesuatu yang harus dia lakukan agar Melinda kembali sehat kembali.
"Hanya Putri Belinda yang akan membuat Melinda sehat kembali, tapi bagaimana itu bisa terjadi jika Ronny yang tidak memperbolehkan Putri Belinda untuk bisa bertemu dengan Melinda."
Ronny merasa sangat gelisah sekali dia tidak bisa tidur selalu memikirkan Melinda.
"Apakah aku harus membawa Putri Belinda secara paksa agar mereka berdua bisa bersatu kembali."
Rasa cinta yang besar Febrian terhadap Melinda membuat dia sampai memikirkan hal-hal yang jahat.
"Besok aku harus bisa bersikap biasa saja, jangan sampai ada yang mencurigai ku jika Melinda yang sekarang bersama dengan ku. Tapi aku juga harus bisa berjaga-jaga jika Bu Regina sampai melaporkan ke pihak kepolisian."
__ADS_1
Febrian mencoba banyak cara agar tidak ada mencurigai dirinya, dia akan membuat orang-orang mencurigai Ronny karena Melinda yang hanya mempunyai permasalahan dengan Ronny.