
Melinda pun tidak mengerti dia harus bagaimana karena dia melihat Febrian yang seperti marah kepada nya.
Melinda pun keluar dari kamar tersebut dia ingin pulang kembali ke rumah nya dengan tidak menceritakan apa yang terjadi dengan nya.
Febrian membiarkan Melinda pergi, Melinda yang tidak membawa uang dan handphone nya pun tidak aktif kehabisan baterai.
"Aku harus bagaimana yaa, seperti nya aku pulang dengan taksi dan dan aku membayar nya setelah sampai di rumah."
Melinda menuggu taksi dia benar-benar ingin bertemu dengan keluarga nya, setelah menunggu beberapa menit akhirnya taksi pun datang Melinda masuk ke dalam taksi tersebut.
"Aku harus bercerita apa kepada ibu, setelah aku yang tidak pulang dua hari ini. Aku baru ingat jika aku yang keluar dari rumah sakit mencoba untuk kabur tapi Febrian yang menarik tangan ku."
Melinda pun akhirnya sampai di depan rumah nya.
"Pak sebentar yaa, saya mau ambil uang dulu."
Melinda menghampiri satpam nya dia meminjam uang 100 ribu untuk membayar taksi.
Dan Melinda pun akhirnya bisa kembali pulang ke rumah.
"Aku harus mandi sangat lengket sekali, aku harus wangi dan men charger handphone ku ini."
__ADS_1
Melinda pulang ketika Elisabeth belum sampai rumah, dia ingin berendam di air hangat sambil menghirup aroma terapi.
Tanpa sepengetahuan Melinda, Elisabeth sampai ke rumah dengan permasalahan nya bersama dengan Putri Belinda.
Tapi Suster Diana sudah tidak membahas nya lagi karena dia merasa sudah tidak harus di permasalahan lagi mereka berdua yang sudah berjanji.
Elisabeth masuk ke dalam kamar nya sedangkan Suster Diana berjalan menuju ke kamar Melinda, dia melihat pintu kamar nya yang terbuka.
"Siapa yang berani membuka pintu kamar nya yaa, Ibu Regina dia kan sedang fokus dengan pekerjaan Ibu Melinda di toko nya."
Karena merasa penasaran Suster Diana pun masuk ke dalam kamar Melinda dan dia seperti mendengar suara air di toilet tersebut.
"Astaga siapa yang berani mandi di sini."
"Hah Ibu Melinda sudah kembali ternyata."
Suster Diana merasa sangat terkejut sekali dia pun langsung memeluk erat tubuh Melinda yang baru saja mandi.
"Suster Diana sebentar yaa, saya mau pakai baju dulu yaa."
Karena merasa sangat senang, Suster Diana pun melepaskan pelukan erat nya dan dia pun tersenyum manis kepada Melinda.
__ADS_1
Suster Diana pun duduk menunggu Melinda, tapi Melinda tidak akan menjawab menceritakan semuanya kepada Suster Diana dia terpaksa berbohong.
Setelah selesai memakai baju Melinda pun langsung menghampiri Suster Diana.
"Sebelum nya aku meminta maaf karena membuat kalian semuanya panik, aku mencoba untuk ingin menyendiri terlebih dahulu. aku diam di Apartemen ku selama ini, aku tidak si culik seperti yang mungkin kalian pikirkan."
Suster Diana merasa sangat bersyukur sekali ternyata Melinda yang tidak di culik seperti pikiran banyak orang.
"Syukurlah Bu, banyak sekali yang berpikir jika ibu itu di culik Pak Ronny. Tapi ternyata memang benar itu tidak mungkin karena Pak Ronny yang mengantar ibu Regina untuk melaporkan kehilangan ibu."
Melinda pun tersenyum dan ternyata banyak yang berpikiran negatif terhadap Ronny padahal dia yang sudah berubah menjadi lebih baik lagi.
"Bagaimana dengan Elisabeth,? dia baik-baik saja kan di sekolah?."
Suster Diana pun merasa bingung apakah dia harus berkata jujur atau tidak.
"Kenapa diam,? pasti ada yang di sembunyikan? ayo ceritakan apa yang sudah terjadi dengan Elisabeth dan Putri Belinda di sekolah nya."
Suster Diana pun menghelakan nafas panjang nya dan dia menceritakan semuanya.
"Elisabeth dan Putri Belinda bertengkar lagi tapi sekarang Putri Belinda dia lebih berani dari Elisabeth dia menjambak rambut Elisabeth sampai Elisabeth merasa kesakitan."
__ADS_1
Melinda pun tidak tahu dia harus bagaimana lagi ketika Elisabeth dan Putri Belinda yang tidak bisa akur.