
Keesokan harinya, Elisabeth terlihat sangat tidak bersemangat untuk pergi ke sekolah dan Suster Diana pun mencoba untuk menghibur Elisabeth.
"Tersenyum Elisa, kamu tidak boleh cemberut seperti ini yaa. Sangat tidak baik Elisa."
Elisabeth tidak bisa membohongi perasaannya jika dia yang sangat menghawatirkan kondisi Mommy Melinda.
"Apakah pulang sekolah aku bisa melihat Mommy Melinda,? aku sangat menghawatirkan Mommy Melinda."
Regina yang mendengar keinginan Elisabeth dia langsung menjawab pertanyaan Elisabeth.
"Tidak bisa, Mommy kamu sekarang sedang tidak bisa mengendalikan emosi nya. Nanti jika dia berbuat kasar kepada kamu bagaimana."
Elisabeth pun langsung terdiam dia tidak melanjutkan sarapan pagi nya.
"Ayo Suster Diana, kita berangkat sekarang juga. Aku merasa sudah kenyang sekali."
Elisabeth pun langsung menarik tangan Suster Diana dia seperti marah kepada Omah Regina.
"Bu Regina saya pergi dulu yaa."
__ADS_1
Suster Diana berpamitan dengan Regina dan Regina pun merasakan apa yang di rasakan oleh Elisabeth.
"Mana mungkin aku bisa makan sedangkan sekarang aku yang tidak tahu di mana keberadaan Melinda, semoga saja Melinda bisa segera ketemu."
Regina mengeluarkan handphone dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Ronny.
*Hallo Ronny, kamu sedang berada di mana sekarang*
*Saya akan segera berangkat Bu, sekarang Putri Belinda yang sudah pergi ke sekolah bersama dengan Rizal*
*Kasihan sekali Putri Belinda, yaudah Ibu akan berangkat sekarang yaa*
*Baiklah Bu*
Regina pun masuk ke dalam mobil untuk menuju ke kantor kepolisian tapi tiba-tiba handphone nya bergetar.
"Febrian, ada pesan masuk dari Febrian ternyata."
Regina pun langsung membaca pesan dari Febrian.
__ADS_1
*Bu, saya mencurigai Pak Ronny yang menyembunyikan Bu Melinda. Karena hanya Pak Ronny yang mempunyai masalah dengan Bu Melinda. Lebih baik ibu tidak usah melaporkan ke pihak kepolisian karena kita sudah mengetahui siapa pelakunya.*
"Kenapa Febrian mengirimkan pesan seperti ini yaa, dan melarang untuk melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian."
Regina pun memasukkan handphone nya ke dalam tas nya.
"Febrian mencurigai Febrian begitu juga dengan Robby, tapi kenapa aku yang tidak merasakan kecurigaan itu yaa. Dan jika Ronny yang menyembunyikan Melinda seharusnya dia yang melarang aku untuk pergi ke polisi bukan Febrian."
Regina pun tidak ingin mempermasalahkan semuanya, dia fokus untuk pergi ke kantor polisi.
Regina pun akhirnya sampai dan di susul dengan mobil Ronny, Regina memperhatikan Ronny dia yang seperti tidak ada wajah ketakutan dan dia terlihat sangat santai sekali.
Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam kantor polisi dan membuat laporan kepada pihak polisi.
Setelah selesai akhirnya mereka keluar dari pihak kantor polisi, dan Ronny pun memberikan perhatian kepada Regina.
"Bu, sekarang Kita sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Semoga saja Melinda segera ketemu dan sekarang saya harus kembali ke toko karena Rizal yang harus pergi ke sekolah."
Ronny bersalaman dengan Regina sebelum dia pergi dan Regina semakin tidak percaya jika Ronny yang melakukan semuanya.
__ADS_1
"Haruskah aku tidak percaya dengan Ronny, dengan melihat sikap nya yang begitu sangat sopan dan berubah menjadi lebih baik."
Regina pun masuk ke dalam mobil nya untuk menuju ke toko Parfume, dia pun merasa Melinda hanya membuang-buang uang untuk mempromosikan produk Parfume.