
Suster Diana pun akhirnya sampai di depan rumah Omah Regina.
"Belinda sayang, kamu tidak mau bertemu dengan Omah ? karena Mama Melinda pulang nya besok bersama dengan Elisabeth."
Putri Belinda menggelengkan kepalanya.
"Tidak Suster, aku ingin pulang saja. Aku ingin bertemu dengan Papa."
Suster Diana melambaikan tangan nya kepada Putri Belinda.
"Om, papa kenapa pergi nya lama sekali yaa."
Rizal merasa binggung dia harus berkata apa kepada Putri Belinda jika Papa nya yang sedang mengurus berkas-berkas perceraian.
"Nanti juga Papa pulang sayang, sekarang kamu mau ke mana dulu? kita beli ice cream dulu yaa."
Putri Belinda memilih diam dia yang begitu sangat merindukan Papa nya.
"Aku ingin bertemu dengan Papa, aku rindu Papa."
Rizal milih untuk melanjutkan perjalanan menuju ke toko dan berharap Ronny yang sudah pulang.
Rizal merasa tidak tega melihat wajah Putri Belinda, Rizal mengetahui jika Putri Belinda yang merindukan Papa nya karena mendengar Elisabeth yang di temani oleh Mama nya.
"Belinda sayang, kamu yang sabar yaa. Om Rizal sayang Belinda, walaupun Om Rizal tahu tidak ada yang bisa mengantikan rasa sayang seorang ibu tapi Om Rizal yakin Belinda akan menjadi anak yang kuat."
Belinda semakin merasa sedih ketika Om Rizal yang ternyata mengerti isi hati nya.
Melihat mata Belinda yang sudah berkaca-kaca akhirnya Rizal pun memperhatikan mobil nya.
__ADS_1
"Aku kangen Mama."
Teriak Putri Belinda sambil menagis.
"Aku kangen sekali tapi Mama yang sudah bukan milik ku lagi dia sudah mempunyai Elisabeth anak adopsi nya yang selalu bisa bersama dengan Mama."
Rizal pun langsung memeluk erat Putri Belinda. Dia tidak bisa berkata tidak karena bagaimana pun juga Putri Belinda yang masih kecil tidak bisa tinggal bersama dengan Mama nya dan harus melihat Mama nya bersama dengan anak perempuan lain.
"Belinda Sayang, kamu harus kuat yaa Nak. Om akan selalu berdoa yang terbaik untuk kamu sayang semoga saja akan ada keajaiban datang yaa."
Rizal terus saja mencoba untuk menenangkan perasaan Putri Belinda, karena Putri Belinda tidak bisa seperti ini di depan Papa nya.
Rizal melepaskan pelukan erat dan memandangi wajah Putri Belinda yang penuh dengan air mata.
Rizal mengusap air mata Putri Belinda, dia ingin Putri Belinda bisa tersenyum kembali.
Putri Belinda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Rizal.
"Iya Om aku tidak boleh kelihatan menangis di hadapan Papa yaa, aku harus selalu senyum supaya Papa tidak sedih."
Setelah melihat Putri Belinda yang sudah tidak kelihatan habis menangis, Ronny pun menjalankan kembali mobil nya.
Putri Belinda terus saja memandangi wajah nya di depan cermin dia tidak mau kelihatan sedih di depan Papa nya.
Ketika sampai di depan gerbang, Rizal melihat mobil Ronny yang sudah datang.
"Lihat sayang Papa Ronny sudah datang yaa."
Putri Belinda pun tersenyum membuka pintu mobil nya dan berlari untuk bertemu dengan Papa nya.
__ADS_1
"Bagaimana perasaan Putri Belinda ketika mengetahui jika orang tua nya yang akan berpisah, apakah rasa sedihnya semakin mendalami kasihan sekali Putri Belinda. Tapi tidak mungkin juga Ronny dan Melinda bersama karena ada Elisabeth yang jadi penghalang kebersamaan mereka bertiga."
Rizal pun berlari mengikuti Putri Belinda dan ternyata Putri Belinda yang sedikit terdiam mendengar Papa nya sedang menelephone pengacara.
Putri Belinda pun langsung berlari menghampiri Om Rizal.
"Kenapa Papa menelephone pengacara yaa, memang ada kasus Apa?."
Rizal pun mencoba untuk mengalihkan pertanyaan kepada Putri Belinda.
"Seperti Papa masih sibuk sayaaaaang, bagaimana jika Belinda beristirahat dulu saja yaa. Pasti sangat capek sekali yaa."
Rizal mengantar Putri Belinda menuju ke kamar nya, Putri Belinda pun masuk dan langsung menutup pintu padahal masih ada Rizal di luar.
"Seperti nya Putri Belinda marah, di saat dia sedang sedih rindu kasih sayang Mama nya. Papa nya masih sibuk."
Rizal pun langsung berlari menghampiri Ronny yang ternyata masih sibuk dengan pengacaranya nya.
Dan Rizal pun menunggu Ronny sampai selesai telephone nya.
"Belinda marah di saat pulang sekolah di tidak melihat Papa nya, dan setelah dia pulang makan siang dia melihat Papa nya yang masih sibuk."
Ronny pun langsung berlari menuju ke kamar Putri Belinda dan Rizal mengikuti nya. Tapi ternyata Putri Belinda yang sudah terlelap tidur.
Ronny merasa sangat bersalah sekali karena dia mengabaikan Putri Belinda.
"Maafkan Papa yaa sayang, bukan berarti Papa mengabaikan kamu."
Ronny membelai rambut Putri Belinda sambil mencium kening nya dengan penuh perasaan.
__ADS_1