
Ronny tidak bisa berkata-kata ketika melihat Putri Belinda yang melakukan ini semua terhadap Elisabeth.
"Jika tidak mau terluka jangan membuat aku kesal yaa, karena aku juga bisa berubah menjadi seperti singa jika terus-menerus di perlakukan seperti itu."
Putri Belinda dan Elisabeth pun di berikan pengarahan oleh ibu guru mereka di minta untuk mengurangi perbuatan mereka, Putri Belinda dan Elisabeth di minta untuk bersalaman.
Mereka berdua melakukan nya dengan sangat terpaksa sekali sehingga mereka berdua pun di persilahkan untuk masuk kembali ke dalam kelas dan melanjutkan pembelajaran karena mereka berdua sudah berjanji untuk tidak mengulangi nya lagi.
Suster Diana pun sampai memegang kepala dia buat pusing dengan Elisabeth.
"Putri Belinda tidak akan sampai melakukan hal seperti itu jika Elisabeth tidak memancing emosi duluan yaa."
Rizal mencoba untuk membela Putri Belinda di hadapan Suster Diana.
"Ya, saya mengerti apa maksud perkataan kamu. Elisabeth memang selalu memancing perkelahian."
Rizal mencoba untuk mendekati Suster Diana dia pun mengeluarkan handphone nya dan memberikan kepada Suster Diana.
"Apa yaa maksud nya,?"
Suster Diana merasa kebingungan dengan handphone Rizal yang di berikan kepada Suster Diana.
"Sesama pengasuh anak-anak boleh minta nomor handphone nya."
Rizal mulai berani mendekati Suster Diana.
__ADS_1
"Untuk apa yaa,? kita ngobrol santai saja di sini."
Rizal pun langsung mengambil kembali handphone nya dan Suster Diana tersenyum tipis.
Suster Diana mengeluarkan handphone nya dia pun langsung memberikan kepada Rizal nomber handphone yang sudah dia ketik.
Rizal pun tidak mau membuang waktu dia pun langsung menyimpan nomor handphone Suster Diana.
"Semoga kita berdua bisa jadi teman yang baik yaa."
Suster Diana pun hanya bisa tersenyum saja dan akhirnya bell pulang pun berbunyi.
Putri Belinda langsung berlari ke Om Rizal, dia menarik tangan Om Rizal agar segera masuk ke dalam mobil nya.
"Aku ingin bertemu dengan Mommy Melinda."
Lagi-lagi Elisabeth ingin bertemu dengan Mommy Melinda sedangkan yang sebenarnya Mommy Melinda yang tidak ada di rumah sakit.
"Aku kangen Mommy Melinda."
Mata Elisabeth sampai berkaca-kaca ketika mengatakan itu semua.
"Tapi Omah Regina melarang kita untuk bertemu dengan Mommy Melinda, semua demi kesembuhan Mommy Melinda."
Elisabeth pun marah dia menangis sambil berjalan menuju ke dalam mobil nya.
__ADS_1
Suster Diana menggelengkan kepalanya berkali-kali dia harus bagaimana lagi agar Elisabeth bisa mengikuti perkataan nya.
"Elisabeth, jika kamu tidak mau menurut dengan Suster Diana lebih baik kamu bicara saja dengan Omah Regina."
Elisabeth melihat Suster Diana yang marah kepada nya.
"Aku minta maaf Suster Diana, aku gabakalan lagi seperti ini. Aku minta maaf."
Elisabeth memeluk Suster Diana sambil menangis seketika Suster Diana pun merasa luluh dengan Elisabeth dia pun memeluk erat Elisabeth.
Suster Diana merasa dia yang semakin dekat dengan Elisabeth membuat dia mempunyai rasa sayang yang besar untuk Elisabeth.
"Jangan buat Suster Diana marah yaa, Suster Diana tidak mau melihat Elisabeth yang menangis seperti ini. Suster Diana yang sudah sayang dengan Elisabeth."
Elisabeth merasakan pelukan hangat yang di berikan Suster Diana kepada berbeda dengan pelukan Mommy Melinda.
"Aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan berusaha untuk bisa nurut dengan Suster Diana. Aku akan mendengar perkataan Suster Diana, karena sekarang aku baru sadar ternyata Suster Diana yang sayang dengan aku."
Suster Diana mencium kening Elisabeth dan mereka berdua pun meminta supir untuk menjalankan mobilnya.
Suster Diana merasa sangat hawatir sekali dengan Melinda yang belum di temukan, Suster Diana merasa jika Melinda yang di bawa ke suatu tempat untuk di amankan.
Suster Diana tidak tahu harus mencurigai siapa lagi selain Ronny, tapi Ronny yang seperti nya tidak mungkin melakukan itu semua terhadap Melinda.
Elisabeth memperlihatkan Suster Diana yang seperti sedang memikirkan sesuatu, Elisabet merasa terjadi sesuatu dengan Mommy Melinda.
__ADS_1