
Melinda memikirkan bagaimana cara nya agar dia bisa bertemu dengan Putri Belinda. Melinda sengaja menunggu Ibu nya pulang dari kantor.
Melinda pun membuka kunci pintu kamar nya.
"Aku harus melihat bantuan Ibu, Ibu pasti bisa membantu aku untuk bertemu dengan Putri Belinda."
Melinda menunggu kedatangan Ibu nya sambil membaca buku untuk menahan rasa ngantuk nya.
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya Regina pun pulang dan Melinda berdiri sambil menyimpan buku nya.
"Melinda anak ku kenapa kamu membuat ibu cemas Nak, aku sangat menghawatirkan sekali kamu."
Mereka berdua berpelukan Melinda merasa sangat bersalah sekali dengan ibu nya, karena harus berbohong kepada Ibunya.
"Aku lebih memilih untuk menyendiri di Apartemen, karena aku yang sangat ingin bertemu dengan Putri Belinda."
Melinda melepaskan pelukan dia pun menatap wajah Ibu nya dengan berkaca-kaca.
"Bu, aku mohon sekali. Aku ingin bertemu dengan Putri Belinda, aku ingin Putri Belinda bisa merasakan kasih sayang ku sebagai ibu nya karena aku yang masih hidup."
Regina merasa kasihan melihat Melinda seperti ini tapi Regina pun tidak tahu dia harus berkata apa kepada Ronny.
__ADS_1
"Aku ikhlas jika Putri Belinda tinggal bersama dengan Ronny, tapi berikan aku waktu satu jam saja dalam satu hari untuk bisa bertemu dengan Putri Belinda."
Regina pun tersenyum kepada Melinda.
"Nanti ibu akan bicarakan yaa dengan Ronny, semoga saja Ronny mau mendengarkan perkataan ibu."
Regina pun berjalan menuju ke kamar nya, dia membuka pintu dan menutup rapat.
Regina duduk di sofa dan dia pun langsung menghubungi nomor handphone Ronny. Sebagai seorang ibu Regina merasakan apa sekarang Melinda rasakan.
"Hallo Bu Regina*
*Hallo Ronny, maafkan ibu yang menggangu waktu istirahat kamu. Ibu ingin memberitahu jika Melinda sudah pulang dan dia baik-baik saja*
*Tapi Ronny, Melinda begitu menginginkan bisa bertemu dengan Putri Belinda walaupun hanya satu jam saja sehari*
Ronny terdiam ketika mendengar perkataan Regina karena memang tujuan Ronny ingin balas dendam kepada Melinda agar Melinda despresi.
*Bagaimana dengan Elisabeth,? saya tidak mau Putri Belinda tersakiti oleh Elisabeth hanya karena keinginan Melinda*
*Elisabeth itu adalah urusan Melinda, karena bagaimana pun juga Putri Belinda adalah anak kandung Melinda*
__ADS_1
*Saya tidak bisa menjanjikan, karena Putri Belinda juga dia ingin merasa nyaman*
*Baiklah Ronny, ibu tunggu kabar selanjutnya*
Regina pun langsung menghampiri Melinda di dalam kamar nya, dan ternyata Melinda yang sedang memandangi foto Putri Belinda.
"Melinda, Ibu sudah membicarakan ini semua dengan Ronny dan Ronny pun tidak bisa memastikan dia juga harus mengikuti keinginan Putri Belinda."
Melinda sedikit merasa tenang karena ada kemungkinan dia bisa bertemu dengan Putri Belinda.
"Terimakasih banyak yaa Bu, sudah mau membantu aku."
Regina pun memeluk erat Melinda.
"Kamu yang kuat yaa Melinda, kamu jangan seperti kemarin lagi. Jika kamu menginginkan bertemu dengan Putri Belinda bicara baik-baik saja dengan Ronny."
Melinda pun menganggukkan kepalanya.
"Sekarang lebih baik kamu tidur yaa istirahat yaa cukup karena besok kamu yang harus memimpin kembali kantor mu bukan ibu."
Melinda pun membaringkan tubuhnya dia pun langsung memejamkan mata dan Regina keluar dari kamar nya.
__ADS_1
Regina berharap hari esok yang jauh lebih baik dari sekarang.