Belinda Sayang Belinda Malang Season 2

Belinda Sayang Belinda Malang Season 2
Episode 02.


__ADS_3

Di perjalanan menuju ke toko Putri Belinda hanya bisa melamun saja dia seperti bermimpi bisa memeluk erat Melinda.


"Belinda sayang, kamu baik-baik saja kan. Apakah ini membuat mu terganggu maafkan Omah Sayang. Omar tidak tahu jika Mama kamu yang tiba-tiba saja pulang dari Bali tidak memberitahu Mama."


Regina memegang tangan Putri Belinda dia ketakutan jika Belinda yang memberitahu Ronny dan dia tidak akan bisa bertemu kembali dengan Putri Belinda.


"Sudah tidak apa-apa Omah tidak harus meminta maaf ini bukan kesalahan Omah, aku merasa kedatangan Mama karena Elisabeth yang memberitahu Mama tentang yang terjadi di kelas itu."


Regina pun baru menyadari nya dan ternyata benar saja apa yang di pikirkan oleh Regina jika Elisabeth mengatakan semuanya kepada Melinda maka Melinda akan datang bertemu dengan Putri Belinda.


"Ini adalah kesalahan Elisabeth, jika dia tidak mengadu maka Mama Melinda yang tidak akan pernah bisa bertemu dengan kamu sayang."


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan toko dan Putri Belinda pun bersalaman dengan Omah Regina.


"Aku pulang dulu yaa Omah, terimakasih atas surprise nya aku bahagia sekali."


Omah Regina pun langsung mencium kening Putri Belinda.


"Iya sayang sama-sama, tugas Omah sekarang adalah membuat kamu bahagia."


Putri Belinda pun turun dari mobil dia di sambut oleh Om Rizal, Belinda memilih untuk tidak bercerita kepada Papa dan Om nya.


"Kenapa baru pulang sayaaaaang, Om sudah kangen dengan kamu."


Om Rizal menuntun tangan mungil Belinda untuk masuk ke dalam berjalan menuju ke lantai tiga.


"Tadi pulang sekolah aku di bawa ke rumah Omah Regina, rumah nya mewah sekali. Dan lebih besar dari rumah ku yang dulu Om, aku bahagia sekali Omah Regina juga memberikan aku surprise seperti oleh acara ulang tahun aku senang sekali."


Om Rizal pun merasa bahagia ketika melihat Putri Belinda bahagia.


"Yasudah yaa sayang, sekarang kamu ganti pakaian setelah itu Om akan membelikan makan siang untuk kamu yaa."

__ADS_1


Putri Belinda masuk ke dalam kamar dia pun langsung menutup pintu kamar nya dia melihat Hantu Merry tersenyum manis kepada nya.


"Kamu cantik sekali, kamu tidak pucat dan tidak berdarah wajah nya. Seperti nya kamu sedang senang yaa."


Hantu Merry langsung menghilang begitu saja.


"Kenapa dia menghilang yaa, padahal aku ingin mengobrol dengan nya."


Putri Belinda pun mengganti pakaian setelah selesai dia langsung menuju ke lantai dasar untuk bertemu dengan Om Rizal.


"Om Rizal, ayo kita pergi untuk makan siang. Tapi aku tidak melihat Papa yaa, Papa di mana yaa."


Om Rizal tidak mungkin mengatakan jika Papa yang sedang mengurus berkas-berkas perceraian.


"Papa sedang sibuk sayang, dia keluar sebentar setelah itu Papa pasti akan kembali."


Om Rizal dan Putri Belinda pun langsung masuk ke mobil untuk mencari makanan untuk mereka berdua.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan semuanya, kenapa Putri Belinda masih hidup sedangkan aku yang terus datang ke makam nya lalu siapa yang di kuburkan di makam tersebut."


Melinda yang mengambil depresi pada saat meninggalnya Putri Belinda dia memang tidak melihat jasad Putri Belinda untuk yang terakhir kalinya.


"Aku tidak sekarang harus bagaimana, apakah aku harus senang atau sedih karena Putri Belinda yang kembali sedangkan aku yang sudah memiliki Elisabeth."


Melinda terus saja menangis dia tidak tahu harus bagaimana lagi dia tidak mengembalikan Elisabeth ke panti asuhan karena Elisabeth yang sudah sah menjadi anak nya secara negara.


Melinda terus saja melamun sambil menangis dan tiba-tiba saja handphone nya yang berdering kencang.


Melinda melihat itu adalah panggilan telephone masuk dari Elisabeth.


"Aku yang sedang seperti ini, bagaimana mungkin aku bisa fokus berbicara dengan Elisabeth. Ternyata anak perempuan yang sering di ceritakan oleh Elisabeth itu adalah Putri Belinda sayaang."

__ADS_1


Regina sudah berada di rumah nya dia pun langsung berjalan menuju ke kamar Melinda, Regina membuka pintu kamar Melinda dan melihat Melinda yang mengabaikan handphone nya yang berdering.


Regina mengambil handphone Melinda dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Elisabeth.


"Kenapa kamu mengabaikan panggilan telephone dari Elisabeth, dia adalah anak kesayangan mu. Anak yang selalu kamu manjakan Melinda."


Regina duduk di samping Melinda dan memberikan handphone nya.


"Sejak kapan Putri Belinda di nyatakan masih hidup, dan kenapa ibu tidak memberitahu aku."


Melinda menatap tajam ke wajah Ibu nya.


"Putri Belinda adalah Merry, kenapa kamu lebih memilih untuk mengadopsi Elisabeth padahal ada Putri Belinda di panti asuhan itu."


Melinda seketika dia langsung terkejut ketika mendengar perkataan dari Ibu nya.


"Putri Belinda adalah Merry, dia berada di pantai asuhan? apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa harus Ronny yang menemukan Putri Belinda sehingga sekarang Putri Belinda menjadi benci kepada ku Bu."


Melinda menagis kembali di pundak Ibunya.


"Semua terjadi karena kamu yang sudah memilih Elisabeth sebagai anak adopsi mu, dan sekarang Ronny yang kamu bilang dia yang membunuh Putri Belinda ternyata sekali dia yang lebih di sayang oleh Putri Belinda bukan kamu Melinda."


Regina pun sangat menghelakan nafas panjang nya.


"Ibu mohon jangan melakukan hal yang aneh-aneh demi untuk mendapatkan Putri Belinda, karena Putri Belinda dan Elisabeth tidak akan pernah bisa bersama. Elisabeth yang sangat benci pada Putri Belinda."


Regina pun memilih untuk pergi dari kamar Melinda.


"Putri Belinda adalah tanggung jawab Ibu sekarang, ibu akan membuat Putri Belinda bahagia lebih bahagia daripada Elisabeth."


Regina pun pergi dari kamar Melinda tapi Melinda yang masih belum bisa menerima kenyataan ini.

__ADS_1


Handphone nya yang terus menerus berdering tapi dia abaikan saja, Melinda merasa belum siap untuk berbicara kepada Elisabeth sekarang.


__ADS_2