
Melinda terbangun dari tidurnya dia mulai merasa tidak nyaman berada di dalam kamar terus-menerus, Melinda mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut tapi ternyata pintu kamar yang terkunci
Melinda melihat tangan dan kaki yang membiru dia juga melihat ada tali di tempat tidur nya.
Melinda merasa jika dirinya yang kembali despresi, dia tidak mengingat semua nya yang dia tahu dia yang bertemu dengan Putri Belinda di toko nya..
"Febrian dia tidak ada di rumah, dia mengurung ku dalam kamar ini. Ini tidak adil aku ingin keluar dari kamar ini."
Melinda terus saja ingin keluar dari kamar tersebut dia seperti tidak mempedulikan apapun yang terjadi.
Melinda mengetuk-ngetuk pintu dengan sangat keras sekali dia pun juga berteriak histeris.
"Febrian, bukaaaaa. Aku ingin bertemu dengan Putri Belinda cepat buka kan pintu ini."
__ADS_1
Para penjaga yang ada di sana tidak berani untuk membukakan pintu kamar tersebut karena tidak ada perintah dari Febrian.
Salah satu pegawai mencoba untuk menghubungi Febrian dia mengirimkan pesan kepada Febrian karena jika telephone akan ketahuan oleh pihak kantor nya.
*Pak Febrian seperti Bu Melinda ingin keluar dari kamar nya dia sudah tidak tahan berapa di dalam kamar nya*
Febrian yang membaca pesan tersebut dia binggung harus bagaimana sedangkan sekarang dia yang harus fokus bekerja.
*Bilang kepada Melinda, jika aku pulang aku akan membukakan pintu kamar nya*
"Ibu Melinda sabar yaa, nanti jika Pak Febrian pulang pintu nya pasti akan di buka kan yaa."
Melinda hanya bisa terdiam saja dia pun harus menunggu sampai Febrian pulang kerja.
__ADS_1
Melinda memegang kepalanya yang terasa sangat pusing sekali, dia juga merasa sangat lemas sekali.
"Bagaimana dengan keluarga ku di rumah, mereka seperti sengat menghawatirkan kondisi ku sekarang."
Melinda mencoba untuk mencari handphone nya tapi ternyata handphone nya tidak ada baterai nya.
"Aku harus bagaimana sekarang apakah aku yang harus tetap seperti ini diam dalam despresi ku, sedangkan aku ingin bisa bersama dengan Putri Belinda tapi terhalang oleh Elisabeth yang sebelumnya sudah aku pilih."
Melinda mengalami kejadian yang sama di saat dia depresi berat tiba-tiba saja dia yang kembali normal seperti biasa tapi masih dengan ingatan yang sangat berat.
"Aku harus bisa bersikap baik dengan Ronny, setidaknya aku bisa bertemu dengan Putri Belinda walaupun itu hanya beberapa jam saja. Aku yang ingin membuat Putri Belinda tidak salah paham terhadap ku dan dia masih menganggap ku sebagai seorang ibu."
Melinda ingin mencoba untuk berdamai dengan hati nya, karena jika dia terus saja bersikap tidak baik dengan Ronny itu hanya membuat Ronny semakin menjauhi nya dengan Putri Belinda.
__ADS_1
"Sekarang aku bisa adil walaupun Elisabeth ada pilihan ku tapi Putri Belinda tetap anak kandung ku. Aku akan memohon kepada Ronny agar bisa mempertemukan aku dengan Putri Belinda, apapun yang dia inginkan akan aku berikan termasuk 6 toko parfume yang aku miliki ini. Jika dia menginginkan salah satu nya agar aku berikan asalkan hubungan ku dengan Putri Belinda bisa baik."
Melinda pun sudah yakin dengan rencana nya itu semua dia lakukan hanya untuk agar Putri Belinda tetap merasakan kasih sayang nya.