Belinda Sayang Belinda Malang Season 2

Belinda Sayang Belinda Malang Season 2
Episode 27.


__ADS_3

Melinda pun memilih untuk pergi ke kamar Elisabeth dia juga ingin bicara dengan Elisabeth mengenai Putri Belinda.


Melinda mengetuk pintu kamar Elisabeth tapi Elisabeth tidak berbicara sepatah kata pun dia fokus pada handphone nya.


Melinda pun membuka pintu tersebut dan seketika Elisabeth terbangun berlari menghampiri Melinda.


"Mommy, akhirnya Mommy Melinda pulang juga aku sangat merindukan sekali Mommy."


Elisabeth memeluk erat tubuh Melinda dia merasa kerinduan yang mendalam dengan Mommy Melinda.


"Bisa kita bicara sebentar,? kita duduk di sana."


Melinda pun seketika dia lupa belum memberikan kabar kepada Ibu nya jika dia sudah berada di rumah.


"Suster Diana tolak telephone ibu, bilang saya yang sudah pulang yaa."


Suster Diana pun menganggukkan kepalanya dia langsung menelephone Ibu Regina dan Melinda melihat Elisabeth yang menundukkan kepalanya dia seperti nya sudah tahu jika Mommy nya akan membicarakan tentang Putri Belinda.


Melinda menunggu Suster Diana selesai menelephone ibu nya dan dia pun memilih untuk diam.


*Hallo Ibu Regina*


*Iya Suster Diana ada apa*

__ADS_1


*Ibu Melinda sudah pulang dan ternyata dia itu tidak di culik, Ibu Melinda memilih berdiam diri di Apartemen nya*


*Syukurlah kalau begitu, yaudah saya tidak pulang langsung karena Febrian ijin pulang*


*Baiklah Bu Regina*


Setelah mendengar Suster Diana selesai menelephone Ibu nya, barulah Melinda berbicara serius dengan Elisabeth.


"Elisabeth, kamu tahu kan jika Putri Belinda itu adalah anak kandung Mommy. Mommy kehilangan nya selama beberapa bulan karena Mommy tidak menerima kenyataan jika Putri Belinda itu sudah meninggal dunia."


Suster Diana pun masuk ke dalam Elisabeth untuk mendengarkan percakapan mereka berdua.


"Putri Belinda harus bertahan hidup di panti asuhan,? bersama dengan kamu. Padahal sebenarnya Putri Belinda yang masih mempertahankan orang tua."


"Kenapa kamu selalu jahat sekali dengan Putri Belinda,? padahal dia yang begitu sangat baik sekali loh. Dia lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Papa nya yang sebenarnya dulu sangat jahat kepada nya."


Air mata Melinda pun mulai menetes dari pipi nya.


"Jika kamu berani berniat untuk memisahkan kita berdua itu tidak akan pernah mungkin terjadi,? karena jika kamu bertanya Mommy lebih sayang kamu atau Putri Belinda. Mommy akan lebih memilih Putri Belinda."


Suster Diana tidak menyangka jika Melinda sampai berbicara seperti itu kepada Elisabeth dan membuat Elisabeth merasa sangat sedih sekali.


"Jika kamu masih saja bersikap seperti itu kepada Putri Belinda, lihat saja nanti akibat nya."

__ADS_1


Melinda pun langsung pergi dari kamar Elisabeth dan Suster Diana pun langsung menghampiri Elisabeth.


"Sudah yaa kamu sekarang harus tau diri yaa, jangan sampai melakukan hal seperti itu lagi kepada Putri Belinda. Kamu lihat Mommy Melinda sekarang sudah berubah tidak seperti dulu lagi."


Suster Diana pun mencoba untuk menenangkan Elisabeth yang terus menerus menangis.


Elisabeth mulai ketakutan di bawa ke panti asuhan kembali.


"Suster Diana, aku tidak mau kembali ke panti asuhan lagi. Aku ingin di sini bersama dengan Mommy Melinda seperti perjanjian dulu jika dia akan membuat aku bahagia."


Suster Diana merasakan kesedihan yang luar biasa, semenjak dekat dengan Elisabeth. Suster Diana merasa jika rasa sayang dia sekarang lebih besar kepada Elisabeth dari pada Putri Belinda.


Melinda berjalan menuju ke kamar, dia masih mendengar tangisan Elisabeth tapi sekarang dia lebih mengabaikan nya.


"Apakah aku terlalu berlebih-lebihan dalam berbicara dengan Elisabeth, tapi sikap kepada Putri Belinda membuat aku kesal padahal dia itu bukan siapa-siapa aku."


Melinda tidak mengerti kenapa sikap bisa berubah-ubah seperti ini, dia yang lebih fokus pada Putri Belinda.


"Sekarang yang harus aku pikir kan adalah Putri Belinda, bagaimana cara nya Putri Belinda mau bertemu dengan aku walaupun hanya hitungan menit saja pun aku sangat menginginkan nya."


Melinda mengunci pintu kamar karena dia tahu Elisabeth jika sudah menangis dia pasti datang ke kamar nya untuk meminta maaf dan Melinda belum bisa menerima kehadiran Elisabeth dia masih merasa kesal dengan perbuatannya.


Dan ternyata benar saja di saat Elisabeth di peluk erat oleh Suster Diana dia melepaskan pelukan erat tersebut dia berjalan menuju ke kamar Melinda.

__ADS_1


Elisabeth mencoba membuka pintu kamar tersebut tapi ternyata pintu kamar itu terkunci rapat dan membuat Elisabeth merasa sangat sedih.


__ADS_2