
Melinda di perjalanan dia tidak harus bagaimana lagi dengan Elisabeth, Melinda merasa Elisabeth yang semakin hari semakin membuat nya emosional.
"Umurnya yang masih sangat muda tapi kenapa Elisabeth sudah menunjukkan sikap seorang ini, bagaimana nanti jika sudah besar apalagi aku sudah menyerahkan toko Elisabeth Parfume untuk dirinya."
Melinda memilih memberhentikan mobilnya di depan pintu gerbang Putri Belinda Parfume.
"Aku ingin melihat Putri Belinda, setidaknya aku bisa melihat wajah Putri Belinda dan membuang rasa kesal ku pagi ini."
Melinda turun dari mobil nya dia pun berjalan menuju ke toko, Melinda begitu sangat percaya diri sekali karena dia ingin bertemu dengan Putri Belinda.
Ketika Melinda masuk dia melihat Putri Belinda yang sedang duduk manis bersama dengan kasir.
Ronny langsung menghampiri Melinda sebelum Melinda mendekati Putri Belinda.
"Hmmmm Ronny, aku hanya ingin berbicara sebentar dengan Putri Belinda sebelum aku pergi ke toko."
Ronny pun berjalan menuju ke Putri Belinda.
"Putri Belinda sayang, ayo cepat ke sini Mommy Melinda ingin bertemu dengan dengan mu."
Putri Belinda mengikuti apa yang di katakan oleh Papa nya dia pun langsung bertatapan wajah dengan Mama Melinda.
"Selamat pagi Mama."
Putri Belinda mulai berani untuk menyapa Melinda.
__ADS_1
"Selamat pagi juga sayaang, Mama senang sekali sekarang kamu yang sudah bisa menyapa Mama."
Putri Belinda tersenyum sambil memegang erat tangan Papa nya.
"Yasudah sekarang Mama pergi dulu yaa sayaaaaang, Mama mau ke toko dulu yaa sayang."
Melinda tidak berani menyentuh Putri Belinda dia hanya melambaikan tangan nya saja. Ketika Melinda mau keluar dari toko Putri Belinda melepaskan genggaman tangan Papa nya.
Putri Belinda berlari dan memeluk erat Mama nya dari belakang.
"Hati-hati yaa Mama."
Tubuh Melinda seketika langsung bergetar ketika mendengar perkataan Putri Belinda dan merasakan pelukan hangat yang di berikan Putri Belinda.
Melinda membalikkan badannya, dan menatap wajah Putri Belinda.
Putri Belinda melirikan mata kepada Papa nya dan Ronny pun menganggukkan kepalanya.
"Boleh Mama."
Melinda langsung memeluk erat tubuh mungil Putri Belinda.
"Terimakasih sayaaaaang, Mama sangat merindukan pelukan erat ini."
Putri Belinda hanya bisa terdiam saja dia pun merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Melinda pun melepaskan pelukan erat tersebut.
"Yasudah Mama pergi yaa, kamu baik-baik di toko yaa sayang."
Putri Belinda tersenyum dan Melinda pun pergi.
Ronny menghampiri Putri Belinda dia merasa senang Putri Belinda bisa merasakan rasa kasih sayang Mama walaupun hanya sesaat.
"Papa tidak marah aku memeluk Mama,? jika Papa Marah aku tidak lagi memeluk Mama."
Ronny tersenyum manis kepada Putri Belinda.
"Tidak sayang, Papa tidak marah."
Putri Belinda terlihat sangat senang sekali dan mengajak Papa nya untuk keluar dari toko.
"Kita keluar dari toko yuu Pap, di sana udara lebih segar dari dalam sini."
Putri Belinda menarik tangan Papa nya dan mereka pun duduk di depan toko nya.
Putri Belinda melihat mobil Omah Regina.
"Papa lihat itu mobil Omah Regina."
Omah Regina pun turun dari mobil dia pun langsung menghampiri Putri Belinda.
__ADS_1
"Cucu Omah yang cantik, sekarang kita pergi jalan-jalan yuu sayang di hari minggu bersama Omah dan Opah."
Putri Belinda pun begitu sangat bahagia sekali dan Ronny pun mengijinkan Putri Belinda untuk pergi bersama dengan Omah dan Opah nya.