
Melinda merasa sangat kecewa sekali dengan apa yang di berikan oleh Ronny kepada nya.
"Aku yang berniat untuk mengakhiri pernikahan ini tapi ternyata Ronny yang duluan memberikan berkas-berkas perceraian ini. Aku harus melakukan sidang di hari Senin, aku harus bagaimana hak asuh Putri Belinda pasti jatuh pada Ronny."
Melinda menangis sambil memegang berkas-berkas tersebut dia harus bertanda tangan tapi Melinda merasa berat untuk melakukan nya.
"Aku merasa sangat berat sekali kepada Putri Belinda, walaupun aku yang sudah tidak cinta dengan Ronny tapi Putri Belinda yang sekarang bersama dengan Ronny. Aku juga menginginkan bisa bersama dengan Putri Belinda."
Melinda tidak mungkin menagis di hadapan Elisabeth, Melinda menghapus air mata nya dia juga mencuci wajah nya agar kelihatan lebih segar.
Setelah merasa membaik Melinda baru berani masuk ke dalam ruangan Elisabeth dan ternyata Elisabeth yang belum tidur.
"Elisabeth kenapa kamu belum tidur sayaaaaang."
Melinda menghampiri Elisabeth dan membelai rambut panjang nya.
"Aku ingin menuggu Mommy, aku tidak mau tidur sendirian."
Melinda merasa bersalah karena dia yang selalu meninggalkan Elisabeth keluar.
__ADS_1
"Maafkan Mommy ya sayang, ayo sekarang Elisa tidur yaa."
Elisabeth sampai memegang tangan Melinda karena dia yang tidak di tinggalkan oleh Melinda.
Melinda pun tersenyum manis kepada Elisabeth dan Elisabeth pun mulai memejamkan mata nya.
Melinda tidak boleh merubah sikap nya kepada Elisabeth dia harus perhatian kepada Elisabeth seperti awal mereka berdua bertemu.
"Tidur nyenyak yaa sayang, Mimpi yang indah."
Melinda mencium kening Elisabeth sambil memikirkan Putri Belinda.
"Belinda sayang malam ini apakah kamu bisa tidur nyenyak, Mama ingin sekali bisa memeluk kamu dengan erat seperti dulu kita tidur bersama sayang."
Melinda menyimpan berkas-berkasnya di dalam tas nya.
"Seperti nya aku yang harus membicarakan semuanya dengan Febrian, karena sekarang yang punya hanya Febrian dia yang bisa memberikan aku saran."
Melinda pun mengambil handphone walaupun dia tahu ini sangat tidak sopan mengganggu waktu istirahat Febrian.
__ADS_1
*Febrian, Ronny memberikan berkas-berkas perceraian untuk ku. Dia ternyata ingin bis cepat berpisah karena tidak ingin aku bersama dengan Putri Belinda*
Febrian yang hendak untuk beristirahat akhirnya dia memilih untuk membalas pesan dari Melinda.
*Tunggu aku pulang besok ke Jakarta dan kita akan membicarakan semuanya, sekarang lebih baik kamu tidur lupakan sejenak permasalahan yaa.*
*Baiklah Febrian aku akan mengikuti apa yang di katakan oleh mu*
Melinda pun menyimpan handphone nya dia memeluk tas nya dan mulai untuk beristirahat.
Di perjalanan menuju ke toko Ronny masih sempat memikirkan Melinda yang merasa kasihan dengan Melinda.
"Kenapa harus ada rasa kasihan kepada Melinda, ingat Ronny kamu tidak mungkin bisa bersama kembali dengan Melinda karena Melinda yang sudah bersama dengan lelaki lain."
Ronny pun memberhentikan mobilnya di cafe, dia turun untuk menenangkan pikiran nya.
Ronny benar-benar di buat pusing dengan keadaan ini, dan tiba-tiba datang wanita cantik yang mendekati Ronny.
Wanita yang seperti ini menggoda Ronny.
__ADS_1
"Maaf, tolong pergi jangan mencoba untuk menggoda saya karena di sana ada wanita cantik yang sedang menunggu aku untuk pulang."
Wanita cantik itu adalah Putri Belinda.