
Keesokan harinya Putri Belinda merasa sangat bahagia karena Elisabeth yang belum masuk ke sekolah.
Putri Belinda tidak bisa membohongi perasaannya jika dia memang lebih nyaman jika di sekolah tidak ada Elisabeth.
"Selamat pagi Papa, aku berangkat sekolah dulu yaa Papa."
Putri Belinda bersalaman dengan Papa nya.
"Semangat ya sayang sekolah, jika Mama kamu mencoba untuk ingin membawa kamu pergi maka kamu berteriak kencang."
Putri Belinda pun terkejut ketika Papa nya mengetahui jika Putri Belinda yang sudah bertemu dengan Mama nya.
"Papa bertemu dengan Mama,? kapan Papa bertemu dengan Mama."
Putri Belinda mendekati Papa nya dan Ronny pun mulai menjelaskan semuanya kepada Putri Belinda.
"Semalam Papa bertemu dengan Mama di Rumah Sakit. Mama mu pernah bilang di saat dia pulang dari Bali dia ingin berpisah dengan Papa dan Papa mengikuti apa yang di inginkan oleh Mama kamu."
Ronny memandangi wajah Putri Belinda sambil tersenyum manis.
"Lebih baik Papa kehilangan Mama kamu, dari pada Papa harus kehilangan Putri Belinda."
__ADS_1
Putri Belinda tersenyum kepada Papa nya, walaupun sebenarnya dia merasa sedih karena Papa nya yang harus berpisah dengan Mama nya untuk selamanya.
Tapi Putri Belinda juga menyadari jika dirinya tidak mau jika harus tinggal bersama dengan Elisabeth.
"Biarkan Mama bahagia bersama dengan Elisabeth, aku memang sangat merindukan Mama tapi aku merasa sangat sakit ketika melihat Mama yang lebih perhatian kepada Elisabeth."
Ronny mencium kening Putri Belinda.
"Papa yang akan mencoba untuk menjadi yang terbaik untuk kamu, sudah biarkan saja jika Mama yang masih ingin bersama dengan anak perempuan pilihan nya."
Ronny mengantarkan Putri Belinda untuk menunggu mobil jemputan nya, dan Omah Regina yang ternyata sudah menunggu nya.
Omah Regina tersenyum manis kepada Putri Belinda.
"Tidak akan sayang, dia bukan siapa-siapa Omah. Cucu Omah hanya Putri Belinda bukan Elisabeth."
Omah Regina langsung membawa Putri Belinda ke dalam mobil nya dan Ronny merasa tenang karena Omah Regina yang berpihak kepada Putri Belinda.
"Omah, tadi Papa bilang jika Papa dan Mama akan berpisah."
Mata Putri Belinda berkaca-kaca ketika mengucapkan kata tersebut di depan Omah nya.
__ADS_1
"Sayang, Papa dan Mama memang seharusnya seperti itu. Karena mereka sudah tidak dapat di persatuan kan lagi, tidak mungkin Papa kamu mau bersama dengan Mama kamu sedangkan Elisabeth dia yang akan menjadi penghalang hubungan kalian bertiga."
Putri Belinda pun langsung terdiam, seandainya dia tidak percaya dengan perkataan orang yang pernah mengancam untuk membunuh Mama.
Mungkin Elisabeth tidak akan pernah menjadi bagian dari keluarga nya.
"Aku benci Elisabeth."
Putri Belinda mengatakan hal tersebut tepat di depan Omah Regina.
"Percuma saja sayaang, semuanya sudah terjadi walaupun kamu yang merasa benci tapi itu tidak akan bisa mengulang semuanya."
Putri Belinda sampai di sekolah nya.
"Sayang Omah nanti jemput kamu yaa, sekarang kamu masuk ke dalam kelas dan semangat belajar nya."
Putri Belinda bersalaman dengan Omah Regina.
"Baiklah Omah, Omah hati-hati yaa."
Putri Belinda pun langsung berlari menuju ke kelas nya dan ternyata sudah ada Veronica yang menunggu nya untuk masuk ke dalam kelas bersama-sama.
__ADS_1