
Keesokan harinya, Melinda bersikap dingin kepada Elisabeth. Sikap Belinda seperti ini karena dia ingin Elisabeth yang bisa menerima kehadiran Putri Belinda tidak setiap bertemu harus bertengkar.
"Selamat pagi Mommy Melinda."
Elisabeth mencoba untuk menyapa Mommy Melinda seperti biasanya.
"Selamat pagi juga Elisabeth."
Melinda menjawab nya dengan ekspresi wajah yang datar.
Regina pun datang dan melihat mereka berdua yang tidak seperti biasa nya.
"Suster Diana, di mana bekal sekolah untuk Putri Belinda."
Suster Diana sengaja tidak membuatkan karena yang merasa lebih kasihan kepada Elisabeth dari pada Putri Belinda.
"Saya hanya membuat khusus untuk Elisabeth saja."
Suster Diana menundukan kepalanya dia pun langsung pergi untuk menyiapkan bekal tersebut.
"Suster Diana kamu sudah tidak mau lagi membuat kan bekal untuk Putri Belinda?."
Melinda terdengar sangat emosional sekali dan Suster Diana pun menghampiri Melinda.
"Maafkan saya Bu, saya tidak bermaksud seperti ini."
Elisabeth pun merasa kasihan dengan Suster Diana.
"Tugas Suster Diana itu untuk mengurus aku fokus pada aku, biarkan saja Putri Belinda di buatkan bekal makanan oleh Papa nya."
Melinda sampai menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Elisabeth.
"Bu, aku akan menjemput Putri Belinda sekarang dan ibu jemput di saat jam pulang sekolah saja. Aku tidak mengerti dengan anak ini bicara nya sangat tidak sopan santun."
__ADS_1
Elisabeth pun merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Melinda yang pergi untuk menjemput Putri Belinda.
"Suster Diana, ajarkan anak mu ini yaa dalam berkata-kata sangat tidak sopan santun sekali."
Regina pun memilih untuk pergi dia yang begitu sangat kesal dengan sikap Elisabeth.
Elisabeth pun langsung menagis sedih dan Suster Diana mencoba untuk menenangkan Elisabeth.
"Kamu jangan menagis yaa sayaaaaang, sekarang ada Suster Diana yang akan selalu melindungi kamu yaa."
Suster Diana pun menyiapkan semuanya dan dia pun segera masuk ke dalam mobil nya, Elisabeth merasa tidak ikhlas jika Putri Belinda di jemput oleh Mommy Melinda.
"Mommy Melinda tidak boleh menjemput Putri Belinda, nanti Putri Belinda di bawa ke rumah dan aku nanti semakin terabaikan."
Suster Diana merasa sangat kasihan sekali melihat Elisabeth dia mencoba untuk menenangkan perasaan Elisabeth.
***
"Aku harus bisa membawa Putri Belinda, dia harus mau ikut bersama dengan ku."
Ronny melihat seperti bukan mobil Regina dan ternyata dugaan Ronny benar itu adalah mobil Melinda.
"Kamu di jemput Mama Melinda, sudah yaa tidak apa-apa sayang."
Melinda pun turun dari mobil dia pun perlahan menghampiri Putri Belinda.
"Selamat pagi anak cantik Mama, hari ini Mama yang akan antar kamu ke sekolah yaa sayang."
Putri Belinda melirikan mata nya kepada Papa nya, dia yang kelihatan takut sekali ketika harus bersama dengan Mama nya berdua.
"Sudah tidak apa-apa sayang, saja pergi bersama dengan Mama Melinda. Papa mengijinkan kok."
Ronny pun mengantar Putri Belinda dekat dengan Melinda dan Melinda pun membuka kan pintu mobil agar Belinda segera masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Melinda menjalankan mobilnya dan dia melambaikan tangan nya kepada Ronny.
"Elisabeth, kamu yang selalu saja membuat Putri Belinda sakit hati dengan perkataan mu dan sekarang bagaimana perasaan mu ketika melihat Putri Belinda bersama dengan Mama nya."
Ronny pun kembali berkerja dia percaya kepada Melinda.
Di perjalanan menuju ke sekolah Putri Belinda dia hanya terdiam saja dia tidak mau mengintip dengan Mama nya.
"Bagaimana kabar mu sayang,? Mama sangat merindukan mu sayang."
Melinda menangis di hadapan Putri Belinda.
"Aku baik-baik saja bersama dengan Papa, dan aku merasa bahagia bersama dengan Papa."
Putri Belinda terdengar sangat jutek sekali ketika dia berbicara dengan Mama nya.
"Syukurlah jika kamu bahagia bersama dengan Papa, Mama sekarang sangat bahagia sekali akhirnya Mama bisa bersama dengan Kamu."
Putri Belinda pun memilih untuk diam saja sampai akhirnya dia sampai di depan sekolah.
"Aku bisa sendirian, tidak usah mengantar aku sampai kelas."
Puri Belinda membuka pintu mobil dan dia melihat Elisabeth bersama dengan Suster Diana.
Melinda keluar dari mobil dia tidak mau Putri Belinda berjalan sendiri menuju ke kelas, Melinda pun memegang tangan Putri Belinda untuk pertama kalinya Melinda mengantarkan Putri Belinda sekolah.
Elisabeth merasa sangat kesal sekali dia pun sampai tidak mau masuk ke dalam kelas karena semua teman-teman melihat Putri Belinda yang di antarkan oleh Mama nya.
"Semangat yaa sekolah ya sayang, jadi anak yang pintar yaa. Mama berangkat kerja dulu ya sayang."
Melinda mencium ke dua pipi Putri Belinda dan Putri Belinda pun meneteskan air mata nya.
"Terimakasih Mama."
__ADS_1
Ucap Putri Belinda dengan suara perlahan.