
Eleya pun turun dari motornya."apa maksudmu?"tanya Eleya.
"El aku sudah menceritakan tentang kita pada mama."jawab Dika dengan menatap wajah Eleya dan sangat berharap agar Eleya bisa menerimanya kembali.
Eleya dan Dika saling menatap dan Eleya pun kembali mengalihkan tatapan matanya ke arah lain. Namun di sela sela mereka berdua, mama Gea yang ternyata juga ikut bersama Dika, turun dari dalam mobil dan mendekati mereka.
"Eleya.."sapa mama Gea.
Eleya pun menoleh ke arah suara itu dan membuang wajahnya ke arah lain."tante hanya ingin bertemu dengan Lala."ucap mama Gea.
"tante ketuk saja pintunya, masih ada yang ingin ku bicarakan dengan Dika."jawab Eleya.
Setelah mama Gea berjalan menuju pintu rumah Eleya, dia pun kembali naik ke atas motornya."ikuti aku."pinta Eleya.
"kenapa tidak ikut mobil ku saja?"tanya Dika.
Eleya langsung melajukan motornya tanpa menjawab ajakan Dika. Benar benar bukan Eleya yang dulu Dika kenal.
Sekarang hatinya sangat keras dan nada bicaranya tidak lembut seperti saat enam tahun lalu.
__ADS_1
Dika pun segera mengikuti motor Eleya sampai berhenti di sebuah danau di samping taman kota.
Dika berjalan mendekati Eleya yang sudah berdiri di tepi danau itu."apa sekarang kau mau mengambil Lala dari ku dengan membawa tante Gea bertemu dengan Lala?"tanya Eleya tanpa menghadap Dika.
"El, sedikitpun aku tidak pernah berniat untuk memisahkan mu dengan Lala."jawab Dika.
"lalu untuk apa maksudnya kau membawa tante Gea bertemu dengan Lala?"tanya Eleya yang masih menatap lurus ke depan.
"apa salah jika seorang nenek ingin bertemu dengan cucunya?"tanya Dika.
Eleya hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Dika. Lalu perlahan Dika memberanikan diri untuk meraih tangan Eleya.
"El, bersedia kah kau memaafkan ku?"tanya Dika.
"aku tidak tau."jawab Eleya yang membuang wajahnya ke arah lain.
"aku tau aku sangat bersalah pada mu dan mungkin kau tidak bisa memaafkan ku, tapi apa kita akan terus seperti ini? sementara di antara kita ada Lala, anak kita El."ucap Dika.
Eleya yang ternyata sudah meneteskan air mata nya, segera menghapusnya dan berdiri."aku mau pulang."jawab Eleya dengan berlalu meninggalkan Dika begitu saja.
__ADS_1
Dika menatap kepergian Eleya."aku akan selalu menunggu sampai kau mau memaafkan ku Eleya."ucap Dika dengan berbicara sendiri.
Eleya pun sampai di rumah nya dan masuk."mama, kenapa hari ini mama pulang cepat?"tanya Lala yang duduk bersama dengan mama Gea.
"ee..mama...tiba tiba motor mama mogok."jawab Eleya pada putrinya.
"mama coba lihat, nenek banyak sekali membelikan ku mainan."ucap Lala dengan wajah gembira.
"hmm...maaf tante, ee..sebaiknya tante tidak perlu repot repot."ucap Eleya.
"tidak, justru tante sangat bahagia bisa bertemu dengan cucu tante."jawab mama Gea.
Di sela perbincangan Eleya dan mama Gea, Dika datang yang membuat Lala sangat senang."om juga ada di sini?"tanya Lala.
Eleya terkejut mendengar ucapan putrinya yang terlihat sudah pernah akrab dengan Dika."Lala."tegur Eleya.
"iya ma."jawab Lala dan kembali diam.
"ma lebih baik kita pulang sekarang."ucapnya.
__ADS_1