Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Aku tidak akan memaksa mu untuk melayani ku.


__ADS_3

Dika memutar tubuh Eleya dan menghadap ke padanya."sayang..aku tau kamu masih tidak bisa memaafkan ku, dan tadi malam kau tidak benar benar tidur kan."ucap Dika.


Eleya hanya diam dan mengalihkan pandangannya."aku akan menunggu sampai kau mau memaafkan ku, dan aku juga tidak akan memaksa mu untuk melayani ku,cup, aku mandi dulu."sambungnya dengan melangkah menuju kamar mandi.


Eleya pun terdiam setelah mendengar ucapan suaminya dan segera merapikan tempat tidur mereka.


Setelah merapikan tempat tidur, dia pun mengambilkan pakaian untuk suaminya dan menaruhnya di atas ranjang.


Hari ini Dika dan Eleya maupun Lala masih tinggal di kediaman keluarga Alexander. Mereka pun kini sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi.


"hari ini aku dan Eleya juga Lala akan pulang ke rumah kami ma."ucap Dika.


"kenapa cepat sekali Dika, mama masih ingin tidur bersama Lala."jawab mama Gea.


Dika pun menoleh ke arah Eleya."bagaimana sayang?"tanya Dika.


"terserah kau saja, pulang atau tidak, kau tetap saja tidak mengizinkan ku untuk kembali bekerja lagi."jawab Eleya.

__ADS_1


Dika pun meraih tangan istrinya."sayang, sekarang kau adalah istri ku, dan tugas mu hanya mengurus ku dan anak kita."ucap Dika.


"tapi aku merasa canggung jika terus berdiam diri di rumah Dika."jawab Eleya.


"Eleya...bukannya mama membela Dika, tapi sekarang yang bertanggung jawab atas hidup mu dan Lala, adalah suami mu, dan satu lagi, kalian berdua kan sudah menikah, jadi biasakan memanggil dengan panggilan apa saja selain nama."pinta mama Gea.


"iya ma, nanti aku akan belajar."jawab Eleya.


"Eleya, Dika, besok adalah akhir pekan, mama dan papa mau mengajak Lala pergi berlibur ke Amerika selama dua hari, boleh kan?"tanya mama Gea.


"yee! asyik....aku akan liburan."seru Lala yang di saksikan oleh nenek dan kakeknya.


"kalian berdua pun juga harus menyempatkan diri untuk berbulan madu, ajak lah istri mu Dika."ucap papa Reno.


Dika lalu meraih tangan istrinya."maaf ya sayang, untuk sekarang aku tidak bisa mengajak mu bulan madu, tapi aku janji begitu aku tidak sibuk, aku akan mengajak mu pergi kemana pun yang kamu mau."ucap Dika.


Eleya hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya."hhmm... tidak apa apa, aku mengerti."jawab Eleya yang berusaha memperlihatkan bahwa hubungan mereka sudah kembali seperti dulu.

__ADS_1


*


Satu bulan setelah mereka menikah.


Eleya gelisah menunggu kedatangan Dika karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Dia terlihat mondar mandir di ruang tengah sambil memegang ponselnya. Rasa kantuk yang sudah menyerang nya dari tadi, membuat nya memutuskan untuk pergi ke dapur untuk membuat secangkir kopi.


Dika pun memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah, dia melangkah menuju kamar dan masuk. Saat dia masuk, dia tidak melihat keberadaan istrinya di mana pun.


Lalu dia turun lagi kebawah dan melangkah menuju dapur, Dika tersenyum melihat istrinya yang sedang duduk di meja makan dengan posisi membelakangi nya.


Dika pun menutup mata Eleya dengan kedua tangannya yang membuat Eleya terkejut."mas..."ucap Eleya.


Dika pun tersenyum dan melepaskan tangannya."Kenapa belum tidur sayang?"tanya Dika.


"kamu sendiri kenapa baru pulang?"tanya

__ADS_1


__ADS_2