
"ma ayo ma, bantu aku membuat gambarnya."ajak Lala.
"iya sebentar ya sayang."jawab Eleya.
Eleya pun menyusul putrinya yang sudah duduk menunggunya."sini biar mama bantu, Lala gambar saja mama dan Lala."ucap Eleya.
Bukannya langsung membuat gambar, Lala justru terpancing untuk bertanya pada ibunya."sebetulnya papanya Lala mana sih ma?"tanya Lala.
Eleya pun terdiamsaat sang anak menanyakan tentang papanya."ma, mama dengar Lala kan?"tanya nya lagi.
"ee..iya sayang mama dengar Lala, eee..papa Lala berada di dunia yang sangat berbeda dengan kita, mungkin papanya Lala sudah menjadi orang yang sukses."jawab Eleya.
"lalu kenapa papa tidak pernah ke sini menemui Lala?"tanya Lala
"suatu saat nanti, Lala pasti bisa bertemu dengan papa Lala, asalkan Lala janji, akan selalu jadi anak yang penurut sama mama, dan harus belajar supaya Lala bisa jadi orang sukses seperti papa."ucap Eleya.
"pasti ma, Lala janji akan selalu nurut sama mama, dan Lala akan membuat mama bangga."jawab Lala.
Ibu dan anak itu pun saling berpelukan.
*semoga kamu bisa membanggakan mama sayang.
Tidak seperti mama yang sudah mengecewakan kakek dan nenek mu*.
ucap Eleya dalam hati.
__ADS_1
Pada pukul lima pagi.
Eleya pun bangun dari tidurnya untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu lalu membuat sarapan pagi untuk nya dan putri kecilnya.
Selesai membuat sarapan, dia pun membangunkan putrinya."sayang ayo bangun nak, sudah pagi, nanti ketinggalan bis lo."ucap Eleya.
Lala pun membuka matanya perlahan dan mengucek matanya."iya ma."jawab Lala.
Selesai mandi, Lala pun langsung mengenakan seragam sekolah nya dan keluar dari kamar mendekati ibunya yang sudah duduk di meja makan.
"sini sayang, sekarang Lala sarapan dulu ya, bekalnya sudah mama masukkan ke dalam ranselnya Lala, nanti di habiskan ya sayang."ucap Eleya.
"iya ma."jawab Lala.
"anak pintar."puji Eleya pada anaknya.
"Lala ayo sayang, itu busnya. "ucap Eleya.
"Lala berangkat dulu ya ma."ucapLala"
"iya, hati hati ya sayang, eh mana kiss pagi nya untuk mama?"tanya Eleya.
"emmmuuu....h..daaah."jawab Lala.
"daaah".
__ADS_1
Eleya pun mulai menghidupkan motor nya untuk berangkat menuju restoran. Eleya pun berhenti di lampu merah.
Saat berhenti di lampu merah, tanpa di sengaja, Dika melihat kesamping mobilnya yang ternyata dia melihat mantan kekasihnya itu sedang fokus dengan motor nya.
Dika pun langsung membuka kaca mobilnya dan berniat ingin menyapa mantan kekasihnya itu, namun Eleya keburu menghidupkan motor nya karena lampu merah sudah berganti dengan lampu hijau.
"Eleya, ikuti motor matic itu Jos."titah Dika.
Dengan cepat Eleya melajukan motornya menuju restoran hingga membuat Dika kehilangan jejak.
"motornya sangat cepat tuan, kita kehilangan jejak."ucap Jos.
"baiklah kalau begitu langsung kekantor saja."jawab Dika.
Begitu sampai di kantor, Dika menyandarkan kepalanya di kursi sambil memejamkan mata nya."Ele..aku masih sangat mencintai mu, perasaan ini masih sama, seperti enam tahun lalu."ucap Dika dengan lirih.
Suara ketukan pintu pun menyadarkan lamunanya.
tok
tok
tok.
"masuk."jawab Dika dari dalam.
__ADS_1
like and komentar .