Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Merencanakan pergi Honeymoon.


__ADS_3

Dika menatap iba mendengar cerita istrinya yang dulu berjuang sendirian untuk hidupnya saat sedang mengandung anak mereka.


Dia pun merangkul tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam pelukannya."maafkan aku sayang, dan terima kasih kau sudah berjuang sendiri untuk anak kita."dengan mengecup kepala istrinya.


Eleya pun tersenyum."aku sudah melupakan nya mas, inilah yang di namakan takdir, kalau dulu aku pernah membenci mu, itu karena aku sangat merasa sakit hati, bahkan aku sering menangis dan menganggap bahwa ini sangat tidak adil untuk ku."


"cup, aku sangat bersyukur karena anak ku, terlahir dari rahim perempuan yang sangat aku cintai, satu satunya perempuan yang aku cintai."


Mereka berdua pun saling menatap dan tersenyum, sedangkan Lala sedang asyik bermain boneka.


Setelah terasa kantuknya mulai datang, Lala pun mendekati Dika."papa Lala mengantuk."rengeknya.


"iya sayang, sini sama papa."Lala pun di taruh Dika kedalam pelukannya sambil berbincang bersama istrinya sampai Lala tertidur pulas di pelukan sang ayah.


"sayang, anak kita sudah tertidur."ucap Eleya.


"ya sudah kalau begitu kita bawa ke kamarnya saja."Dika dan Eleya pun membawa putri mereka masuk ke dalam kamar nya dan menaruh nya dengan pelan di atas ranjang kecil milik putrinya.


"cup, selamat tidur princess papa."Eleya tersenyum bahagia melihat suaminya mencium putri mereka yang sudah tertidur pulas.

__ADS_1


Dan Dika pun berdiri menatap istrinya dengan menggerakkan alisnya."apa sih mas, kau kenapa?"


"anak kita sudah tertidur, sekarang giliran papanya yang mau minum susu."Dika berusaha menggoda istrinya.


Wajah Eleya berubah menjadi merah mendengar ucapan dari suaminya."mas, aku tidak suka kau berbicara seperti itu, kedengarannya sangat menjijikan."


Dia pun memeluk pinggang istrinya dari belakang dan melangkah bersama keluar dari kamar Lala dan masuk menuju kamar mereka tanpa melepaskan pelukannya.


Sesampainya di kamar, Dika dan Eleya pun berbaring. Dika mengelus elus tangan istrinya dan sesekali menciumnya."cup, kapan kita pergi Honeymoon sayang."


"tidak usah, kita bukan pengantin baru saja menikah, kita sudah punya anak."


Eleya mendengus kesal pada suaminya."memangnya membuat adik harus pergi Honeymoon segala?"


"bukan begitu sayang, saat kita pergi Honeymoon, bedanya adalah, kita bebas melakukan nya tanpa ada yang mengganggu kita."


Eleya memutar tubuh nya menghadap suaminya dan menyentuh pipi suaminya."apa bedanya kalau kita melakukan nya di sini?"


"jelas beda sayang, kalau kita melakukan nya di sini dan seharian tidak keluar dari kamar, yang lain pasti akan bertanya tanya termasuk anak kita."

__ADS_1


"lalu ketika kita pergi Honeymoon, kau mau melakukan nya tanpa jeda dengan seharian?"


"sayang bukan itu maksud ku, aku hanya ingin menciptakan suasana romantis bersama mu, berdua."


"terserah kau saja, aku bicara panjang lebar juga tidak ada gunanya."dengan memutar tubuh nya membelakangi suaminya.


"sayang, kenapa kau membelakangi ku hem?kau marah pada ku?"


"aku mau tidur mas."


"kau tidak memberikan ku jatah malam ini?"


"memangnya harus setiap malam?"


"sayang, kau akan berdosa jika menolak ke inginkan suami mu." sambil mengelus elus lengan istrinya dia berbisik.


Eleya pun kembali memutar tubuh nya menghadap suaminya."nanti kalau kamu kesiangan dan terlambat masuk kantor bagaimana?"


like komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2