Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Ingin membuat dede bayi untuk Lala.


__ADS_3

"maaf ya sayang, tadi ponsel ku kehabisan daya, dan aku tidak bisa memberitahu mu kalau aku ada meeting dengan client."jawab Dika.


"setidaknya kau bisa meminjam ponsel Frans kan, kau tidak tau seberapa banyak pertanyaan seorang istri dalam pikirannya ketika suaminya belum pulang dan tidak ada kabar."tutur Eleya dengan wajah kesal.


Dika memeluk tubuh istrinya yang sedang marah marah pada nya."kau tahu, aku bahagia mendengar mu mencemaskan ku, dan itu artinya kau sudah menyayangi ku lagi."ucap Dika.


Eleya mengalihkan pandangannya ke arah lain , sementara Dika mendekati wajah istrinya yang terlihat malu. Perlahan dia mendekatkan wajahnya dan menyambar bibir istrinya dengan lembut.


Eleya pun terpejam dan perlahan membalas ciuman suaminya. Dika mengangkat tangan istrinya dan menaruh tangan istrinya ke lehernya.


Dika pun mengangkat tubuh istrinya dan membawanya melangkah ke atas tanpa melepaskan ciuman mereka.


Dia pun membawa istrinya masuk ke dalam kamar dan menaruhnya di ranjang dengan pelan. Perlahan kecupan nya turun ke leher istrinya dan menghisap leher istrinya dengan meninggalkan tanda merah.


Tangan nya pun tidak tinggal diam dan melepaskan kancing piyama tidur istrinya. Eleya yang sudah menikmati sentuhan suaminya yang perlahan mulai menghisap gunung kembar milik nya.

__ADS_1


Dia membiarkan suaminya menyentuh seluruh tubuh nya hingga menyentuh bagian intim nya yang membuat Eleya mendesah karena jari telunjuk suaminya di mainkan di daerah intim nya.


Dika pun mulai memasukkan pusaka nya yang sudah meronta ingin masuk ke dalam goa kenikmatan itu.


Kini mereka berdua kembali merasakan kenikmatan yang pernah mereka lakukan dulu, Eleya menggigit bibir bawahnya saat merasakan suaminya memainkan pusaka nya dengan keluar masuk.


Tidak puas melakukan nya hanya satu kali, mereka berdua pun melanjutkan permainan nya hingga waktu menunjukkan pukul sebelas malam.


Dika dan Eleya pun kembali merasakan pelepasan bersama untuk yang kesekian kalinya dan di akhiri kecupan di kening istrinya."cup, I love you baby."ucap Dika.


Dika pun menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua dan tertidur bersama dengan saling memeluk.


Eleya terbangun dari tidurnya dan menatap wajah suaminya yang masih terlelap, dia tersenyum mendengar dengkuran nafas suaminya.


Lalu dia pun ingin bangkit dari tempat tidur, namun Dika mengeratkan pelukannya."mau kemana sayang?"tanya Dika

__ADS_1


Eleya terkejut saat mendengar suara suaminya dan kembali lagi berbaring di sebelah suaminya."lepas mas, aku mau mandi."ucap Eleya.


Dika pun membuka matanya dan kembali menindih tubuh istrinya."mas kamu mau apa?"tanya Eleya.


"aku mau kita membuat dede bayi untuk Lala."jawab Dika dengan menatap wajah istrinya.


Eleya memukul mukul dada suaminya."aku capek mas, tadi malam kau sudah menghajar ku habis habisan, sekarang aku mau mandi."rengek Eleya.


"aku tidak mau, aku maunya satu kali lagi ya sayang."pinta Dika.


"i..h tidak mau, tu dengar, Lala sepertinya sudah mau kesini."jawab Eleya.


Dika mengangkat wajahnya untuk mencari suara yang di katakan istrinya."mana aku tidak mendengarnya."ucap Dika.


"itu coba dengar, kau mau anak kita melihat kita tanpa pakaian seperti ini, kau seperti tidak tau anak mu saja."jawab Eleya.

__ADS_1


__ADS_2