
Dika mencubit pipi putrinya."papa sengaja menjemput putri kecil papa, karena hari ini, papa mau mengajak mama dan Lala shopping."ucap Dika.
"kemarin kan kamu sudah memesan keperluan rumah mas, dan kamu juga sudah memesan sesuatu untuk ku dan Lala."ucap Eleya.
"memangnya aku tidak boleh mengajak istri dan anak ku jalan jalan, ayo sekarang kita berangkat."ajak Dika.
Saat Dika ingin membukakan pintu mobil untuk istrinya, tiba tiba dua ibu ibu yang tadi mengobrol dengan Eleya mendekati mereka.
"e...h jeng Eleya, tadi katanya mau mengenalkan suaminya dengan kita iyakan jeng Lusi."ucap Della.
"iya, dari tadi kita nungguin lo jeng."jawab Lusi.
Eleya pun tersenyum dan mendekati suaminya."eh iya, saya sampai lupa, e..sayang kenalkan ini Lusi dan ini Della."ucap Eleya.
"o..kenalkan saya Dika, papanya Lala, sayang ayo kita berangkat sekarang, maaf kami sedang buru buru."ucap Dika yang langsung menyuruh Eleya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Dika pun mulai melajukan mobilnya."sayang lain kali tidak perlu menyuruhku berkenalan dengan ibu ibu rempong seperti itu."ucap Dika dengan wajah kesal.
"ya... aku kan cuma tidak mau di bilang istri pelit karena tidak mau memperkenalkan suaminya."jawab Eleya
"sudah punya suami, kelakuan nya masih genit seperti itu."ucap Dika.
Eleya pun tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat kesal."kau marah dengan siapa, aku?"tanya Eleya dengan menunjuk ke arah wajah nya.
"tidak, aku hanya tidak suka kalau kau setiap hari menggosip dengan mereka."jawab Dika.
Lala menggelengkan kepala nya melihat kedua orang tua nya berdebat."bisa tidak, mama dan papa sehari saja tidak berdebat?"tanya Lala.
"tidak sayang, papa dan mama tidak berdebat, papa cuma memberitahu mama, supaya tidak ikut ikutan menggosip."jawab Dika.
Eleya yang merasa tidak terima dengan ucapan suaminya pun kembali protes."aku tidak menggosip mas, aku kan sudah bilang pada mu kalau mereka sendiri yang mendekati ku."dengan wajah kesal Eleya menjawab ucapan suaminya.
__ADS_1
Setelah sampai di depan sebuah wahana permainan, Lala dengan ekspresi gembira berteriak."yeee....! kita sudah sampai di tempat bermain, ma ayo kita turun."Lala mengajak ibunya untuk turun.
"Lala saja yang kesana, mama tunggu di sini saja."jawab Eleya dengan wajah kesal.
Melihat istrinya yang terlihat merajuk, Dika lalu menyuruh Frans untuk membawa Lala keluar dari mobil dan memintanya menemani putrinya masuk ke dalam wahana permainan.
"e...sayang, Lala dengan om Frans dulu ya, nanti papa dan mama akan menyusul Lala."ucap Dika dan Lala pun mengangguk.
Lalu Dika kembali masuk ke dalam mobil."sayang, ayo kita keluar menemani Lala."pinta Dika.
Eleya hanya diam dan melirik ke arah Dika dengan tatapan malas.
"sayang, aku minta maaf, aku kan cuma memberitahu."suara terdengar memelas pada istrinya.
"aku sudah tidak mood, begini saja, kalau kau tidak ingin aku bergaul dengan ibu ibu di sekolahnya Lala, kurung saja aku di rumah, kalau perlu kau masukkan ke dalam kandang kucing anggora mu."ucap Eleya.
__ADS_1
Dika merasa geli mendengar ucapan istrinya dan langsung merangkul tubuh istrinya."mana mungkin aku mengurung istri ku."