Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Di usir dari rumah.


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Eleya sudah di tunggu oleh kedua orang tua nya di ruang tengah.


Dengan wajah penuh amarah menatap kedatangan putri keduanya."Eleya jelaskan pada papa siapa ayah dari bayi yang sedang kau kandung sekarang?"tanya papa Darwin.


Eleya berusaha mengelak, namun mama Vina menyodorkan beberapa tispek."Eleya katakan pada mama."ucap mama Vina.


Dia hanya menjawabnya dengan tangisan. apa yang bisa dia katakan, sedangkan ayah dari bayi nya saja tidak mau mengakuinya.


Orang tua mana yang tidak kecewa bahkan merasa gagal dalam mendidik anak nya."cepat kemasi barang barang mu dan keluar dari rumah ini sekarang juga, karena papa tidak sudi punya anak yang sudah mengecewakan orangtua."ucap papa Darwin.


Eleya pun bangkit dan berlari ke dalam kamar untuk mengemasi baju baju nya. Dengan cucuran air mata, dia pun keluar dari kamar dan turun kebawah."Eleya pamit ma, kak."ucap Eleya.


Mama Vina terisak saat melihat putri bungsu nya berpamitan."siapa yang berani membantu nya, silahkan keluar dari rumah ini."ucap papa Darwin dengan melangkah masuk.

__ADS_1


"Edgar mama mohon susul adik mu."pinta mama Vina.


"tapi mah, bagaimana kalau papa tau."jawab Syila istri dari Edgar.


Edgar segera menyusul adiknya yang sudah melangkah keluar dari pintu gerbang rumah nya. Dia mencari adiknya yang sudah melangkah jauh, dan di tengah perjalanan dia pun menemukan adiknya.


ti....t...ti...t.Suara klakson mobil menghentikan langkah Eleya dan menoleh ke arah bunyi klakson itu.


Edgar turun dari dalam mobil dan mendekati adiknya."Eleya."ucap Edgar.


"ini sudah malam,kakak akan membantu mu mencari kos kosan."ucap Edgar.


Eleya pun masuk ke dalam mobil Edgar. Dan Sesampainya di depan warung kecil, Edgar menghentikan mobilnya untuk bertanya dimana kos kosan yang dekat.

__ADS_1


Lalu Edgar pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah ibi kos yang di beritahukan oleh ibu warung tadi.


Setelah selesai berbicara dengan ibu kos, lalu dia mengantarkan adiknya masuk ke dalam kos kosan."Eleya, kakak sudah membayar uang kos kosan nya selama satu tahun, dan ini ada uang, jika kau tidak mau menggunakan nya, simpan saja barang kali kau punya keperluan mendesak."ucap Edgar.


"kak, El minta maaf ya, El sudah mengecewakan kakak dan semuanya, tapi aku minta kakak tidak perlu menemui ku lagi, karena aku tidak ingin kakak juga di marahi oleh papa."ucap Eleya.


Edgar langsung memeluk adiknya dan menangis."kakak akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk mu, kau tetap adik kakak El."ucap Edgar.


Kakak beradik itu pun melepaskan pelukannya dan Edgar langsung meninggalkan adiknya di rumah kos kosan yang sempit, panas dan di penuhi dengan debu.


Eleya yang dulunya adalah seorang gadis manja dan paling anti dengan debu dan tidak pernah menyentuh sapu, kini menyentuh benda yang biasa di pegang oleh asisten rumah tangga nya.


Setelah selesai membersihkan kos kosan nya, dia pun beristirahat dan duduk di kursi kecil sambil mengipas ngipaskan buku ke tubuhnya."huuf panas sekali, heeh Eleya mulai hari ini kau bukan lagi nona muda yang manja."ucap nya.

__ADS_1


like.


__ADS_2