
Lala terkejut melihat buku dongeng yang di bawa oleh mamanya."terima kasih ya ma."ucap Lala.
"iya sayang sama sama..."jawab Eleya.
Eleya pun masuk ke dalam kamar mandi yang hanya berjarak beberapa meter dari dapurnya. Usai mandi, dia pun kembali berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam.
Setelah selesai makan malam, ibu dan anak itu pun kembali duduk di sofa ruang tengah."sayang sebentar ya, sepertinya ada yang mengetuk pintu rumah kita."ucap Eleya.
"iya ma."jawab Lala.
Eleya pun melangkah mendekati pintu dan membukanya. Dia sangat terkejut ketika melihat Dika yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"boleh aku bertemu dengan nya?"tanya Dika.
Eleya menarik nafas nya dengan panjang dan membuang wajahnya ke arah lain."ini sudah malam, aku tidak mau orang lain berpikir macam macam tentang ku."jawab Eleya.
"mama...siapa ma?"tanya Lala sambil melangkah mendekati ibunya yang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
Melihat Lala yang muncul di hadapan nya, Dika pun berjongkok menghadap Lala dan menatap wajah imut itu.
Eleya hanya bisa diam saat ayah dan anak itu bertatapan. Dika menyentuh pipi Lala dengan tersenyum."kamu sangat mirip dengan mama mu."ucap Dika.
"om siapa?"tanya Lala.
"dia teman lama mama, Lala masuk lah, besok Lala harus bangun pagi kan sayang."ucap Eleya.
Karena Lala adalah anak yang penurut, dia pun kembali masuk ke dalam dan langsung menuju kamar.
Dika menatap wajah mantan kekasihnya itu yang mengusirnya."aku tidak akan pergi, sebelum kau mengizinkan ku bertemu anak ku kapan pun."jawab Dika.
"oya, segampang itu kau mengancam ku, kau mungkin tidak melihat bagaimana nasib ku saat aku mengandung Lala, hamil tanpa suami, di usir oleh orang tua ku, sekarang kau dengan gampang menekan ku."ucap Eleya dengan lirih.
Dika pun kembali merasa bersalah."tapi memang benar benar tidak tau kalau kau hamil anak ku, maafkan aku El."ucap Dika dengan berlutut di depan Eleya.
Eleya pun merasa bingung harus bagaimana."pergi lah sekarang, aku mohon ."pinta Eleya.
__ADS_1
Dika pun berdiri dan berjalan meninggalkan kos kosan Eleya.
Dia masuk ke dalam rumah nya dengan wajah yang kurang bersahabat."dari mana?"suara mama Gea membuat nya berhenti dan ikut duduk di sebelah sang mama.
Dia menyandarkan kepalanya sambil memijat kening nya."akhir akhir ini mama lihat, kau sering pulang dengan wajah yang kusut."ucap mama Gea.
"ma, pa, aku habis menemui Eleya ma."jawab Dika.
Mama Gea berusaha mengingat gadis yang bernama Eleya, yang pernah belajar bersama dengan Dika."Eleya, memangnya kenapa dengan dia?"tanya mama Gea.
Dika lalu meraih tangan mamanya."tapi mama harus janji tidak akan marah pada ku."pinta Dika.
Mama Gea dan papa Reno pun mendengar kan cerita anak tunggal nya dengan seksama."enam tahun lalu kami pernah melakukan hubungan terlarang, dan itu membuatnya hamil sampai di usir oleh orang tua nya."ucap Dika.
"lalu kenapa dia tidak memberitahu mu dan minta pertanggungan jawaban?"tanya mama Gea.
"saat itu aku yang tidak percaya dengan apa yang dia katakan, aku malah menganggap dia beralasan karena tidak mau kita.
__ADS_1