Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Minta buku dongeng.


__ADS_3

"maaf tuan, nanti sore jam setengah lima, ada meeting di restoran xxx."ucap Jos.


"hhmm..baik lah."jawab Dika.


Dia pun mengambil ponselnya dan menatap galeri foto foto dirinya dan mantan kekasih. Wajah seseorang yang sudah enam tahun lamanya dia rindukan, dia menyentuh wajah Eleya yang tersenyum malu saat mereka berfoto bersama.


"Eleya, mungkin kah kau masih mencintai ku."lirihnya.


Pukul lima sore, seperti biasa Eleya bersiap siap untuk pulang ke rumah."ra aku pulang dulu yah."ucap Eleya.


"oke, shiu mahmud."receh Tiara.


"kau ini, ya sudah daaah." ucap Eleya.


Dika yang sedang meeting di restoran tempat Eleya bekerja, tanpa di sengaja melihat ke arah luar ruangan VIP dan kembali melihat mantan kekasihnya keluar dari restoran.


Niat hati ingin mengejar, namun dia masih menjalankan meeting nya beberapa detik lagi.


Melanjutkan meeting dengan hati yang tidak karuan, membuat Dika memutuskan untuk bertanya pada salah satu pelayan.


Setelah selesai meeting, Dika berjalan mendekati pelayan yang bernama Tiara."ee...maaf apa nona tadi baru saja keluar dari restoran ini, sering kesini?"tanya Dika penuh selidik.

__ADS_1


"siapa?"


"itu, nona yang memakai motor matic."jawab Dika.


"oo...mahmud maksudnya, dia setiap hari kesini, karena dia juga bekerja di restoran ini."ucap Tiara.


"hah mahmud, bekerja di restoran ini, sebagai apa, manajer atau apa?."tanya Dika wajah terkejut saat mendengar ucapan dari pelayan itu.


"sebenarnya bukan itu namanya, di sini dia di juluki mama muda karena sudah punya anak, dan dia bekerja di restoran ini sebagai pelayan ."jawab Tiara.


"apa! dia sudah punya anak, jadi pelayan ?"tanya Dika dengan ekspresi wajah terkejut.


"boleh minta alamat rumah nya?"tanya Dika.


"maaf tuan, saya tidak punya wewenang untuk memberikan alamat rumah nya kepada sembarang orang."jawab Tiara.


"tapi aku teman lamanya."ucap Dika.


"tetap tidak bisa tuan, saya tidak bisa memberikan nya, maaf saya permisi dulu."ucap Tiara.


Dika semakin penasaran dengan ucapan dari pelayan itu, bagaimana bisa seorang kekasih yang dulu pernah bercita cita ingin menjadi dokter, kini bisa menjadi seorang pelayan restoran.

__ADS_1


Dia mengusap wajahnya dengan kasar."apa yang terjadi pada mu El, bukan lah kita berdua pernah punya cita cita ingin menjadi orang sukses."rintih Dika.


Saat malam hari, Eleya dan Lala pun naik ke atas tempat tidur."sayang sini, ayo sekarang kita tidur ya."ajak Eleya.


"Lala boleh tidak minta dibacakan dongeng sama mama?"tanya Lala dengan sedikit takut.


"dongeng apa sayang?"


"kata teman Lala, dia setiap malam dibacakan dongeng sama mamanya atau papanya, kalau Lala kan tidak pernah mama bacakan dongeng."rengek Lala.


Eleya pun tersenyum pada putrinya."ya sudah, Lala mau dongeng apa?"tanya Eleya.


"seorang pangeran yang jatuh cinta pada putri raja."jawab Lala.


Eleya pun berusaha mengingat dongeng yang pernah dibacakan oleh sang mama waktu dia kecil."dan akhirnya mereka berdua menikah dan hidup bahagia..."seru Eleya di akhir cerita.


"ma boleh tidak aku minta dibelikan buku dongeng?"tanya Lala.


"boleh, tapi nanti ya sayang, setelah mama gajian yah."jawab Eleya.


"hore....aku di belikan buku dongeng...asyi....k."ucapnya antusias.

__ADS_1


__ADS_2