Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Perasaan yang sudah hilang semenjak enam tahun lalu.


__ADS_3

Dika membawa Eleya duduk."katakan pada ku, bagaimana caraku untuk menebus semua kesalahan ku?"tanya Dika dengan wajah penuh permohonan.


Eleya yang duduk di kursi dengan posisi berhadapan dengan Dika yang berjongkok menghadap Eleya.


Dengan erat Dika menggenggam tangan Eleya."El katakan, aku hanya perlu menunggu jawaban dari mu, untuk menemui orang tua mu."ucapan Dika membuat Eleya terkejut.


Dia tidak pernah menyangka kalau Dika berpikir ingin menemui orang tua nya. Dia menatap Dika dengan tidak percaya."meskipun kau menemui orang tua ku,semuanya juga percuma, karena aku juga tidak bisa mengembalikan kepercayaan mereka lagi pada ku."jawab Eleya.


"lalu kau menyesal sudah melahirkan anak kita?"tanya Dika.


Eleya menggelengkan kepala nya sambil menangis."tidak, aku sangat bersyukur karena kehadiran Lala bisa menjadikan aku wanita yang kuat, tapi yang ku sesali kenapa dengan cara seperti ini."jawab Eleya.

__ADS_1


Dika mengangkat tangannya ingin menghapus air mata yang terus mengalir di pipi Eleya, namun Eleya buru buru menghapusnya."El, aku ingin menemui orang tua mu dan minta restu agar kita bisa secepatnya menikah."ucap Dika.


"aku tidak ingin menikah, aku dan Lala sudah tenang dan bahagia meskipun kau selamanya tidak hadir di hidup kami."jawab Eleya.


Dika menatap wajah Eleya dengan tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan."tidak ada kah sedikit pun perasaan yang dulu pernah kau berikan padaku, kau tau selama enam tahun aku tidak pernah menggantikan posisi mu dihati ku Eleya."ucap Dika.


"perasaan ku pada mu, sudah hilang semenjak enam tahun lalu, aku pernah bersumpah untuk tidak akan pernah mau melihat wajah mu lagi, wajah seseorang yang sudah menyakiti ku."jawab Eleya.


Dika pun berdiri dan mengeluarkan satu kartu kredit dan menaruhnya di atas meja."ini kartu untuk mu dan Lala, aku minta maaf karena sudah terlalu banyak berharap pada mu, terima kasih kau sudah mempertemukan ku dengan anak kita."ucap Dika yang langsung keluar dari kos kosan Eleya.


Eleya pun menutup pintu nya dengan keras dan terduduk memeluk kakinya sambil menangis. Lala terkejut melihat ibunya yang menangis dan dia pun berjalan mendekati ibunya.

__ADS_1


"mama kenapa menangis, papa mama?"tanya Lala.


"Lala jangan pernah menanyakan tentang papa lagi, kalau Lala masih mencari papa, Lala tinggal pilih, pilih mama atau papa?"tanya Eleya.


Pada saat malam hari, Lala membuka kantong plastik yang tadi di bawa oleh Dika, dan ternyata isinya adalah pizza, ayam goreng dan makanan yang belum pernah Lala makan.


"ma, mama mau makan tidak, tadi papa membawakan makanan enak."ucap Lala.


Eleya yang masih emosi pun kemudian menjawab pertanyaan putrinya dengan nada tinggi."papa lagi, apa kau tidak ingin berhenti menyebut namanya hem, kalau kau mau makan, makan saja, dan kalau tidak buang saja."ucap Eleya dengan wajah penuh amarah.


Lala pun kembali diam, sementara menatap wajah takut putrinya dan dia pun merangkul tubuh putrinya."maafkan mama ya, mama tidak bermaksud untuk marah pada Lala."ucap Eleya dengan mengecup puncak kepala putrinya.

__ADS_1


like


__ADS_2