Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Luka lama yang kembali nyeri.


__ADS_3

Hari ini, adalah hari keberangkatan Dika menuju Swiss. Dia menoleh ke belakang dan berharap kekasihnya datang untuk mengucapkan selamat jalan.


"Dika, ada apa?"tanya mama Gea.


"tidak ada ma."jawab Dika.


(6 tahun kemudian.)


"Lala..jangan lari lari sayang."teriak Eleya pada gadis kecil yang cantik dan imut itu.


"cepat ma, nanti bisnya keburu nunggu."jawab Lala.


"sebentar mama kunci pintu nya dulu."ucap Eleya.


Bis yang menjemput Lala dan teman temannya pun sudah berhenti di depan komplek."mama Lala berangkat dulu ya emmuuaa...h."ucap Lala.


"iya sayang, hati hati ya daa...h."jawab Eleya.


Setelah Lala berangkat sekolah, Eleya pun juga berangkat menggunakan motor matic untuk menuju restoran.

__ADS_1


Restoran tempat dia bekerja untuk menyambung hidup bersama putri kecilnya. Eleya yang di kenal sebagai julukan mama muda oleh teman teman nya yang juga bekerja di restoran xxx.


Dia segera berganti pakaian setelah sampai di tempat dia bekerja."pa..gi mahmud."sapa Tiara salah satu teman nya.


"hhmm pagi."sahut Eleya.


Dia pun langsung beraktivitas dan melayani pelanggan nya yang sudah memesan makanan.


Pada jam istirahat, satu temannya menyalakan televisi di dalam satu ruangan khusus untuk pelayan istirahat sejenak."Kau sedang menonton apa ra?"tanya Eleya.


"El liat, duuuj tampan sekali pria itu, katanya dia baru saja kembali ke indonesia setelah enam tahun menyelesaikan kuliah nya di luar negri."jawab Tiara.


"kalau tidak salah, namanya Dika Mahendra Alexander."jawab Tiara.


Jantung Eleya berdebar saat mendengar nama Dika Mahendra Alexander, luka yang enam tahun telah di torehkan oleh mantan kekasihnya itu kini kembali nyeri, ketika mendengar namanya.


Dia pun langsung menenangkan hati nya."ee..kau lanjutkan saja menonton televisi nya, aku mau ke toilet sebentar."ucap Eleya.


Di dalam toilet, Eleya menangis dan seketika ia berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata lagi."untuk siapa kau menangis Eleya, pria brengsek seperti dia tidak pantas kau tangisi."Eleya mengepalkan tangannya saat mengingat wajah mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


Pada pukul lima sore, Eleya bersiap siap untuk pulang ke rumah. Sebenarnya dia pun di haruskan untuk pulang setelah restoran tutup pada jam sepuluh malam.


Tapi Karena dia mempunyai anak , maka orang yang memiliki restoran pun mengiyakan permintaan dari Eleya, dan Eleya rela seperempat gajihnya di potong.


Dia pun langsung masuk ke dalam rumah setelah menjemput putri kecilnya di rumah ibu kos.


"sayang, mandi dulu ya."pinta Eleya pada putrinya.


iya ma."jawa Lala.


Lala pun segera masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Eleya langsung membuat makan malam untuk mereka berdua.


Saat malam hari, ibu dan anak itu pun duduk dimeja makan dan mulai menyantap makanan nya."ma kata bu guru, aku harus menggambar keluar kecil ku."ucap Lala.


"ya gambar saja mama dan Lala, beres kan."jawab Eleya.


"kata bu guru, keluarga kecil itu, terdiri dari papa, mama dan juga Lala."ucap nya lagi.


Eleya tersenyum paksa pada putrinya."ee..sayang kita makan dulu ya, nanti akan mama bantu membuat gambarnya, oke !"bujuk Eleya.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam, Lala pun mengajak ibunya untuk membuat gambar."ayo ma, bantu aku membuat gambarnya."ucapnya.


__ADS_2