
Saat Eleya keluar dari restoran menuju pulang, Dika diam diam mengikutinya sampai di komplek kos kosan yang di tempati oleh Eleya.
Dan dia mendengar sendiri kata kata yang keluar dari mulut ibu ibu itu."hei anak muda, hati hati dengan nya, dia datang kesini dalam ke adaan hamil tanpa tau siapa ayah dari bayi yang dia kandung."ucap ibu ibu itu.
Eleya mengeluarkan air mata nya saat mendengar ucapan dari ibu ibu itu."permisi, terima kasih sudah menolong ku, lain kali tidak perlu."ucap Eleya sambil menyeka air mata nya.
Eleya terduduk di teras kos kosan nya untuk mencurahkan air mata nya yang sudah mengalir, karena tidak ingin putrinya melihat nya menangis.
Dika menyaksikan langsung ketika Eleya menangis sampai Lala membuka pintu dan melihat sang mama menangis."mama, kenapa mama menangis?"tanya Lala.
Eleya pun buru buru menghapus air mata nya."eh! tidak, mama tidak menangis, ee...tadi mama kelilipan debu di jalan."jawab Eleya yang berusaha tersenyum pada putrinya.
"sini biar Lala tiupin ya ma, ini apa sudah hilang ma?"tanya Lala.
Eleya pun tersenyum pada putri kecilnya."iya sudah hilang sayang."jawab Eleya.
Dika mulai mencerna ucapan dari Eleya tadi pagi, dan mengingat masa lalu enam tahun lalu."jadi kau tidak bohong saat itu Ele, wajar saja kalau kau sangat membenci ku."ucap Dika dengan lirih.
__ADS_1
Saat malam hari, Eleya dan Lala sedang duduk di ruang tengah."sayang ini susu untuk mu, di habiskan ya sayang biar cepat gede."ucap Eleya.
"mama kapan membelikan buku dongeng untuk Lala?"tanya Lala.
"nanti ya sayang, mama belum gajian ya."jawab Eleya.
Ibu dan anak itu pun masuk ke dalam kamar dan mengistirahatkan diri.
*
Ke esokan pagi nya.
"mau apa lagi?"tanya Eleya.
"Eleya please, katakan pada ku, apa dia anak kita?"tanya Dika.
Eleya menarik nafas nya dengan panjang."pertanyaan mu sudah terlambat,benar atau tidak, aku sudah tidak membutuhkan nya lagi."jawab Eleya.
__ADS_1
"Eleya bagaimana pun juga dia adalah darah daging ku."ucap Dika.
"dia sudah tidak membutuhkan seorang ayah, maaf aku sedang terburu buru."jawab Eleya dengan meninggalkan Dika yang masih berdiri.
Di tengah perjalanan menuju pulang , dia melihat ada seorang pria paruh baya yang menjual berbagai macam buku buku bekas, dia pun menepikan motornya dan berjalan mendekati bapak bapak itu.
"ee...boleh saya lihat buku bukunya?"tanya Eleya.
"silahkan nona, buku bukunya masih bagus."jawab bapak bapak itu.
Eleya pun memilih beberapa buku dongeng dan buku buku pelajaran untuk Lala. Setelah memberikan sejumlah uang kepada bapak bapak itu.
Lalu dia pun kembali melajukan motornya menuju rumah.Dengan pelan Eleya masuk ke dalam rumah dan mendekati putri kecilnya."hai anak mama, coba tebak apa yang mama bawa untuk anak mama yang cantik ini?"tanya Eleya.
Lala pun berpikir dengan menusuk nusuk pipinya dengan satu jarinya yang mungil."ice cream mungkin."tebak Lala.
"no, salah, coba tebak lagi."pinta Eleya.
__ADS_1
"aah mama, Lala kan tidak tau."