
Pada saat Eleya pulang menuju rumah, di jalan dia berhenti untuk membeli sesuatu. Dia membeli makanan yang sangat di sukai oleh Lala.
Pada saat dia ingin keluar dari warteg pinggir jalan, dia berpapasan dengan Dika yang ingin masuk ke dalam warteg tersebut. waah ternyata orang kaya juga suka makan di warteg ya gaeees.
Sedetik kemudian mereka saling diam dengan pikiran masing masing, hingga Dika yang menyapa nya."hai."ucap Dika.
"hai juga, emm..ada yang ingin ku bicarakan."ucap Eleya.
Dika pun tersenyum dan dengan semangat dia menawarkan ingin bicara dimana."kau mau bicara dimana?"tanya Dija dengan wajah bahagia.
"di dalam warteg ini saja, aku cuma sebentar."jawab Eleya.
Dengan hati yang berbunga bunga, Dika melangkah terlebih dahulu dan mencari tempat duduk untuk mereka."duduk lah, biar aku pesan makanan dulu."ucap Dika.
"tidak perlu, Lala sendirian di rumah."jawab Eleya.
"bagaimana kalau kita bawa makanan nya saja dan bicara di rumah."tawar Dika.
"aku tidak ada gosip lagi, kita bicara di sini saja, kalau kau mau pesan makanan terserah."ucap Eleya.
__ADS_1
"ya sudah, bicara lah."pinta Dika.
Eleya pun menarik nafas nya."ini demi Lala, aku mau kita segera menikah tapi, hanya demi Lala."ucap Eleya.
Semangat yang tadinya sudah meluap, seketika padam saat mendengar ucapan dari Eleya. Namun Dika berusaha untuk tenang dan tetap tersenyum.
Rasa sakit ketika mendengar ucapan dari Eleya, baginya tidak sebanding dengan apa yang Elegan alami selama enam tahun.
"oke..lalu kapan kita kerumah orang tua mu untuk meminta restu dari mereka?"tanya Dika.
"aku tidak tau apakah papa masih menganggap ku anaknya, tapi apapun yang terjadi, aku harus meberima kosekuensi nya."jawab Eleya.
"hm...aku permisi dulu, mungkin Lala sudah menunggu ku."ucap Eleya.
Dika pun membiarkan Eleya meninggalkan warteg tersebut. Kata kata Eleya yang tidak pernah dia harapkan harus dia terima meskipun sakit.
Dia pun koni melajukan mobilnya menuju rumah dan segera memberitahukan kepada orang tua nya bahwa dia dan Eleya akan segera menikah.
Mama Gea dan papa Reno pun turut senang mendengar kabar pernikahan anak nya yang mungkin tidak di rayakan karena begitu lah permintaan dari Eleya.
__ADS_1
*
Hari ini pagi pagi sekali, Dika datang ke kos kosan Eleya untuk mengajaknya berkunjung ke rumah orang tua Eleya.
Dika mengetuk pintu rumah Eleya yang langsung di buka oleh Lala."papa!"seru Lala.
Dika langsung mengangkat tubuh putri kecilnya itu sambil masuk ke dalam."mama mana?"tanya Dika.
"mama sedang membuat sarapan pagi untuk ku."jawab Lala.
"oya! berarti juga untuk papa dong, mommy."teriak Dika.
Eleya pun melangkah keluar."apa!"jawab Eleya dengan ketus.
"mama...Kata buguru, kalau ada orang yang memanggil kita dengan ramah, kita harus menjawabnya juga dengan ramah."ucap Lala.
"tuh dengarkan apa kata anak kita."jawab Dika dengan penuh kemenangan.
Eleya menatap ke arah Dika dengan tatapan penuh jengkel."begitu ya."jawab Eleya dengan wajah mengejek pada Dika.
__ADS_1
Mereka bertiga pun mulai menyantap sarapan pagi yang sudah di siapkan oleh Eleya. Selesai dengan sarapan pagi nya, mereka bertiga pun bersiap untuk berangkat