
Lala pun naik ke atas permainan yang sesuai dengan umurnya. Sementara Eleya dan Dika menunggunya."sayang kamu tunggu sebentar di sini ya, aku mau membeli sesuatu."ucap Dika.
"jangan lupa minumnya."
"iya sayang, eemmmuuh..."
"Dika...maksud ku mas."pekik Eleya karena malu karena Dika mencium nya di depan umum.
Beberapa menit kemudian Dika pun datang dengan membawa satu kantong plastik yang berisi air minum dan cemilan."ini sayang."
"mas, coba suruh Lala turun, ini sudah sore."
"ya sudah, kau tunggu sebentar ya."
"hm..."
Dika pun datang bersama Lala, sementara Frans sudah pulang lebih dulu karena merasa pusing karena ulah Lala.
Mereka pun kini menuju pulang ke rumah. Tak berselang lama kemudian mereka sampai di rumah.
"Lala mandi dulu ya sayang, ayo mama antar ke kamar."
"tidak usah ma, Lala mau di mandikan sama mbak Lita saja."
__ADS_1
"ya sudah kalau begitu."
Eleya pun naik ke atas dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Sementara Dika mencari keberadaan istrinya, matanya pun tertuju pada pintu kamar mandi yang sedikit terbuka.
Dia pun tersenyum dan tidak mau melewatkan kesempatan untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Dengan pelan dia masuk dan perlahan memeluk tubuh istrinya yang sedang membersihkan tubuh nya.
Eleya terkejut saat melihat tangan kekar melingkar di pinggangnya."eh mas, kenapa ikutan masuk?"
Dika terpejam."hem...apa sayang?"
"tidak mau, aku hanya ingin merasakan mandi bersama istri tercinta."
"iya, tapi aku malu mas."
"tidak perlu malu sayang, kita bahkan sudah melihat semua bagian tubuh kita, hem."
Perlahan dia mendekatkan wajahnya dan langsung menyambar bibir istrinya dengan lembut.
Melakukan ciuman di bawah gemercik air shower, menambah indahnya suasana romantis yang mereka berdua lakukan.
__ADS_1
Eleya menggigit bibir bawahnya saat merasakan kecupan suaminya yang berada di lehernya dan menghisapnya hingga meninggalkan tanda merah.
Saling menatap mata sejenak dan sama tersenyum, wajah Dika pun turun kebawah dan menjilat memainkan lidahnya pada kacang kecil milik istrinya yang membuat sang empunya mendesah.
Setelah puas memainkan lidahnya, Dika kembali ******* bibir manis istrinya sambil memasukkan pusaka nya yang sudah meronta ingin masuk ke dalam.
Dengan menggoyang kan pinggul nya beberapa kali, mereka pun akhirnya merasakan pelepasan bersama dan Dika mengecup kening istrinya."cup I Love you."
Eleya pun tersenyum."I Love you more."
Satu setengah bulan setelah mereka menikah, baru hari ini mereka berdua melakukan sensasi mandi bersama dan baru tadi malam juga mereka menghabiskan malam pertama.
Eleya pun duduk di depan meja rias setelah selesai mengenakan pakaian nya.
Sementara Dika baru saja keluar dari ruang ganti dan mendekati istrinya yang sedang berdandan.
Eleya tersenyum malu melihat suaminya yang berdiri di belakang nya dengan menatap nya, dia pun berdiri menghadap suaminya.
Lalu Dika mendekati nya, dia mengangkat tubuh istrinya ke atas meja rias. Mereka berdua pun saling menatap.
"aku sangat bahagia karena sudah memiliki mu, tadinya aku sempat putus asa karena setelah kita menikah satu bulan lalu, kau sama sekali tidak mau di sentuh oleh ku."
Eleya tersenyum."anggap saja itu hukuman untuk mu, tapi lain kali jangan membuatku khawatir."
__ADS_1