
Dika tersenyum dan mendekati wajah istrinya yang terlihat cemberut."mana mungkin aku tidak istri ku."ucap Dika dengan setengah berbisik yang membuat Eleya gugup.
Eleya mendorong dada suaminya yang berada sangat dekat dengan wajah nya, namun Dika justru mendekatkan wajahnya ke arah wajah istrinya.
"e ehm, kau mau apa?" wajah Eleya menegang saat wajah mereka hanya berjarak beberapa inci saja.
Dika menatap manik bola mata istrinya yang juga menatapnya, dan perlahan dia menyentuh bibir istrinya dengan lembut ******* nya.
Eleya terpejam dan perlahan membalas ciuman suaminya dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya.
Cukup lama mereka berdua saling mencecap bibir, Eleya pun tersadar dan segera mendorong tubuh suaminya dengan pelan.
Dika tersenyum dan mengusap ujung bibir istrinya yang terlihat basah karena ulahnya." I Love you Honey."
__ADS_1
Eleya yang menatap mata suaminya dengan pelan menjawab ucapan suaminya."I love you more."dengan sedikit gugup dia membenarkan rambutnya yang terlihat berantakan.
Dika pun mengajak istrinya keluar dari mobil dan mencari keberadaan putrinya. Mereka berjalan menuju wahana permainan."sayang aku tidak melihat Lala, dimana Frans membawanya?"Dika dan Eleya menengok kekiri dan kekanan.
Mata Eleya pun tertuju pada satu permainan yang mana disana terlihat Lala naik dengan Frans."kau lihat itu mas, Frans membawanya manaiki permainan yang sangat berbahaya."Eleya merasa cemas karena melihat.
Eleya pun menyuruh suaminya untuk meminta petugas untuk menghentikan permainan yang di naiki putrinya."sebentar sayang, aku kesana dulu."dengan segera Dika berjalan mendekati petugas yang menyalakan permainan itu.
Eleya pun mengikuti langkah suaminya dengan cepat, dan permainan itu pun di hentikan sejenak.
"Frans, kau kenapa? hamil?"tanya Dika.
"aww sakit sayan."pekik Dika karena istrinya memukul lengan suaminya.
__ADS_1
"keliatan nya dia tidak sedang baik baik saja mas, coba lihat anak mu, dia justru mentertawakan Frans."Eleya dan Dika tercengang melihat putri yang mereka khawatir kan ternyata tidak apa apa.
Frans pun duduk di kursi."tuan bisa saya minta air."ucap Frans.
Dika pun segera membelikan air mineral untuk Frans."ini Frans, kau kenapa?"
"nona kecil, memaksa untuk menaiki permainan ini, tadinya saya tidak mau, tapi nona kecil malah menangis ingin naik, tuan kan tau sendiri saya sangat takut ketinggian."Frans menjawab pertanyaan dari Dika dengan wajah pucat.
Eleya dan Dika saling melempar tatapan."Lala lain kali tidak boleh seperti itu, tu lihat om Frans jadi sakit kan."Eleya memberi nasehat kepada putrinya.
Lala pun mendekati Frans dan Dika."om Frans, maaf ya, Lala hanya ingin mencoba naik, papa maafin Lala ya."dengan eajah takut Lala meminta maaf.
"iya sayang tapi lain kali, Lala tidak boleh naik permainan itu lagi ya."dengan penuh kasih sayang Dika mengusap kepala putrinya.
__ADS_1
Eleya mensejajarkan dirinya dan Lala."kalau permainan itu, khusus untuk orang dewasa, dan Lala bisa memilih permainan apa saja selain itu, tu lihat, anak kecil semuanya bermain di sana."Eleya berusaha mengingat kan pada putrinya.
Lala pun tersenyum dan merengek ingin mencoba permainan itu.