
Sudah satu minggu ini Dika tidak pernah muncul lagi untuk menemui putrinya. Hari ini dia sangat merindukan putri kecilnya.
Dia pun datang ke kos kosan Eleya dan menyuruh seorang anak laki laki untuk memberikan bingkisan itu kepada Lala.
"ee..de, bisa tolong berikan bingkisan ini ke orang yang berada di dalam rumah itu?"tanya Dika.
Anak laki laki itu pun mengangguk dan Dika pun memberikan satu lembar uang kertas untuk nya.
Lalu anak laki laki itu pun mengetuk pintu kos kosan Eleya."ada apa?"tanya Eleya.
"ini tante, ada bingkisan."jawab anak laki laki itu.
"dari siapa ya?"tanya Eleya.
Anak laki laki itu pun mencari keberadaan Dika yang tadi berdiri di samping mobil, namun Dika bersembunyi di samping mobilnya.
"ya sudah terima kasih."ucap Eleya dengan sambil mengambil kertas yang ada di atas bingkisan itu.
"untuk Lala? Lala..."teriak Eleya.
"iya ma."jawab Lala.
__ADS_1
"ini bingkisan untuk mu."ucap Eleya.
Lala pun membawa bingkisan itu masuk kedalam kamar dan langsung membukanya di atas ranjang.
Dia terkejut saat melihat isinya yang ternyata adalah boneka besar dan bertulisan.
*Apa kabar anak papa, papa sangat merindukan mu.
Maaf papa....tidak bisa menemui putri kesayangan papa sekarang.
Do'akan papa ya sayang,supaya papa dan mama bisa bersama lagi.
Lala tersenyum dan mencium boneka besar itu berkali kali. Dia pun langsung keluar dari kamar dan mengambil air wudhu.
Karena merasa putrinya sangat lama di dalam kamar, Eleya pun dengan pelan membuka pintu kamar dan melihat putrinya itu sedang sholat dan berdo'a."ya allah, aku Lala, aku hanya ingin meminta padamu, supaya papa dan mamanya Lala bisa bersama lagi, Lala ingi...n sekali melihat mama dan papa hindup bersama, amiiin.."ucapan do'a Lala berhasil membuat Eleya terenyuh.
Dia merasa bersalah pada putrinya yang sudah lama menunggu kehadiran seorang ayah.
*
Ke esokan pagi nya.
__ADS_1
Setelah Lala berangkat sekolah, dia pun juga berangkat ke restoran. Dan Sesampainya di sana, dia langsung masuk dan berganti pakaian.
Saat jam istirahat, dia lebih banyak melamun sampai Tiara dan Vano bertatapan karena merasa heran dengan sikap Eleya.
"Eleya, kau kenapa, ku perhatikan hari ini kau banyak melamun?"tanya Tiara.
"aku bingung ra, papanya Lala ingin menikahi ku."jawab Eleya.
"bukannya itu berita bagus El, berarti dia sudah kembali dan menyadari kesalahannya."ucap Tiara.
Eleya terlihat sedang berpikir."tapi ra, aku masih berpegang pada prinsip ku, dan Lala juga membuat ku merasa bersalah, karena aku memisahkan nya dari papanya."jawab Eleya.
Vano yang juga mendengar curhatan Eleya pada Tiara, hanya diam dengan ekspresi wajah cemburu.
Lalu Tiara merangkul tubuh sahabatnya itu."El, turuti kata hati mu, papanya Lala adalah lelaki pertama yang pernah kau cintai, aku yakin perasaan mu padanya masih ada, walaupun tidak terlihat."saran dari Tiara.
Eleya pun kembali berpikir."El, kalahkan ego mu, demi Lala, dengar kan aku, kalian berdua pernah melakukan hubungan itu dengan rasa saling mencintai kan?"tanya Tiara.
"tapi aku sangat membencinya ra, aku pernah bersumpah untuk tidak akan pernah mau melihat wajah nya lagi."ucap Eleya.
like
__ADS_1