
"ya sudah, sekarang kita tidur ya."ucap Eleya.
Pagi ini, Dika sudah berada di depan restoran tempat Eleya bekerja. Dia duduk di dalam mobil dan mengamati beberapa wanita yang keluar masuk restoran.
Tidak berselang lama kemudian, Eleya memarkirkan motornya dan langsung masuk ke dalam restoran.
Dika pun masuk ke dalam restoran dan memesan ruang VIP. "aku minta nona Eleya yang melayani ku."ponta Dika.
Dika pun gelisah menunggu kedatangan Eleya. Dia mondar mandir di dalam ruangan itu sampai ketukan pintu terdengar.
"permisi tuan, ini pesanan an...da."ucapan Eleya terhenti saat melihat pria yang berdiri di depan nya.
Dia membalik tubuhnya dan ingin segera keluar dari ruangan itu."tunggu El."pinta Dika.
Langkah nya terhenti saat suara Dika memintanya untuk berhenti."aku mau kita bicara."ucap Dika.
"tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi."jawab Eleya dengan menahan air mata nya.
"El, sebenci itu kah kau pada ku, sampai kau tidak ingin melihat wajah ku?"tanya Dika.
__ADS_1
"maaf aku masih punya banyak pekerjaan."ucap Eleya tanpa menjawab pertanyaan dari Dika.
"aku sudah meminta waktu mu dengan atasan mu."jawab Dika.
"heh..ya, aku tau sekarang kamu adalah orang yang sukses dan bisa menginginkan apa saja, tapi aku tidak juga punya hak untuk untuk menolak perintah dari atasan ku."ucap Eleya.
"Eleya, apa salahku sehingga kau sangat membenci ku?"tanya Dika.
"kau pikirkan saja sendiri dimana letak kesalahan mu, dan jangan pernah menemui ku lagi, karena aku sangat membenci mu Dika."jawab Eleya sambil melangkah keluar dari ruangan itu.
Dika terduduk di sofa ruangan itu dan berusaha mengingat kejadian enam tahun lalu.
Sementara Eleya menangis di dalam toilet. Dia pun langsung menghapus air mata nya saat mengingat wajah mantan kekasihnya yang sangat dia benci.
Waktu Eleya pulang pun sudah tiba."ra aku pulang dulu yah."ucap Eleya dengan wajah kurang bersemangat.
"kau kenapa El?"tanya Tiara.
"tidak apa apa, tolong sampaikan kepada bu Syerly."jawab Eleya.
__ADS_1
Dia pun kembali melajukan motornya menuju pulang ke rumah. Setelah selesai membersihkan tubuh nya, Eleya pun menemani putrinya belajar di ruang tengah yang hanya berjarak beberapa meter dari kamar mereka.
Eleya melamun dan tidak fokus sampai sampai Lala berteriak memanggilnya."ma..mama dengar Lala kan? mama.."teriak Lala.
"eh...iya iya sayang ada apa?"tanya Eleya.
"tadi Lala berceritapanjang lebar, tapi mama seperti tidak mendengarkan cerita Lala."jawab Lala.
"ee...maafkan mama ya, mama sedang tidakenak badan, em...Lala mama tinggal sebentar ya, mama mau ke warung beli obat."ucap Eleya.
"iya ma."jawab Lala.
Eleya pun berjalan kaki menuju warung yang tidak jauh dari rumah nya. Saat dia berjalan menuju pulang ke rumah, tiba tiba kepalanya terasa berat dan hampir jatuh.
Beruntung ada seorang pria yang dengan cepat menahan tubuhnya."kau tidak apa apa?"tanya pria yang bernama Gino.
"tidak apa apa, terima kasih sudah menolong ku."ucap Eleya.
Di tengah obrolan mereka, tiba tiba ada ibu ibu yang mendekati mereka."hei anak muda, hati hati dengan, dia adalah seorang
__ADS_1