Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Kita harus menghadapinya bersama.


__ADS_3

Dengan sejuta keraguan, Eleya melangkah mengikuti langkah Dika yang sudah berjalan di depan nya dengan menggendong putrinya.


Eleya pun memencet bel rumah nya dengan tangan gemetar. Lalu Dika mengusap bahu Eleya."tenang lah, percaya lah pada ku, semuanya pasti baik baik saja."ucap Dika.


Eleya pun memejamkan mata nya sejenak saat dia mendengar suara kaki orang yang berada di dalam mendekati pintu rumah nya.


Eleya memegang lengan Dika dengan erat."Dika aku takut."ucap Eleya dengan wajah penuh ketakutan.


Dika menyentuh tangan Eleya yang sudah memegang lengan nya, dia merasa bahagia karena Eleya seperti minta perlindungan dari seorang suami."tenang saja, kita akan hadapi bersama."jawab Dika.


Pintu pun di buka, dan ternyata yang membuka pintu rumah nya adalah asisten rumah tangga nya."non El."ucap bi Lastri asisten rumah tangga nya yang sudah paruh baya itu.


Eleya menatap ke arah Dika dan beralih pada bi Lastri."ma..mama dan papa mana bi?"tanya Eleya.


"silahkan tunggu sebentar ya non, bibi panggil kan."jawab bi Lastri.

__ADS_1


"mama kenapa terlihat sangat takut? memangnya kita mau bertemu dengan siapa pa?"tanya Lala.


Dika mengecup kepala putrinya."sebentar lagi Lala juga tau."jawab Dika.


"Dika, kita pulang saja ya, aku tidak membayangkan wajah papa kalau sedang marah."ucap Eleya.


"ssst..aku tidak mau menundanya lagi."jawab Dika.


Papa Darwin pun keluar bersama mama Vina Pasangan suami istri itu menatap Eleya dan Dika yang sedang berdiri membelakangi mereka.


Eleya pun memutar tubuh nya menghadap mama Vina dan papa Darwin. Dengan mata ber embun mama Vina menatap putri bungsu nya."Eya."panggilan sayang mama Vina pada Eleya kini terucap kembali.


Eleya pun menoleh ke arah Dika yang di balas anggukan oleh Dika."mama..."sapa Eleya.


Dengan langsung memeluk putrinya yang sudah lama dia rindukan, Eleya pun membalas pelukan dari sang mama dengan terisak.

__ADS_1


"mama sangat merindukan mu nak."ucap mama Vina dan tatapan matanya tertuju pada gadis kecil yang berdiri di antara Eleya dan Dika.


Mama vina pun melonggarkan pelukannya dan menatap wajah gadis kecil itu."ini anak mu Eya?"tanya mama Vina yang di balas anggukan oleh Eleya.


Papa Darwin mengangkat wajahnya yang berusaha tidak mengeluarkan air mata. Lalu Dika mulai memecahkan suasana."om saya dan Eleya datang ke sini untuk menyelesaikan masalah om dan Eleya."ucap Dika.


Papa Darwin menatap wajah Dika dengan wajah penuh pertanyaan."kamu siapa?"tanya papa Darwin.


"saya ayah dari bayi yang di kandung Eleya enam tahun lalu dan membuatnya di usir dan menderita selama enam tahun."jawab Dika.


Saat itu, Edgar yang baru keluar, tidak sengaja mendengar ucapan dari Dika, dia pun langsung berjalan mendekati Dika dan meraih kerah baju Dika.


"jadi kamu orang yang sudah membuat adik ku hamil."ucap Edgar dengan berteriak.


Papa Darwin pun mencoba menenangkan Edgar."Edgar sudah, kita bicarakan ini di dalam."ucap papa Darwin karena takut akan ada tetangga yang mendengar.

__ADS_1


Kini mereka pun berada di dalam rumah."Syila tolong bawa anak Eya ke kamar."pinta mama Vina karena dia tidak ingin Lala.


__ADS_2