Berikan Aku Kesempatan Eleya.

Berikan Aku Kesempatan Eleya.
Lalu mau di panggil apa.


__ADS_3

Usai berkeliling di dalam rumah barunya. Dika pun berpamitan."sayang...papa pulang dulu ya."ucap Dika.


"kenapa papa pulang, ini kan rumah kita?"tanya Lala.


Eleya lalu mendekati putrinya."sayang papa pulang ke rumah nenek, nanti kalau papa dan mama sudah menikah, papa juga ikut tinggal di sini."jawab Eleya.


"benar kah itu pa? asyik...!baiklah kalau begitu aku masuk kamar dulu ya pa."ucap Lala.


"iya sayang, El besok setelah kita mengantar Lala kesekolah, mama minta kita untuk kerumah."ucap Dika.


"memangnya ada apa?"tanya Eleya.


"katanya mereka juga ingin bicara dengan orang tua mu."jawab Dika.


Eleya pun merasa takut."Dika apa orang tua mu juga marah kita?"tanya Eleya.


Dika pun tersenyum."tidak, mereka hanya ingin membicarakan tentang acara pernikahan kita."jawab Dika.


"aku kan sudah bilang pada mu, kalau aku tidak mau ada acara Dika."ucap Eleya.

__ADS_1


" kita dengar dulu apa yang akan mereka bicarakan, walaupun sebenarnya aku juga ingin kita menikah seperti orang orang pada umumnya."jawab Dika.


Eleya pun duduk."aku bukannya tidak mau mengadakan acara, tapi aku malu, semua teman teman kita pasti akan marah kalau kita tidak mengundang mereka."ucap Eleya.


Dika pun juga duduk di sebelah Eleya."sayang...kamu tidak usah khawatir, kalau memang kamu tidak mau pernikahan kita di rayakan, ya sudah, tidak masalah."jawab Dika.


"ih..sayang sayang...aku tidak mau mendengar ucapan itu."ucap Eleya.


Dika pun tersenyum sambil mendekati Eleya."kalau tidak mau di panggil sayang, lalu maunya apa?"tanya Dika dengan menatap wajah Eleya yang sudah memerah.


"sudah, pulang sana, kau membuat ku kesal Dika."jawab Eleya.


"Dika.....!"teriak Eleya pada Dika yang sudah berlari keluar setelah mencuri kecupan di kening Eleya.


Eleya tersenyum sendiri seperti anak SMA yang sedang jatuh cinta. Dia tersenyum saat mengingat masa masa indah waktu menjadi sepasang kekasih.


(Flesbek saat mereka menjadi sepasang kekasih. )


Sebelum enam tahun lalu, dia dan Dika datang ke pesta ulang tahun temannya. Dengan cool Dika membawa mobil untuk menjemput sang kekasih, namun tidak berani untuk langsung datang ke rumah, karena takut dengan papa Darwin.

__ADS_1


Eleya yang keluar dari rumah lewat jendela kamar nya, kemudian langsung berjalan mendekati mobil Dika.


"hai, maaf sudah lama menunggu."ucap Eleya


Dika tersenyum menatap wajah sang kekasih."tidak apa apa, ayo kita berangkat sekarang."ajak Dika.


Setelah berada di dalam mobil, Dika kembali menatap ke arah Eleya, dan Eleya pun tersenyum melihat Dika yang terusmenatapnya.


"ada apa sih, menampilkan ku aneh ya?"tanya Eleya sambil membenarkan rambutnya.


Lalu Dika meraih tangan Eleya."Eleya, aku sangat mencintai mu."jawab Dika.


Eleya pun tersenyum."aku juga sangat mencintaimu, dan sekarang ayo kita berangkat."ucap Eleya karena takut Dika akan terbawa suasana.


Dika pun melepaskan tangannya dan menyalakan mobilnya menuju rumah temannya. Bukan karena mereka berdua tidak pernah melakukan ciuman.


Mereka berdua sering kali berciuman di dalam mobil dengan masih mengontrol diri mereka dan hanya berciuman.


Tapi karena terlalu sering berciuman, membuat mereka akhirnya melakukan nya.

__ADS_1


__ADS_2